Menhan Pakistan: Israel Itu Jahat dan Kutukan bagi Umat Manusia

Internasional

Menhan Pakistan: Israel Itu Jahat dan Kutukan bagi Umat Manusia

Novi Christiastuti - detikJateng
Jumat, 10 Apr 2026 15:40 WIB
A man stands next to a vehicle near the last remaining bridge linking southern Lebanon to the rest of the country after it was struck on Wednesday by Israel, in Qasmiyeh, Lebanon, April 9, 2026. Picture taken with a mobile phone. REUTERS/Stringer
Penampakan Lebanon yang rusak akibat diserang Israel. Foto: REUTERS/Stringer
Solo -

Menteri Pertahanan (Menhan) Pakistan, Khawaja Muhammad Asif, memberikan kritikan secara keras kepada Israel. Ia menyoroti Tel Aviv yang masih menggempur markas kelompok Hizbullah di Lebanon.

Dilansir Press TV dan Anadolu via detikNews Jumat (10/4/2026), Asif secara terang-terangan menyebut Israel 'jahat' karena terus menyangkal gencatan senjata, yang disepakati Amerika Serikat (AS) dan Iran dimediasi Pakistan, juga berlaku di Lebanon.

"Israel itu jahat dan kutukan bagi umat manusia, sementara perundingan damai sedang berlangsung di Islamabad, genosida sedang dilakukan di Lebanon," sebut Asif dalam pernyataan via media sosial X, pada Kamis (9/4) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Warga sipil tidak bersalah dibunuh oleh Israel, pertama Gaza, kemudian Iran, dan sekarang Lebanon, pertumpahan darah terus berlanjut tanpa henti," kecamnya.

ADVERTISEMENT

Israel Digambarkan sebagai Kanker

Asif kemudian menggambarkan Israel sebagai 'negara kanker', yang secara paksa ditanamkan di Palestina. Ia menggarisbawahi, keberadaan Negeri Zionis itu hanya membawa kehancuran dan ketidakstabilan bagi kawasan serta dunia lebih luas.

Asif juga mengatakan bahwa dirinya berharap mereka yang menciptakan Israel di tanah Palestina "terbakar di neraka".

"Saya berharap dan berdoa agar orang-orang yang menciptakan negara kanker ini di tanah Palestina, yang bertujuan untuk menyingkirkan orang-orang Yahudi di Eropa, terbakar di neraka," tulisnya.

Serangan Israel Tewaskan 300 Orang

Kecaman keras Asif tersebut terjadi ketika Israel meningkatkan serangan udaranya di seluruh wilayah Lebanon, sejak Rabu (8/4). Serangan itu menewaskan 303 orang dan melukai 1.150 orang lainnya meski sudah ada pengumuman gencatan senjata antara AS dan Iran selama dua minggu.

Pakistan sebagai mediator menegaskan gencatan senjata mencakup Lebanon, dengan Iran menyampaikan penegasan serupa. Namun Israel dan sekutu dekatnya, AS, membantah hal tersebut.

Upaya diplomatik sedang berlangsung, dengan dimediasi Pakistan, terkait gencatan senjata selama dua minggu yang disepakati AS-Iran pada Selasa (7/4).




(apu/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads