Video yang dinarasikan sejoli muda-mudi yang berbuat hal tidak senonoh ditempat umum, viral di media sosial. Diketahui aksi mesum itu dilakukan di PPAI Dimsum Tipes, Kecamatan Serengan, Kota Solo.
Dalam video berdurasi 1 menit 8 detik yang diunggah akun instagram @ppaidimsum, memperlihatkan adanya pasangan muda-mudi tengah duduk berdampingan. Kemudian si pria menyerongkan tubuhnya ke tubuh si wanita.
"Mas mbak, jujur minpai gak mau ikut campur masalah ini. Tapi tolong banget dong, jangan kotori tempat usaha kami, tempat dimana banyak orang mencari rezeki. Reminder, juga buat para pemilik usaha lain untuk selalu cek cek yaaaaa. Ini kejadian baru banget tadi siang soalnya," tulis dalam caption video tersebut seperti yang diunggah akun instagram @ppaidimsum, seperti dilihat detikJateng, Jumat (3/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga pukul 14.00 WIB ini, postingan itu sudah dilihat 201 ribu kali. Mendapatkan 2.368 like, dan 626 komentar.
Owner PPAI Dimsum, M Radya Bagaskoro, membenarkan kejadian adanya dugaan pasangan mesum di tempat usahanya. Dia sangat menyayangkan adanya kejadian tersebut.
Awalnya, dia mendapatkan laporan dari rekan kerjanya untuk mengecek rekaman CCTV di lantai outlet PPAI Dimsum Tipes pada Kamis (2/4) malam. Setelah ia mengecek rekaman CCTV, dia terkejut dan tidak menyangka jika ada pasangan yang diduga mesum tersebut.
"Saya pikir cuma biasa tidak separah itu. Karena saat saya dikasih lihat partner saya itu awalnya ciuman. Saat aku cek dari mereka datang sekitar jam 11.30 WIB sampak jam 14.30 WIB, itu ada part-partnya (yang lebih parah)," kata Radya, saat dihubungi detikJateng, Jumat (3/4/2026).
Dijelaskan, pasangan tersebut masih muda. Mereka datang pesan satu Dimsum Mantai, kemudian memilih tempat di lantai 2 yang kondisinya cukup sepi. Selama 3 jam mereka di sana, dengan alasan mengerjakan tugas.
Sementara itu, aktivitas lebih banyak di lantai 1. Sebab tempat pelayanan, kasir, dan mobilitas pelanggan banyak terjadi di lantai 1.
"Mereka datang, si cowok melihat CCTV dan sempat memindah CCTV agar mereka berada di blind spot. Tapi CCTV saya mengikuti gerak orang, ketika mereka bergerak CCTV balik," ucapnya.
Selama 3 jam di sana, Radya mengatakan jika sempat ada pengunjung lain yang datang selama sekitar 30 menit di lantai 2. Saat ada orang, pasangan tersebut bertindak normal.
Dalam aksi itu, dia mengatakan, si perempuan sempat menolak, tapi si laki-laki tetap memaksa. Radya tidak habis pikir kejadian itu bisa terjadi di tempat usahanya. Meski lantai 2 saat itu tengah sepi, tapi ruangan itu dikelilingi kaca dua arah.
Radya mengungkapkan tidak memiliki maksud untuk menyudutkan pasangan tersebut. Dia mencoba tidak memperlihatkan wajah keduanya, dan tidak mengenali pasangan tersebut. Namun dia hanya ingin memberikan edukasi supaya kejadian serupa tidak terulang lagi.
"Sebenarnya saya merilis itu buat imbauan pengusaha yang lain, supaya hal itu tidak kejadian lagi," terangnya.
"Saya tidak ada dendam dan masalah apapun, tapi saya kesal tempat usaha saya dinodai. Terlebih menurut kepercayaan saya ketika ada perilaku zina, tetangganya kena. Takutnya berimbas pada usaha kami," imbuhnya.
Ia tidak ingin memperpanjang masalah ini. Diharapkan dengan sanksi sosial ini dapat memberikan efek jera, dan pembelajaran bagi masyarakat lain.
"Saya stop ngasih ganjaran di Sosmed saja. Tujuannya agar owner-owner juga mempercayakan kamera CCTV ke PIC. Tapi owner juga jarang untuk mengawasi," kata dia.
"Ini pelakunya DM saya dengan second account, dia minta maaf dan meminta tidak disebarluaskan. Tapi dia minta maaf saja pakai second account tidak pakai akun aslinya," pungkasnya.
(apl/alg)
