Anjloknya Kereta Api (KA) Bangunkarta rute Jombang-Pasarsenen Jakarta di Bumiayu, Brebes, berdampak pada molornya perjalanan KA menuju Malang. Waktu tempuh KA Gajayana disebut menjadi bertambah sekitar 2-3 jam lantaran harus lewat jalur alternatif.
Dilansir detikJatim, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 8 Surabaya melakukan penyesuaian pola operasi terkait insiden anjloknya KA Bangunkarta di Bumiayu. KA Gajayana pun harus memutar sehingga mengalami keterlambatan signifikan.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono, mengatakan pengalihan rute ditempuh demi memastikan perjalanan tetap berlanjut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan diberlakukannya pola operasi memutar tersebut, satu perjalanan kereta api menuju ke Stasiun Malang harus menempuh lintas alternatif. Hal ini berdampak pada bertambahnya waktu tempuh berkisar antara 120 hingga 180 menit," kata Mahendro dalam keterangan tertulis, Senin (6/4/2026).
Kereta yang terdampak langsung menuju wilayah Daop 8 adalah KA Gajayana (Relasi Gambir-Malang). Pihak KAI menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan oleh para penumpang akibat perubahan jalur ini.
"Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan keselamatan dan pelayanan, serta memastikan seluruh perjalanan kereta api dapat kembali berjalan aman dan lancar," ujar Mahendro.
Mahendro menambahkan, untuk jadwal keberangkatan kereta api dari Stasiun Malang pada besok masih terpantau aman.
"Untuk keberangkatan kereta api pada esok hari di Stasiun Malang secara umum masih berjalan normal dan sesuai jadwal," tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, rangkaian KA Bangunkarta anjlok di emplasemen Bumiayu (km 312+1, wesel 21A dan 21B) pada Senin (6/4) sekitar pukul 14.15 WIB.
"Tiga rangkaian Kereta Bangunkarta anjlok di Bumiayu perjalanan dari Jombang ke Pasar Senen. Untuk penyebab anjloknya rangkaian kereta kami belum mengetahui, saat ini masih fokus penanganan penumpang evakuasi gerbong," ujar Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As'ad Habibuddin, sore tadi.
(dil/dil)
