Luthfi Mau ASN Jateng Bike to Work demi Hemat BBM: Nek Perlu Lari

Luthfi Mau ASN Jateng Bike to Work demi Hemat BBM: Nek Perlu Lari

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Senin, 30 Mar 2026 12:56 WIB
Wakil Ketua KPK RI Fitroh Rohcahyanto (kiri), Gubernur Jateng Ahmad Luthfi (tengah), Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen (kanan), di Kantor Gubernur Jateng, Senin (30/3/2026).
Wakil Ketua KPK RI Fitroh Rohcahyanto (kiri), Gubernur Jateng Ahmad Luthfi (tengah), Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen (kanan), di Kantor Gubernur Jateng, Senin (30/3/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng.
Semarang -

Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Luthfi, mengungkap langkah penghematan energi yang bisa dilakukan Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia menyebut ASN bisa bersepeda hingga berlari ke kantor.

Hal itu disampaikan Luthfi saat ditanya soal upaya penghematan diri yang bisa dilakukan ASN, usai sebelumnya menyebut tak perlu ada Work From Anywhere (WFA) bagi ASN Pemprov Jateng.

"Kita sudah bikin rengrengan, sudah kita kalkulasi. Nek (kalau) perlu besok hari tertentu semua ASN kita naik sepeda dengan seluruh bupati, walikota. Jadi ke kantor, rumah, pakai sepeda. Ini masih dihitung," kata Luthfi di Kantor Gubernur Jateng, Senin (30/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, ia menyebut Pemprov Jateng sudah memiliki 2.500 desa mandiri energi dari total 8.500-an desa/kelurahan di Jateng. Hal itu disebutnya jadi salah satu upaya menghemat energi.

"Provinsi Jawa Tengah sudah punya langkah, kita sudah punya 2.500 Desa Mandiri Energi. Itu nanti kita maksimalkan," ujarnya.

ADVERTISEMENT

"Kedua, kita juga punya BUMD namanya JTAB (Jateng Agro Berdikari), menggunakan terkait dengan gas alam yang kita gunakan, yang sekarang sudah kita pakai di beberapa tempat," lanjutnya.

Kemudian, Pemprov Jateng juga tengah mengkaji program menggunakan kendaraan umum ke kantor.

"Kemudian pakai kendaraan umum. Jadi ini nanti akan kita lakukan sosialisasi, kita kaji. Selain sepeda, nek perlu lari, pulang pergi. WFH-nya juga sama, dikaji, hari apa, hari apa, masih dikaji," tuturnya.




(apl/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads