AS Kerahkan Army Rangers-Navy SEALs di Tengah Memanasnya Perang Lawan Iran

Internasional

AS Kerahkan Army Rangers-Navy SEALs di Tengah Memanasnya Perang Lawan Iran

Rolando Fransiscus Sihombing - detikJateng
Selasa, 31 Mar 2026 19:56 WIB
siluet tentara dalam sebuah operasi
Ilustrasi tentara khusus AS. Foto: dok. Rand
Solo -

Amerika Serikat (AS) disebut mengerahkan ratusan personel pasukan khusus ke Timur Tengah. Pengerahan tambahan kekuatan ini terjadi di tengah makin memanasnya perang antara AS dan sekutunya, Israel, melawan Iran.

Media terkemuka AS New York Times, dilansir Anadolu via detikNews Selasa (31/3/2026), melaporkan dengan mengutip dua pejabat militer AS, ratusan personel elite AS, termasuk Army Rangers dan Navy SEALs, telah tiba di Timur Tengah.

Para komando tersebut belum diberi misi spesifik, tetapi dapat dikerahkan di beberapa front potensial, kata laporan itu, mengidentifikasi Selat Hormuz dan situs nuklir Isfahan sebagai target potensial. Unit-unit elite ini juga dapat fokus pada perebutan Pulau Kharg, yang berfungsi sebagai pusat minyak utama bagi Iran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Total, AS sudah menempatkan setidaknya 50.000 tentara, kira-kira lebih banyak 10 ribu dari jumlah biasanya. Peningkatan ini termasuk 5 ribu marinir dan pelaut baru-baru ini ditempatkan di sana untuk memperluas opsi tempur lebih luas.

ADVERTISEMENT

Pentagon juga baru-baru ini mengarahkan 2.000 tentara dari Divisi Lintas Udara ke-82 untuk dikerahkan dalam jarak serang Republik Islam Iran. Meskipun lokasi pasti mereka masih dirahasiakan, para pejabat mengisyaratkan bahwa pasukan ini dapat mendukung operasi darat bersama marinir.

Sejak 28 Februari 2026, serangan gabungan AS dan Israel sudah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Teheran membalas dengan menutup Selat Hormuz, yang memberi pukulan telak karena kawasan tersebut merupakan urat nadi bagi perdagangan energi dunia.

Presiden AS Donald Trump mengancam untuk menghancurkan pusat ekspor minyak Iran di Pulau Kharg, sumur minyak, dan pembangkit listrik. Ancaman itu dilontarkan Trump jika Iran tidak segera menyetujui kesepakatan untuk mengakhiri perang.

"Kemajuan besar telah dicapai tetapi, jika karena alasan apa pun kesepakatan tidak segera tercapai, yang mungkin akan terjadi, dan jika Selat Hormuz tidak segera 'Dibuka untuk Bisnis,' kami akan mengakhiri 'kunjungan' kami yang menyenangkan di Iran dengan meledakkan dan menghancurkan sepenuhnya semua Pembangkit Listrik, Sumur Minyak, dan Pulau Kharg mereka (dan mungkin semua pabrik desalinasi!), yang sengaja belum kami 'sentuh'," kata Trump dilansir AFP, Senin (30/3).




(apu/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads