Seorang prajurit TNI yang merupakan anggota pasukan Perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon tewas akibat serangan. Adapun tiga prajurit TNI lainnya mengalami luka akibat serangan tersebut.
"Saya mengutuk keras insiden hari Minggu yang menewaskan seorang penjaga perdamaian Indonesia dari @UNIFIL_ di tengah permusuhan antara Israel & Hizbullah. Seorang penjaga perdamaian Indonesia lainnya mengalami luka serius dalam insiden yang sama," demikian keterangan Sekjen PBB António Guterres lewat akun X-nya, sebagaimana dikutip dari detikNews, Senin (30/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Guterres juga menyampaikan belasungkawa kepada Indonesia atas insiden tersebut.
"Ini hanyalah salah satu dari sejumlah insiden baru-baru ini yang telah membahayakan keselamatan dan keamanan para penjaga perdamaian," ujarnya.
Guterres menegaskan kepada semua pihak agar menjunjung tinggi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional dan untuk memastikan keselamatan dan keamanan personel dan properti PBB.
Merespons peristiwa tersebut, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyampaikan belasungkawa terdalam atas meninggalnya seorang penjaga perdamaian Indonesia dan tiga orang lainnya cedera yang terjadi pada Minggu (29/Maret2026) kemarin.
"Setelah tembakan artileri tidak langsung di sekitar posisi kontingen UNIFIL Indonesia dekat Adchit Al Qusayr pada 29 Maret 2026, di tengah laporan permusuhan antara militer Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon selatan," kata Kemlu di akun @Kemlu_RI.
Kemenlu RI mengutuk keras kejadian tersebut dan menuntut penyelidikan yang transparan.
(par/apl)
