Pemkab Boyolali Tunda Lelang Proyek Fisik Imbas Harga Semen-Aspal Naik

Pemkab Boyolali Tunda Lelang Proyek Fisik Imbas Harga Semen-Aspal Naik

Jarmaji - detikJateng
Rabu, 08 Apr 2026 14:56 WIB
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai melakukan perbaikan terhadap ribuan jalan berlubang yang tersebar di berbagai wilayah ibu kota. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, terutama setelah tingginya curah hujan yang memicu kerusakan infrastruktur jalan.
Ilustrasi proyek fisik pemerintah. Foto: Ari Saputra/detikFoto
Boyolali -

Proses lelang proyek infrastruktur di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali ternyata ikut terdampak perang AS-Israel dengan Iran. Sejumlah bahan bangunan mengalami kenaikan dampak konflik sehingga lelang proyek terpaksa harus mundur karena menunggu penghitungan kembali standar harga satuan (SHS).

"Setelah lebaran itu sebenarnya kita sudah siap (pengadaan) waktu itu. Tapi kemudian ada informasi per tanggal 1 April (2026) itu akan ada rencana kenaikan harga aspal, semen plus besi. Akhirnya kita tunggu dulu untuk harga itu, dan betul per tanggal 1 April itu ada kenaikan harga," kata Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Boyolali, Ahmad Gojali, ditemui usia mengikuti Pansus di DPRD Boyolali, Rabu (8/4/2026).

Dikemukakan Gojali, per tanggal 1 April 2026 itu sejumlah bahan bangunan mengalami kenaikan. Seperti untuk besi, rata-rata mengalami kenaikan Rp 500 sampai Rp 1.000 per kilogram. Kemudian semen juga mengalami kenaikan. Saat ini yang beratnya 50 kg, harganya mencapai Rp 60-an ribu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk aspal mengalami kenaikan kurang lebih 24 persen," jelasnya.

Menurut dia, kenaikan harga bahan bangunan tersebut merupakan imbas konflik Timur Tengah yang berdampak harga minyak dunia melonjak. Sehingga harga-harga turunan minyak ini, termasuk aspal, plastik juga ikut naik.

ADVERTISEMENT

"Iya (imbas perang di timur tengah), geopolitik itu," imbuh dia.

Karena kenaikan harga tersebut, lelang pengadaan saat ini masih menunggu Standar Harga Satuan (SHS) yang sedang dalam proses. Selanjutnya akan dilaporkan ke Bupati, sehingga diharapkan segera direview Inspektorat, dan nanti akan menjadi dasar penyesuaian Rencana Anggaran Belanja (RAB).

"Saat ini terkait SHS-nya sedang kita proses. Kita harapkan Jumat ini kita mau naikkan ke Pak Bupati, sehingga diharapkan juga segera di-review dari Inspektorat. Nanti sebagai dasar kita untuk penyesuaian RAB," terang dia.

Dengan adanya kenaikan harga bahan bangunan itu, kata Gojali, juga berdampak pada kenaikan anggaran pembangunan. Namun, kemungkinan besaran pagu anggarannya tetap. Tetapi volume pekerjaan yang dikurangi.

"Kemungkinan (anggaran membengkak). Tapi nanti paling penyesuaian bangunan yang akan kita bangun. Bisa saja ada pengurangan volume, mungkin ada item-item yang dikeluarkan yang mungkin masih bisa ditindaklanjuti di kegiatan berikutnya," paparnya.

Ini berlaku ke semua kegiatan infrastruktur. Semua proses lelang proyek fisik sementara ini menunggu dulu SHS yang baru keluar.

"Bukan dihentikan. Sementara menunggu penyesuaian SHS itu. Yang PL (penunjukkan langsung) kan sudah ada yang berjalan beberapa. Yang kemarin sudah berjalan kan tetap dijalankan, cuma yang ini yang baru mau proses, baru menunggu SHS yang baru," tegasnya.




(alg/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads