Dua wanita warga Desa Ketara, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), dipolisikan usai mengunggah video menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga berisi ulat. Keduanya Nana alias Baiq Restu Tunggal Kencana dan Jamiatul Munawarah dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.
Dikutip dari detikBali, Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah, AKP Punguan Hutahaean, membenarkan adanya laporan dan pemeriksaan terhadap Jamiatul. Punguan mengungkap laporan tersebut ditujukan kepada dua akun media sosial (medsos).
"Pelapor (Alman) melaporkan dua akun Facebook yang memposting berupa foto dan video makanan yang tampak ada ulat di dalam makanan tersebut," kata Punguan, Selasa (31/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Punguan mengatakan, kasus tersebut saat ini masih dalam proses penyelidikan Unit Tipidter Sat Reskrim Polres Lombok Tengah. Sampai saat ini sudah ada tiga orang telah dipanggil untuk memberikan klarifikasi hari ini.
"Status penyelidikan dan saat ini sedang dimintai klarifikasi terkait hal tersebut," ujar Punguan.
Laporan Pencemaran Nama Baik
Pemeriksaan terhadap dua pemilik akun medsos asal Lombok Tengah tersebut berdasarkan surat panggilan nomor: B/677/III/RES.2.5/2026/RESKRIM. Keduanya dipanggil penyidik Polres Lombok Tengah terkait dugaan pencemaran nama baik terhadap seorang Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia bernama Alman Putra sebagai pelapor.
Koordinator SPPI Kecamatan Pujut, Lalu Noval Urbaya, membenarkan Alman Putra merupakan bagian dari SPPI di wilayah tersebut. Namun, ia enggan menjelaskan lebih lanjut karena juga akan diperiksa sebagai saksi.
"Benar (dia SPPI). Saya juga diperiksa. Nunggu yang dua (Jamiatul dan Baiq Restu) itu dulu," kata Noval.
Kaget Dipolisikan
Sementara itu, salah seorang terlapor Jamiatul mengaku kaget setelah menerima surat panggilan dari Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Sat Reskrim Polres Lombok Tengah. Diketahui, laporan tersebut dilayangkan oleh seorang Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) bernama Alman Putra.
Jamiatul mengaku, dirinya tidak pernah menyinggung atau menyebut nama seseorang dalam unggahan tersebut. Jamiatul menegaskan unggahan tersebut hanya bertujuan untuk memberi tahu warganet agar mengecek menu MBG karena roti yang dibagikan kepada anaknya terdapat ulat.
"Padahal dalam postingan itu tidak terbesit pun nama instansi atau orang," ungkap Jamiatul seusai diperiksa di Polres Lombok Tengah, Selasa (31/3).
Jamiatul menambahkan, dirinya tidak memiliki niat buruk terhadap mitra Badan Gizi Nasional (BGN) maupun SPPI terkait. Dia berujar, BGN sendiri menganjurkan warga untuk melaporkan temuan menu MBG yang tidak sesuai spesifikasi.
"Saya memposting itu sebagai wujud kekhawatiran seorang ibu dan guru lah kepada anaknya. Akhirnya saya posting itu sebagai bentuk pengawasan kepada pemilik dapur untuk berbenah dan lebih teliti lagi," ujarnya.
Jamiatul mengaku heran dengan kondisi menu MBG yang diterima anaknya. Terlebih, dia melanjutkan, setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah memiliki ahli gizi yang bertugas memastikan setiap menu MBG layak dikonsumsi.
"Harapan saya sebagai ibu, tolonglah menunya semua yang disalurkan itu lebih teliti. Wajarlah saya khawatir, kan setiap dapur punya ahli gizi," imbuhnya.
(apl/apu)
