Kisah Misterius Makam Kemangi Jungsemi Kendal, Petilasan Paseban Sultan Agung

Kisah Misterius Makam Kemangi Jungsemi Kendal, Petilasan Paseban Sultan Agung

Saktyo Dimas R - detikJateng
Minggu, 29 Mar 2026 19:40 WIB
Suasana Pemakaman Kemangi
Makam kemangi. Foto: Saktyo Dimas R/detikJateng
Kendal -

Makam kemangi dipercaya masyarakat Desa Jungsemi sebagai petilasan paseban (balai) tempat pertemuan Sultan Agung dengan tumenggung hingga adipati se-Jawa. Bahkan, di makam ini banyak cerita mistis yang masih berkembang di Desa Jungsemi hingga kini.

Paseban atau balai yang digunakan Sultan Agung untuk menyusun strategi perang melawan VOC itu dipercaya pernah ada di makam kemangi. Namun, demi keamanan Sultan Agung, seorang prajuritnya yang bernama Mbah Laistiddin menggunakan kekuatan supranaturalnya untuk membuat bangunan itu tak kasat mata agar tak diketahui musuh.

Letak makam Kemangi yang berada di tengah area persawahan dan jauh dari pemukiman penduduk serta cerita sejarah di baliknya itu membuat makam ini dikenal angker oleh masyarakat Jungsemi, Kendal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Makam Kemangi Jungsemi KendalJuru kunci makam kemangi. Foto: Saktyo Dimas R/detikJateng

Juru Kunci Makam Kemangi, Kiai Kasturi, mengatakan sebelum menjadi makam seperti saat ini, Kemangi adalah sebuah hutan belantara.

ADVERTISEMENT

"Sebelum jadi makam Kemangi, memang dulunya hutan belantara dan banyak pohon-pohon besar. Dan di situlah konon menjadi paseban Raja Mataram Sultan Agung," kata Kiai Kasturi saat ditemui detikjateng di rumahnya, Jumat (27/03/2026).

Sultan Agung sering ke Paseban Kemangi saat mengatur strategi penyerangan terhadap VOC. Namun, pertemuan Sultan Agung dengan Tumenggung dan Adipati se-Jawa tidak pernah diketahui oleh penjajah Belanda.

"Sultan Agung dulu sering ke paseban Kemangi setidaknya empat kali untuk menyusun strategi melawan VOC di Batavia. Di situ tempat pertemuannya antara Sultan Agung dengan Tumenggung dan Adipati se-Jawa," jelas Kiai Kasturi.

"Tapi pertemuan itu tidak ada yang tahu termasuk penjajah Belanda," sambungnya.

Strategi persembunyian ini dilakukan Mbah Laistiddin dengan menanam bijih besi yang ditanam secara gaib, sehingga paseban dan orang-orang di dalamnya jadi tak terlihat.

"Mbah Laistiddin yang memiliki ilmu supranatural menanam lima bijih besi yang berfungsi untuk memagari paseban itu," jelasnya.

Hingga saat ini, tidak ada sisa bangunan paseban yang tertinggal ataupun tersisa di makam kemangi. Kecuali ada orang memiliki kemampuan lebih untuk melihatnya.

Bahkan, pagar besi tersebut bisa membuat orang tersesat, seperti terkena oyot mimang (akar tanaman mistis menurut kepercayaan Jawa).

"Pagar besi gaib itu memang bisa membuat orang tersesat seperti terkena oyot mimang. Apalagi kalau orang itu punya niat kurang baik," ucapnya.

Seiring berjalannya waktu, makam kemangi digunakan masyarakat untuk pemakaman umum dan dikenal sebagai tempat paling angker dengan cerita mistisnya.

"Karena Desa Jungsemi makin berkembang, maka dipakailah untuk makam Mbah Laistiddin dan tempat pemakaman umum Desa Jungsemi," kata Kiai Kasturi.

Salah satu kisah misteri, menurut Kiai Kasturi dari makam Kemangi yang cukup populer di masyarakat adalah adanya pesanan semen untuk membangun masjid dan sepeda motor sebanyak satu truk yang dialamatkan di makam Kemangi itu.

"Cerita mistisnya saya dengar banyak, ada pesanan semen untuk bangun masjid sebanyak satu tronton dan ada juga pesanan sepeda motor sebanyak satu truk. Dan masih banyak lagi," kata Kiai Kasturi.

Menurut cerita Kiai Kasturi, saat itu warga Desa Jungsemi dikagetkan dengan keberadaan truk tronton yang mengangkut semen di sekitar makam Kemangi.

Warga kemudian mendekati sopir truk tersebut dan menanyakan terkait barang yang dibawanya. Sang sopirpun mengaku, mendapat orderan mengirim semen dari salah satu warga Desa Jungsemi yang ditujukan ke alamat makam kemangi tersebut.

"Kalau yang pesanan semen itu awalnya warga di sini (Jungsemi) kaget melihat ada truk tronton bisa parkir di sekitar makam Kemangi. Lalu, warga tanya sama sopirnya kenapa bisa sampai ke makam Kemangi dan tujuannya ke mana," paparnya.

"Si sopirnya itu jawab kalau mau antar pesanan semen buat bangun masjid. Sopirmya kalau antar semen sesuai dengan alamat pemesan," kata Kasturi.

Sang sopir mengaku dia merasa masuk ke sebuah kota yang sangat megah dengan bangunan-bangunan rumah warga yang mewah. Kemudian, sopir tersebut memilih istirahat dan tidur.

Namun, di pagi harinya, sopir truk mengaku kaget karena ternyata dirinya ada di sekitar makam kemangi.

"Sopirnya ngaku kalau sudah sampai di kota atau alamat tujuan. Katanya kotanya itu megah sekali dengan bangunan perkantoran dan rumah-rumah warga yang mewah. Dia kan sampai alamatnya malam hari terus dia istirahat, tidur," kata Kasturi.

"Bangun paginya, dia kaget karena alamat yang dituju ternyata adalah makam Kemangi," pungkasnya.




(par/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads