Pendar Ribuan Lilin Terangi Khidmat Vigili Paskah di Katedral Semarang

Pendar Ribuan Lilin Terangi Khidmat Vigili Paskah di Katedral Semarang

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Sabtu, 04 Apr 2026 21:59 WIB
Ribuan lilin menerangi jalannya Vigili Paskah di Katedral Semarang, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Sabtu (4/4/2026).
Ribuan lilin menerangi jalannya Vigili Paskah di Katedral Semarang, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Sabtu (4/4/2026). Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJateng
Semarang -

Ribuan lilis yang dipegang para jemaat menerangi malam Vigili Paskah di Katedral Semarang, Randusari, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang. Uskup Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko, mengungkap makna dari pendar lilin tersebut.

Adapun Vigili Paskah atau Misa Paskah di Katedral Semarang dibagi menjadi dua sesi, Sabtu (4/4/2026). Sesi pertama berlangsung pada pukul 17.00 WIB dan sesi kedua pada pukul 21.00 WIB.

Pantauan detikJateng di lokasi malam ini, sesi pertama Misa Paskah di Katedral Semarang dipimpin langsung oleh Uskup Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam Vigili Paskah malam ini, tampak ribuan jemaat memegang lilin. Sementara lilin paling besar berada di luar gereja altar.

ADVERTISEMENT

Lantas, lilin besar dinyalakannya dan dibawa ke atas altar. Yang tersisa hanya sebagian kecil cahaya lampu.

Api dari lilin besar kemudian dibagikan ke lilin-lilin yang dipegang para jemaat. Tampak perlahan pendar lilin mulai menerangi seisi gereja.

Ribuan lilin menerangi jalannya Vigili Paskah di Katedral Semarang, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Sabtu (4/4/2026).Ribuan lilin menerangi jalannya Vigili Paskah di Katedral Semarang, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Sabtu (4/4/2026). Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJateng

Uskup Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko, mengaku begitu senang dengan banyaknya jemaat yang datang mengikuti malam Misa Paskah di Katedral Semarang.

"Saya sangat senang sekali pada malam hari ini bisa merayakan Paskah dengan umat di Katedral ini. Ada begitu banyak umat yang hadir dan menyemarakkan," jelasnya saat ditemui detikJateng di Katedral Semarang malam ini.

Dia mengatakan, suasana Misa Paskah pun dipenuhi kegembiraan usai umat Katolik telah menuntaskan puasa selama 40 hari.

"Dan yang jelas suasana penuh sukacita, penuh kegembiraan setelah 40 hari kita berpantang dan berpuasa membangun semangat pertobatan. Hari ini kita merasakan Tuhan yang sungguh hadir menyelamatkan umat manusia," ungkapnya.

"Maka yang menjadi tekad kita bersama adalah mewartakan kabar sukacita ini dengan membangun persaudaraan yang sejati. Sehingga, lalu kebahagiaan menjadi semakin banyak dirasakan banyak orang dan mereka mengalami damai sejahtera. Itu yang kita coba untuk dikembangkan dalam kehidupan bersama dengan masyarakat," lanjutnya.

Ribuan lilin menerangi jalannya Vigili Paskah di Katedral Semarang, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Sabtu (4/4/2026).Ribuan lilin menerangi jalannya Vigili Paskah di Katedral Semarang, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Sabtu (4/4/2026). Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJateng

Makna Lilin di Malam Misa Paskah

Mgr. Robertus Rubiyatmoko menjelaskan pendar lilin melambangkan Kristus sebagai Sang Cahaya. Dijelaskannya, sinar-Nya sebagai penghalau kegelapan.

"Lilin Paskah yang bercahaya adalah lambang Kristus Sang Cahaya. Cahaya yang memancarkan sinarnya menghalau kegelapan," tuturnya.

"Itu menjadi lambang dari Kristus yang datang untuk menghalau kejahatan, kuasa kejahatan, kuasa kegelapan yang ada dalam diri kita masing-masing. Maka kehadiran-Nya sungguh-sungguh menjadi sumber keselamatan," lanjutnya.

Dia mengungkapkan, keselamatan tak lepas dari penderitaan Kristus. Umat Katolik pun bersukacita atas keselamatan yang dibawa Yesus.

"Nah, keselamatan ini tidak pernah bisa dilepaskan dari hidup penderitaan dan salib-Nya dan wafat-Nya di kayu salib. Maka kita semua bersukacita bahwa bahwa Bapa Yesus itu sungguh membawa dampak keselamatan bagi umat manusia," katanya.

"Tentu saja ini iman Katolik, ya, bahwa Kristus datang tidak hanya untuk orang-orang Katolik namun juga untuk seluruh umat manusia," pungkasnya.




(afn/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads