Iran memberikan ancaman setelah Amerika Serikat (AS) memblokade perairan sekitar Selat Hormuz. Teheran mewanti-wanti kapal Negeri Paman Sam akan hancur oleh rudal mereka.
Diketahui, atas perintah Presiden Donald Trump, Washington memblokir kawasan sekitar Hormuz. Langkah itu merespons Iran yang sudah memblokade pelayaran itu jalur itu sejak perang yang diwarnai serangan gabungan AS-Israel pecah pada 28 Februari lalu.
"Tuan Trump ingin menjadi polisi di Selat Hormuz. Apakah ini benar-benar tugas Anda? Apakah ini tugas tentara yang kuat seperti AS?" kata Mohsen Rezaei, mantan panglima tertinggi Garda Revolusi Iran, yang ditunjuk sebagai penasihat militer Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei bulan lalu, seperti dilansir AFP via detikNews, Kamis (16/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kapal-kapal Anda ini akan ditenggelamkan oleh rudal-rudal pertama kami dan telah menciptakan bahaya besar bagi militer AS. Mereka pasti dapat terkena rudal-rudal kami dan kami dapat menghancurkan mereka," tegas Rezaei dalam pernyataan kepada televisi pemerintah Iran pada Rabu (15/4).
Rezaei, yang dianggap tokoh garis keras Iran, bahkan pernah mengatakan di dalam Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) bahwa bakal "hebat" bila AS sampai melancarkan invasi darat menyerang mereka. "Kita akan menyandera ribuan orang, dan untuk setiap sandera, kita akan mendapatkan US$ 1 miliar," kata dia.
Dikenal sebagai veteran dan tokoh terkemuka di Iran, Rezaei memimpin unit elite militer Iran tersebut pada periode 1981 hingga 1997 silam.
Tanpa memberikan detail lebih lanjut, dia menyatakan: "Saya sama sekali tidak mendukung perpanjangan gencatan senjata dan ini adalah pandangan pribadi."
Diketahui sebelumnya, AS memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran di kawasan tersebut sejak awal pekan ini. Washington bermaksud menekan Iran supaya membuka kembali Selat Hormuz, dan memaksa mereka kembali ke meja perundingan.
Trump menginstruksikan blokade itu setelah negosiasi antara AS dan Iran di Islamabad, Pakistan, akhir pekan lalu gagal. Perundingan tersebut awalnya dimaksudkan untuk menyelesaikan gencatan senjata dua negara.
Namun penolakan Iran untuk meninggalkan ambisi nuklir dan perselisihan kedua negara soal pengayaan uranium Teheran menghambat tercapainya kesepakatan.
Pekan ini, militer AS menegaskan bahwa blokade laut itu sepenuhnya telah menghentikan perdagangan yang masuk dan keluar dari Iran melalui jalur laut.
(apu/afn)
