Badan-badan intelijen Amerika Serikat (AS) mengakui kemampuan Iran memperbaiki 'bunker rudal bawah tanah'. Iran disebut mampu memulihkan operasional hanya dalam hitungan jam setelah diserang.
Laporan intelijen AS, yang dikutip New York Times (NYT) dan dilansir Press TV, Senin (6/4/2206), menyebutkan agen-agen Iran telah menggali bunker dan silo (tempat penyimpanan rudal) yang terkena serangan udara AS dan Israel beberapa waktu terakhir.
Presiden AS Donald Trump berulang kali mengklaim Washington telah mencapai 'kemajuan substansial' dalam melemahkan kemampuan rudal Teheran. Pentagon juga mengklaim pekan ini pasukan AS telah menyerang 11.000 target di wilayah Iran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun menurut laporan intelijen AS, Iran masih memiliki kemampuan untuk menggunakan sisa persenjataan rudal balistik dan peluncur rudalnya untuk menyerang Israel, serta aset-aset dan pangkalan militer AS di kawasan tersebut.
"Bunker, gua, atau silo bawah tanah mungkin tampak rusak pada awalnya; pada kenyataannya, Iran mampu dengan cepat menggali peluncur tersebut dan menembakkannya kembali," sebut laporan intelijen AS, dikutip dari detikNews, Senin (6/4/2026).
Laporan intelijen itu meragukan klaim pemerintahan Trump bahwa AS sedang menghancurkan kemampuan rudal Iran, yang menjadi tujuan utama yang menurut AS ingin dicapai dalam perang melawan Iran.
(aku/ahr)
