Jokowi Ngaku Telepon Presiden UEA, Tanya Kapan Perang Selesai

Jokowi Ngaku Telepon Presiden UEA, Tanya Kapan Perang Selesai

Agil Trisetiawan Putra - detikJateng
Sabtu, 04 Apr 2026 13:36 WIB
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), di Hotel Sunan, Kota Solo, Sabtu (4/4/2026).
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), di Hotel Sunan, Kota Solo, Sabtu (4/4/2026). Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng
Solo -

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku sudah menelepon Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) untuk menanyakan soal perang hingga harga minyak.

Hal itu disampaikan Jokowi dalam pidato sambutannya dalam acara Halalbihalal dan Anniversary ke-1 Youtuber Nusantara dan konsolidasi Laskar Gibran di Hotel Sunan, Kota Solo, hari ini.

"Saya telepon saat perang baru tiga hari, saya telepon kakak saya di UEA yang mulia MBZ. Saya tanya yang mulia, kapan perangnya selesai. Baru mulai perangnya, saya tanya kapan kira-kira perangnya selesai. Dijawab, nggak pasti, dan nggak jelas," kata Jokowi dalam sambutannya di Hotel Sunan, Kota Solo, Sabtu (4/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diketahui, perang antara Israel-AS dengan Iran berimbas pada kenaikan harga minyak mentah dunia.

"Kemudian saya bertanya harga minyaknya akan sampai berapa, dijawab juga nggak pasti dan nggak jelas. Karena memang kalkulasinya sangat rumit dan sulit sekali," ujar Jokowi.

ADVERTISEMENT

Jokowi juga menyatakan sempat menghubungi salah satu menteri UEA untuk menyakan hal serupa. Namun, saat itu pemerintah UEA juga belum bisa memprediksi kapan perang akan selesai, dan bagaimana dampaknya terhadap harga minyak dunia.

"Saya ulang lagi telpon lagi menterinya di sana, jawabannya juga sama. Ini yang sudah di dalam lingkaran perang saja tidak bisa memperkirakan, apalagi kita yang ada di sini. Sangat sulit memperkirakan, memprediksi kapan perang selesai dan harga minyak pada harga normal lagi," ucap Jokowi.

Soal Harga BBM Tidak Naik

Diberitakan sebelumnya, Jokowi mengapresiasi kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang sampai hari ini tidak menaikan harga Bahan Bakan Minyak (BBM).

Hal itu disampaikan Jokowi saat mengisi sambutan pada acara Halalbihalal dan Anniversary ke-1 Youtuber Nusantara, dan konsolidasi Laskar Gibran di Hotel Sunan, Kota Solo, Sabtu (4/4/2026).

Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan negara sedang diguncang tiga tantangan besar, yakni perubahan iklim, tantangan geopolitik, dan disrupsi teknologi dengan adanya revolusi AI dan Humanoid Robotics.

Dalam penjelasannya terkait tantangan geopolitik, Jokowi mengatakan harga minyak dunia terus mengalami kenaikan dampak dari perang.

"Saya tahu perang Rusia dan Ukraina belum selesai, ditambah Israel dengan Palestina belum rampung, ditambah lagi sekarang ini Israel-AS dengan Iran yang menyebabkan ketidakpastian dunia, dan menyebabkan semua negara pusing menghadapi ketidakpastian ini," kata Jokowi dalam pidato sambutannya, Sabtu (4/4/2026).

Jokowi mengatakan, dari pantauannya pada Jumat (3/4) sore, harga minyak dunia saat ini sudah mencapai USD 108-112 per barel. Adapun harga sebelumnya sekitar USD 60-70 per barel.

Jika harga minyak dunia terus mengalami kenaikan, Jokowi mengatakan banyak negara yang tidak akan sanggup bertahan. Jokowi kemudian mengapresiasi pemerintah yang saat ini belum menaikkan harga BBM di dalam negeri.

"Tapi pemerintah kita di bawah kepimpinan Bapak Prabowo Subianto masih mampu mengendalikan dengan harga yang sama. Bayangkan, negara lain sudah naik 40-60 persen, kita tidak naik. Pertalite masih Rp 10 ribu, Pertamax mungkin harganya Rp 12.400-12.500, masih harga yang sama," ucapnya.

"Menurut saya ini sebuah keputusan yang berani, sebuah keputusan yang dihitung dengan kalkulasi yang detail dan matang. Sehingga keberanian itu menyebabkan beliau (Prabowo) memutuskan tidak naik sampai hari ini. Meskipun dengan resiko APBN yang kita harapkan masih mampu menahan lajunya harga minyak yang naik terus. Karena rampungnya kapan, nggak jelas," imbuhnya.




(dil/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads