Seorang pelajar berinisial R, warga Desa Karangsari, Kecamatan Bulakamba, Brebes, tewas dalam aksi tawuran antarkelompok pelajar di kawasan Jalan Lingkar Utara (Jalingkut) Brebes. Korban tewas akibat sabetan senjata tajam.
Tawuran ini terjadi pada Senin (30/3) sore di ruas Jalingkut wilayah Kecamatan Wanasari, Brebes. Wakapolres Brebes Kompol Purbo Adjar Waskito saat dimintai konfirmasi membenarkan kabar tersebut.
"Korban terlibat perkelahian bersama teman-temannya dan terkena sabetan senjata tajam (sajam)," ujarnya saat ditemui wartawan di kantornya, Selasa (31/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Purbo mengatakan korban merupakan seorang pelajar tingkat SMA.
"Dalam perkelahian ini, korban terkena sabetan senjata oleh orang berinisial M," kata dia.
Dalam kasus ini, polisi mengamankan 10 anak termasuk yang berinisial M. Mereka merupakan para pelajar yang terlibat dalam tawuran tersebut.
"Dan saat ini kami sudah mengamankan sepuluh anak di bawah umur. Dan satu orang di antaranya berinisial M yang melakukan kekerasan terhadap korban atas inisial R," ungkapnya.
Menurut Purbo, tawuran ini gegara selisih paham di sosial media antarkelompok pelajar dari sekolah yang berbeda.
"Bermula dari selisih paham, kemudian berujung pada janjian untuk melakukan perkelahian. Mereka berasal dari dua sekolah berbeda," jelasnya.
Kepala Desa Karangsari, Kecamatan Bulakamba, Sunarto membenarkan korban merupakan warganya. Dia mendapat kabar tersebut saat korban berada di Puskesmas Bulakamba dalam kondisi sudah meninggal.
"Saya pertama kali mendapatkan informasi ini dari grup desa. Informasinya kejadian pukul empat sore kemarin dan korban kondisinya sudah ada di Puskesmas Bulakamba, meninggal dunia," jelasnya.
Sunarto menambahkan, jasad korban sudah dipulangkan dan dimakamkan di desa setempat.
"Pihak keluarga sudah memakamkan korban di tempat permakaman desa setempat. Ini saya juga sedang takziah," pungkas dia.
(dil/apl)
