7 Fenomena Langit April 2026 yang Menarik Dinanti, Pink Moon Tanggal Berapa?

7 Fenomena Langit April 2026 yang Menarik Dinanti, Pink Moon Tanggal Berapa?

Khofifah Azzahro - detikJateng
Senin, 30 Mar 2026 08:43 WIB
First place in the 2021 IAU OAE Astrophotography Contest, category Meteor showers: Geminid Meteor Shower from China, by Dai Jianfeng, China. A meteor shower occurs when the Earth in its orbit around the Sun, passes through a debris trail left previously by a comet on its approach around the Sun. As the Earth enters this debris (small sand grain sized), they enter the atmosphere at high speeds and on parallel trajectories, burning completely leaving beautiful tracks (streaks) in the sky. These streaks can appear and disappear in the blink of an eye, or last much longer. On rare occasions the debris originates from asteroids, as in the case of the Geminid meteor shower, shown in this image, picturing many streaks of debris captured in the sky of China in 2017. Due to relative motions and perspective, the shower appears to come from one single point, known as the radiant point, beautifully pictured in this image. This is similar to driving in a car on a rainy day without any wind, looking out the front window it seems that the rain is coming directly towards the window, when in fact the rain is falling vertically downwards. Link:  See image in Zenodo
Hujan meteor. (Foto: Dai Jianfeng/IAU OAE/Jeff Dai/Wikimedia Commons/CC BY 4.0)
Solo -

Fenomena langit selalu menjadi hal menarik yang diminati oleh banyak orang. Selain memiliki pemandangan yang indah, berbagai fenomena juga tak selalu bisa untuk diamati sebab hanya muncul di waktu-waktu tertentu. Bahkan, beberapa di antaranya tergolong langka dan tidak selalu bisa diamati setiap tahun, sehingga momen kemunculannya terasa lebih spesial.

Karena itu, tak heran jika banyak orang meluangkan waktu khusus untuk menikmati fenomena langit, baik sekadar melihat dengan mata telanjang maupun menggunakan alat bantu. Lantas, apa saja fenomena langit di bulan April 2026?

Mengutip laman NASA Skywatching, laman National Space Centre, dan laman In The Sky, langit di sepanjang bulan April 2026 menghadirkan beragam fenomena yang bisa diamati langsung dari bumi, sehingga sayang kalau dilewatkan. Berikut adalah daftar fenomena langit beserta tanggal terjadinya, antara lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Daftar Fenomena Langit April 2026

  • Sepanjang bulan April 2026: Segitiga Musim Semi
  • 1 April 2026: Pink Moon
  • 3 April 2026: Merkurius berada pada elongasi terbesar.
  • 17 April 2026: Peluang terbaik untuk melihat Komet C/2025 R3
  • 21 hingga 22 April 2026: Puncak hujan meteor Lyrid
  • 26 hingga 27 April 2026: Komet C/2025 R3 mendekati Bumi dengan jarak terdekatnya
  • 29 April 2026: Bulan Berdekatan dengan Spica

Penjelasan Fenomena Langit April 2026

Bagi detikers yang tertarik lebih lanjut untuk menikmati fenomena langit di bulan April 2026, berikut penjelasan hingga tipsnya yang masih dihimpun dari laman NASA Skywatching, laman National Space Centre, dan laman In The Sky.

ADVERTISEMENT

1. Segitiga Musim Semi

Sepanjang April 2026, kamu bisa mencoba mencari pola bintang yang dikenal sebagai Segitiga Musim Semi. Pola ini biasanya mulai terlihat di langit tenggara sekitar pukul 22.00 dan cukup mudah dikenali karena terdiri dari tiga bintang terang yang membentuk segitiga. Ketiga bintang tersebut adalah Arcturus di konstelasi Bootes, Denebola di Leo, dan Spica di Virgo.

Arcturus menjadi yang paling mencolok karena cahayanya paling terang dengan warna oranye, sementara Spica tampak kebiruan dan berada lebih dekat ke cakrawala. Denebola memang lebih redup, tetapi tetap bisa dilihat dengan mata telanjang. Karena berasal dari tiga konstelasi berbeda, pola ini membentang cukup luas di langit dan bisa jadi panduan menarik untuk belajar mengenali rasi bintang.

2. Pink Moon

Fenomena langit Pink Moon diprediksi akan terjadi pada Rabu, 1 April 2026, sekaligus menjadi pembuka rangkaian fenomena langit di bulan ini. Meski disebut "pink moon", bulan tidak benar-benar berubah warna menjadi pink atau merah muda. Nama ini berasal dari tradisi masyarakat yang mengaitkannya dengan mekarnya bunga phlox di musim semi.

Fenomena ini merupakan fase bulan purnama, di mana bulan tampak bulat sempurna dan bersinar terang di langit malam. Fenomena ini bisa dinikmati sejak matahari terbenam, namun momen yang paling tepat untuk mengamatinya adalah saat bulan baru muncul di ufuk timur. Sebab pada fase ini, bulan sering terlihat lebih besar dan berwarna kekuningan karena efek atmosfer.

3. Merkurius dalam Posisi Terbaik untuk Diamati

Pada Jumat, 3 April 2026, Merkurius akan berada di posisi elongasi terbesar. Artinya, planet paling kecil di tata surya ini berada pada jarak sudut terjauh dari Matahari jika dilihat dari Bumi, sehingga membuatnya lebih mudah diamati dibanding hari biasa.

Merkurius dikenal sebagai planet yang cukup sulit dilihat karena posisinya selalu dekat dengan Matahari. Namun saat elongasi terbesar, cahayanya tidak terlalu tertutup silau Matahari dan bahkan tampak lebih terang.

Pada momen ini, merkurius dapat terlihat di langit timur dan untuk waktu terbaiknya adalah sesaat sebelum matahari terbit. Posisinya cukup rendah di cakrawala dan berada tidak jauh dari Mars, jadi pastikan lokasi pengamatan bebas dari halangan seperti pohon maupun gedung-gedung tinggi.

4. Komet C/2025 R3

Komet ini disebut-sebut berpotensi menjadi salah satu yang paling terang di tahun 2026. Fenomena langit ini dapat dinikmati pada Jumat, 17 April 2026, sebab diperkirakan menjadi waktu terbaik untuk mengamati Komet C/2025 R3.

Komet ini dapat diamati pada dini hari di langit timur, berada di sekitar konstelasi Pegasus dan di atas Pisces. Waktu pengamatan yang ideal adalah saat langit masih gelap menjelang matahari terbit dan pilih lokasi yang jauh dari polusi cahaya seperti lampu kota.

5. Puncak Hujan Meteor Lyrid

Hujan meteor Lyrid diprediksi akan mencapai puncaknya di antara Selasa, 21 April dan Rabu, 22 April 2026. Fenomena langit ini berasal dari sisa-sisa debu yang ditinggalkan oleh Komet Thatcher, selanjutnya partikel tersebut memasuki atmosfer Bumi dan terbakar, sehingga terlihat seperti memiliki ekor dan disebut dengan "bintang jatuh".

Lyrid dikenal sebagai hujan meteor tahunan yang cukup stabil, dengan jumlah sekitar 10-20 meteor per jam dalam kondisi langit yang gelap. Kamu bisa mulai mengamatinya sekitar pukul 22.00 hingga menjelang subuh dengan arah pandang ke langit timur, dekat bintang Vega di konstelasi Lyra.

6. Komet C/2025 R3 Mencapai Titik Terdekat

Kembali pada komet C/2025 R3, pada 26 hingga 27 April 2026, benda langit ini diprediksi akan mencapai jarak terdekatnya dengan Bumi, yaitu sekitar 44 juta mil. Dalam skala astronomi, jarak ini tergolong cukup dekat sehingga membuat komet tampak sedikit lebih terang.

Namun, posisinya yang semakin dekat dengan Matahari membuat waktu pengamatannya jadi lebih terbatas. Namun jika ingin tetap mencoba, komet tersebut dapat diamati dengan melihatnya saat dini hari di arah timur sebelum langit mulai terang, agar terlihat lebih jelas dapat menggunakan bantuan optik seperti teleskop.

7. Bulan Berdekatan dengan Spica

Menjelang akhir bulan, tepatnya pada Minggu, 29 April 2026, akan terjadi momen ketika Bulan tampak berdekatan dengan bintang Spica. Fenomena ini bisa diamati sejak setelah matahari terbenam hingga malam hari, dengan posisi di langit tenggara lalu bergerak ke barat daya hingga dini hari.

Momen ini jadi kesempatan bagus untuk mengenali Spica dengan lebih mudah, karena cahayanya akan tampak dekat dengan Bulan yang lebih terang. Selain itu, fenomena ini juga menunjukkan jalur ekliptika, yaitu lintasan yang dilalui Matahari, Bulan, dan planet-planet di langit.

Jadi, itulah beberapa fenomena langit yang diprediksi terjadi pada April 2026 dan menarik untuk diamati, lengkap dengan waktu terbaiknya. Semoga bermanfaat, detikers!

Artikel ini ditulis oleh Khofifah Azzahro peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik.




(sto/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads