Selat Malaka dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia. Setiap harinya, ribuan kapal dari berbagai negara melintasi kawasan ini untuk menghubungkan perdagangan internasional antara Asia, Timur Tengah, hingga Eropa.
Namun di balik aktivitasnya yang padat, Selat Malaka juga menyimpan berbagai cerita misterius yang hingga kini masih menjadi perbincangan. Beberapa kisah bahkan berkembang menjadi legenda dan menarik untuk ditelusuri. Lantas, apa saja misteri yang ada di Selat Malaka?
Sebelum itu, tidak ada salahnya untuk mengenal Selat Malaka terlebih dulu yang dirangkum dari artikel ilmiah Kedudukan Selat Malaka sebagai Perairan Teritorial dan Jalur Pelayaran Internasional Ditinjau dari Segi Politik Internasional oleh Asnani Usman dalam Jurnal CSIS, berikut ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenal Selat Malaka
Selat Malaka merupakan perairan yang terletak di antara Semenanjung Malaya dan Pulau Sumatera. Selat ini memiliki panjang sekitar 650 mil dengan lebar maksimal mencapai 250 mil, sementara pada titik tersempitnya hanya sekitar 8,4 mil. Kedalaman lautnya pun bervariasi, di bagian utara bisa mencapai 90 hingga 100 meter, sedangkan di bagian selatan relatif lebih dangkal.
Kondisi geografis Selat Malaka cukup kompleks karena terdapat banyak pulau kecil, karang, serta titik-titik perairan dangkal. Bahkan, sejak tahun 1970 tercatat terdapat 37 area dangkal yang dapat membahayakan pelayaran.
Meski demikian, letaknya yang strategis menjadikan Selat Malaka sebagai jalur penghubung antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik melalui Laut Cina Selatan. Posisi ini membuatnya menjadi pintu gerbang pelayaran utama bagi kapal dari Eropa, Timur Tengah, dan India menuju kawasan Asia Tenggara.
Daftar Misteri Selat Malaka yang Terkenal
Selat Malaka tak hanya dikenal sebagai wilayah perairan yang sibuk dan dilalui banyak kapal dari belahan dunia. Namun, juga dikenal karena misteri-misteri yang menyelimutinya. Berikut sejumlah misteri Selat Malaka yang dirangkum dari dari artikel ilmiah Orang Laut - Bajak Laut - Raja Laut: Teori Adrian B. Lapian dalam Pola Masyarakat Maritim Kerajaan Sriwijaya oleh Heru Mulyanto dalam Jurnal Kajian Budaya, dokumen Misteri Tenggelamnya SS Ourang Medan di Selat Malaka 1948 oleh Muhammad Joshua Y.B., dan laman detikNews.
1. Kapal Flor Da La Mor
Misteri pertama yang menyelimuti Selat Malaka adalah kisah tenggelamnya kapal legendaris milik Portugis, Flor de la Mar atau yang juga dikenal sebagai Flor Do Mor. Bahkan, kapal ini menjadi perbincangan hingga kini, terutama di kalangan pemburu harta karun, karena diyakini membawa muatan yang sangat berharga.
Flor de la Mar berarti "Flower of the Sea", jika dalam bahasa Indonesi Bunga Laut, merupakan kapal besar yang dibuat pada tahun 1502. Kapal ini dikenal sebagai salah satu kapal terkuat pada masanya dan digunakan untuk keperluan ekspedisi serta logistik. kabarnya, kapal ini dipimpin oleh penjelajah terkenal Afonso de Albuquerque, yang berperan penting dalam ekspansi Portugis di wilayah Asia.
Tak hanya itu, kapal ini juga diketahui berada di bawah perintah Raja Inggirs. Maka tak heran jika mengangkut berbagai harta berharga seperti emas dan benda berharga. Kapal tersebut berlayar dari wilayah Goa di India, melewati Selat Malaka, sebagai bagian dari jalur perdagangan dan ekspedisi ke Timur.
Namun, nasib tragis menimpa Flor de la Mar ketika kapal tersebut karam sekitar tahun 1511 di perairan sekitar Selat Malaka. Hingga kini, lokasi pasti bangkai kapal tersebut masih belum diketahui secara pasti, meskipun banyak pihak meyakini bahwa kapal ini tenggelam di wilayah Selat Malaka.
Karena membawa muatan yang sangat besar nilainya, Flor de la Mar kerap disebut sebagai salah satu kapal karam dengan harta karun terbesar dalam sejarah. Jika suatu saat berhasil ditemukan, kapal ini diperkirakan akan menjadi penemuan luar biasa, baik dari sisi nilai ekonomi maupun nilai sejarah.
2. Perompak Sriwijaya
Kisah lain yang tak kalah menarik dari Selat Malaka datang dari masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya. Pada masa itu, kelompok perompak laut justru tidak sepenuhnya dianggap sebagai ancaman, melainkan dimanfaatkan sebagai bagian dari strategi kekuatan maritim kerajaan.
Sriwijaya diketahui menjalin kerja sama dengan para ketua kelompok perompak melalui sistem kontrak yang saling menguntungkan. Para perompak yang sebelumnya beroperasi secara bebas kemudian diintegrasikan ke dalam sistem pertahanan laut kerajaan. Mereka dilatih dan diarahkan untuk membantu menjaga keamanan jalur pelayaran di Selat Malaka.
Dalam praktiknya, kelompok ini bertugas memantau aktivitas kapal yang melintas, mengawasi jalur perdagangan, hingga memaksa kapal-kapal asing untuk singgah di wilayah Sriwijaya. Jika ada kapal yang mencoba melewati Selat Malaka tanpa berhenti untuk berdagang, armada Sriwijaya akan melakukan serangan gabungan. Strategi ini membuat Sriwijaya mampu mengontrol arus perdagangan dan menjadikan wilayahnya sebagai pusat pelayaran penting pada masanya.
Menariknya, sistem ini lebih tepat disebut sebagai privateering, yaitu praktik perekrutan kapal atau kelompok swasta oleh pemerintah untuk kepentingan tertentu, terutama dalam konteks penguasaan wilayah laut. Berbeda dengan bajak laut biasa yang tidak berada di bawah otoritas resmi, kelompok perompak yang bekerja sama dengan Sriwijaya justru tunduk pada kekuasaan kerajaan.
Sebelum diintegrasikan, mereka memang dapat disebut sebagai perompak. Namun setelah menjadi bagian dari sistem resmi kerajaan, peran mereka berubah menjadi semacam armada pendukung yang sah. Bahkan, pada masa itu Sriwijaya juga menggunakan rantai besi sebagai penghalang di perairan untuk melindungi wilayahnya dari ancaman luar.
Strategi cerdas ini menjadi salah satu faktor yang membuat Sriwijaya dikenal sebagai kekuatan maritim besar di Asia Tenggara. Dengan menguasai Selat Malaka, kerajaan ini mampu mengendalikan lalu lintas perdagangan internasional sekaligus memperkuat posisinya sebagai pusat ekonomi dan pelayaran dunia.
3. Kapal SS Ourang Medan
Salah satu misteri paling terkenal dari Selat Malaka adalah kisah kapal SS Ourang Medan yang hingga kini masih menjadi perdebatan. Pada Mei 1952, lembaga angkatan bersenjata Amerika Serikat, US National Coast Guard (kini US Coast Guard), merilis laporan dalam artikel Proceedings of the Merchant Marine Council. Laporan tersebut mengungkap kejadian misterius yang terjadi beberapa tahun sebelumnya, tepatnya pada Februari 1948.
Dalam laporan itu disebutkan bahwa dua kapal Amerika Serikat, yaitu City of Baltimore dan Silver Star, menerima sinyal SOS mendadak dari sebuah kapal bernama SS Ourang Medan. Sinyal tersebut dikirim melalui kode morse dan menimbulkan kepanikan karena tidak disertai penjelasan yang jelas.
Beberapa jam kemudian, kapal Silver Star berhasil menemukan lokasi sumber sinyal tersebut. Saat tiba di lokasi, mereka mendapati pemandangan mengerikan: beberapa hiu terlihat memakan mayat yang diduga jatuh dari kapal. Ketika mencoba melakukan komunikasi menggunakan radio maupun sinyal bendera, tidak ada respons sama sekali dari kapal tersebut.
Tim kecil kemudian dikirim untuk memeriksa kondisi kapal. Setibanya di atas dek, mereka menemukan banyak mayat awak kapal yang bergelimpangan. Anehnya, tidak ditemukan tanda-tanda luka atau cedera pada tubuh para korban, sehingga penyebab kematian mereka menjadi misteri. Selain itu, kapal juga ditemukan dalam kondisi nil cargo atau tanpa muatan.
Tidak lama setelah itu, tim menemukan adanya kebakaran di bagian kargo nomor 4. Api dengan cepat menyebar ke seluruh kapal, memaksa tim penyelamat segera meninggalkan lokasi. Hanya dalam hitungan menit, SS Ourang Medan meledak hebat dan akhirnya tenggelam.
Sejumlah teori kemudian muncul untuk menjelaskan kejadian ini. Salah satu yang paling masuk akal adalah kebocoran gas karbon monoksida. Kapal SS Ourang Medan merupakan jenis kapal uap (steam ship) yang menggunakan sistem pembakaran mesin. Dalam kondisi tertentu, pembakaran yang tidak sempurna dapat menghasilkan gas karbon monoksida yang sangat beracun.
Diduga, terjadi malfungsi pada sistem boiler sehingga gas tersebut bocor dan menyebar ke seluruh bagian kapal. Awak kapal kemungkinan mengalami keracunan secara tiba-tiba, bahkan sebelum sempat menyelamatkan diri. Hal ini juga dapat menjelaskan mengapa tidak ditemukan luka pada tubuh korban, serta adanya mayat yang jatuh ke laut dan dimakan hiu.
Jadi, itulah beberapa kisah misterius di Selat Malaka yang terkenal dan melegenda hingga saat ini.
Artikel ini ditulis oleh Khofifah Azzahro peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik.
(sto/apl)
