Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sragen menerjunkan tim untuk menelusuri kronologi tewasnya WA, siswa kelas 8 SMP Negeri 2 Sumberlawang yang diduga terlibat perkelahian pada Selasa (7/4/2026). Hingga saat ini, pihak dinas masih menunggu hasil visum resmi dari pihak kepolisian.
Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Bidang SMP Disdikbud Sragen, Yuni Susilawati, mengatakan pihaknya tengah mengumpulkan keterangan di lokasi kejadian. Namun, pihaknya menyebut kronologi pasti peristiwa tersebut masih simpang siur.
"Kami juga tim dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan datang ke sini juga sedang dalam rangka mencari kronologi kejadian. Nah, ini kami juga belum jelas, akhirnya nanti menunggu sampai hasil visum dari polisi muncul," ujar Yuni saat ditemui di lokasi, Selasa (7/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yuni mengonfirmasi bahwa insiden tersebut melibatkan sesama siswa kelas 8. Ia juga menegaskan bahwa saat kejadian, aktivitas belajar mengajar di sekolah sedang berlangsung normal.
"Sesama kelas 8. Iya (diduga perkelahian?) Tidak ada unsur dari bapak-ibu guru karena mereka juga ini sedang ada proses TKA (Tes Kemampuan Akademik), kemudian juga sedang proses pembelajaran," jelasnya.
Terkait kondisi korban, Yuni membenarkan bahwa siswa berinisial WA tersebut telah meninggal dunia. Saat ini, jenazah korban masih berada di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen untuk menjalani proses pemeriksaan medis.
"Saat ini masih divisum di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Kepala Sekolah saat ini masih mendampingi. Kami juga di sini proses mendampingi bapak-ibu guru yang ada di sini," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Kapolsek Sumberlawang AKP Sumardji mengatakan memang ada laporan pada Selasa (7/4) siang bahwa ada siswa yang tewas di sekolah diduga karena perkelahian.
"Iya betul," katanya dihubungi detikJateng saat ditanya soal kabar perkelahian hingga menyebabkan siswa meninggal dunia, Selasa (7/4/2026).
Polisi Periksa 5 Saksi
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sragen memeriksa lima orang saksi buntut siswa kelas 8 berinisial WAP (16) meninggal dunia diduga karena perkelahian. Polres Sragen juga telah menggelar olah TKP di SMP Negeri 2 Sumberlawang, Sragen.
"Saksi-saksi yang melihat juga kita hadirkan untuk lebih membuat terang gambaran situasi TKP. Terus kemudian proses ini masih berlangsung dan tentunya kami nanti akan melaksanakan pemeriksaan terhadap beberapa saksi yang melihat kejadian. Ada lima saksi," kata Kasat Reskrim Polres Sragen AKP Catur Agus Yudo Praseno, Selasa (7/4/2026).
Catur belum bisa merinci terkait kronologi maupun motif yang menyebabkan siswa berinisial WAP itu tewas. Ia mengaku masih mengumpulkan bukti-bukti lebih lanjut.
"Ya, ini kan baru olah TKP. Hasilnya olah TKP nanti kita apa namanya padukan dengan keterangan saksi-saksi. Kalau panjenengan tanya kronologi awal, tanya motif dan sebagainya, kami belum bisa menjawab," ucapnya.
"Biarlah nanti kami sajikan secara utuh setelah kami tentunya mendapatkan alat bukti yang lengkap termasuk ya Scientific Crime Investigation, bukti ilmiah yang kami peroleh dari Tim Dokkes Polda Jateng ya," bebernya.
Sementara itu Kepala SMP Negeri 2 Sumberlawang, Agung Jatmiko mengatakan sebelum kejadian korban sempat bercanda dengan teman-temannya. Ia mengatakan, saat itu korban berada di dekat tembok lalu jatuh tersungkur.
"Kan awalnya hanya guyonan toh tadi. Hanya guyonan ngomong-ngomong itu dan kebetulan kejadiannya di tempat ada tembok itu tadi. Dari rekonstruksi korban jatuh tersungkur," ucapnya.
Agung mengatakan korban sempat dibawa ke puskesmas untuk mendapat pertolongan. WAP meninggal saat di puskesmas.
"Ya tadi kan dibawa kawannya, begitu jatuh dibawa kawannya ke UKS. Sampai UKS diambil Bapak Guru langsung dibawa ke Puskesmas. Perjalanan masih sadar, tapi di Puskesmas tadi terus dinyatakan meninggal di Puskesmas," pungkasnya.
(apl/alg)
