Demi Efisiensi, Bambang ASN Banyumas Pilih Lari 8 Km buat Ngantor

Demi Efisiensi, Bambang ASN Banyumas Pilih Lari 8 Km buat Ngantor

Anang Firmansyah - detikJateng
Kamis, 09 Apr 2026 10:16 WIB
ASN Setda Banyumas, Bambang Agus Setiyawan berangkat kantor ke lingkungan Pemkab Banyumas dengan berlari dari rumahnya yang jarak 8 km, Kamis (9/4/2026).
ASN Setda Banyumas, Bambang Agus Setiyawan berangkat kantor ke lingkungan Pemkab Banyumas dengan berlari dari rumahnya yang jarak 8 km, Kamis (9/4/2026). Foto: Anang Firmansyah/detikJateng
Banyumas -

Aparatur Sipil Negara (ASN) sudah diimbau supaya melakukan efisiensi terkait energi. Di Kabupaten Banyumas, seorang ASN memilih berangkat kerja dengan lari sejauh 8 kilometer dari rumahnya ke kantor.

Adalah Bambang Agus Setiyawan (46), staf Bagian Umum dan Prokompim Banyumas, yang rutin menempuh perjalanan dari Desa Tambaksogra, Kecamatan Sumbang menuju kantor dengan berlari. Kebiasaan ini sebenarnya sudah ia lakukan jauh sebelum adanya imbauan efisiensi energi dari pemerintah.

"Pada intinya saya memang dari awal sudah suka lari, karena merasakan manfaatnya, terutama untuk kesehatan. Jadi sebelum ada edaran pun saya sudah beberapa kali lari dari rumah ke kantor," kata Bambang kepada detikJateng, Kamis (9/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengaku, imbauan penggunaan transportasi ramah lingkungan seperti sepeda atau kendaraan listrik dari pemerintah justru semakin memotivasinya. Apalagi, menurutnya, langkah kecil seperti berlari juga bisa menjadi kontribusi nyata dalam penghematan bahan bakar dan pengurangan emisi.

ADVERTISEMENT

"Saya berpikir, ya sudah saya mulai dari diri saya sendiri. Selain untuk kesehatan, juga sedikit banyak ikut membantu program pemerintah untuk menghemat BBM dan mengurangi emisi gas buang," jelasnya.

Dalam sekali perjalanan, Bambang menempuh jarak sekitar 8 kilometer dengan waktu tempuh 45 menit hingga 1 jam. Ia biasanya berangkat sekitar pukul 05.30 WIB agar tetap punya waktu cukup untuk bersiap sebelum jam kerja.

"Ya lari standar lah, paling pace 7 atau 8. Nggak yang ngoyo banget. Tetap mengukur kemampuan diri," ungkap dia.

Meski rutin, ia tidak memaksakan diri untuk berlari setiap hari. Bambang menyadari pentingnya waktu istirahat agar tubuh tetap bugar.

"Kalau rutin iya, tapi tidak setiap hari. Dalam olahraga itu kita juga butuh rest, karena kita bukan atlet profesional," ujarnya.

Soal manajemen waktu, Bambang mengaku harus pintar membagi peran, terutama di rumah. Ia memastikan aktivitas larinya tidak mengganggu tanggung jawab keluarga.

"Saya tidak ingin menjadikan hobi ini beban bagi keluarga. Jadi kewajiban di rumah tetap saya kerjakan, tinggal bagaimana mengatur waktunya saja," katanya.

Untuk menunjang aktivitasnya, ia juga menyiapkan perlengkapan sejak sehari sebelumnya. Mulai dari pakaian kerja hingga sepatu sudah disiapkan di kantor, sementara barang penting seperti tablet dibawa menggunakan tas lari.

Sesampainya di kantor sekitar pukul 06.45 WIB, ia masih punya waktu untuk pendinginan dan mandi sebelum mulai bekerja. Menariknya, Bambang justru merasa lebih segar setelah berlari.

"Justru malah fresh. Aliran darah lebih lancar, badan terasa lebih siap untuk bekerja," ungkapnya.

Perubahan terbesar yang ia rasakan adalah kondisi kesehatan yang jauh lebih baik. Ia mengaku dulunya mudah sakit, namun kini keluhan tersebut hampir tidak pernah dirasakan lagi.

"Saya dulu gampang sakit, kurang tidur sedikit sakit, kena angin sedikit sakit. Tapi setelah rutin lari, hampir tidak pernah ada keluhan seperti itu lagi," tuturnya.

Bambang mulai serius berlari sejak Agustus 2024. Dalam kurun waktu hampir dua tahun, berat badannya turun drastis dari sekitar 88 kilogram menjadi 72-73 kilogram.

Sejauh ini dirinya mengaku masih belum bisa berlari berangkat ke kantor dengan berlari setiap hari. Tapi setidaknya dalam seminggu ia lakukan satu kali.

"Kan imbauan ini baru minggu kemarin ya. Kalau lari sih memang hampir setiap hari. Cuma kalau berangkat kantor setiap hari harus berlari belum bisa. Paling nanti saya menyiasati setiap dua atau tiga hari sekali," paparnya.

"Misal saya hari ini berangkat ke kantor naik sepeda motor. Terus sore pulangnya saya lari. Besok paginya saya berangkat lari, sorenya balik naik sepeda motor. Tapi ya lihat cuaca juga, kalau hujan ya tidak memungkinkan," pungkasnya.




(apu/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads