Ditolak Saat Bayar Pakai KTP, Pembeli Ancam Ledakkan Minimarket di Semarang

Ditolak Saat Bayar Pakai KTP, Pembeli Ancam Ledakkan Minimarket di Semarang

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Jumat, 17 Apr 2026 10:07 WIB
Ilustrasi kasir minimarket
Ilustrasi kasir minimarket. Foto: Getty Images/Neustockimages
Semarang -

Pria inisial SR (50) sempat diamankan polisi usai bikin resah di sebuah minimarket di Gedawang, Banyumanik, Kota Semarang. Pria itu marah lantaran permintaannya tidak dipenuhi. Dia bahkan mengancam akan meledakkan minimarket tersebut.

Informasi itu awalnya beredar di grup WhatsApp grup. Dalam video itu disebutkan bahwa terjadi tindak pemerasan di sebuah minimarket di Gedawang. SR juga terlihat telah diamankan oleh warga sekitar.

Saat dimintai konfirmasi, Kapolsek Banyumanik Kompol Hengky membenarkan adanya kejadian tersebut. Pihaknya masih mendalami kejadian itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bukan perampasan, tapi baru rencana pemerasan. (Belum merampas?) Infonya begitu. Nanti kita kabari lagi," kata Hengky saat dihubungi detikJateng, Jumat (17/4/2026).

Sementara itu salah satu saksi yang merupakan karyawan minimarket, April (24) mengatakan peristiwa itu terjadi pada Kamis (16/4) sekitar pukul 20.30 WIB. Kejadian bermula saat SR mendatangi area konter dan sempat berbincang dengan kasir minimarket.

ADVERTISEMENT

"Awalnya bapaknya dari konter, sempat tanya-tanya harga dan menggoda kasir konter. Terus langsung ke tempat bakso, pesan makan tapi nggak bawa uang. Alasannya mau ke sini ambil uang," kata April saat dihubungi.

Setelah itu, SR disebut masuk minimarket dengan alasan hendak mengambil uang di ATM. Namun, gerak-gerik SR dinilai mencurigakan.

"Masuk ke toko, ke kamar mandi, muter-muter di area toko. Terus Bapaknya nyari pistol mainan sama senter. Terus duduk di dekat tempat kasir," ujar dia.

April mengatakan, saat ditanya keperluannya, pria itu langsung mengaku memiliki banyak kenalan orang penting.

"Katanya kenalannya Paspampres, bawahannya wali kota, kenal Alfamart di seluruh Indonesia. Setelah itu bapaknya pakai nada ancaman minta barangnya langsung diproses, cuma ninggalin KTP," ucap dia.

Pria tersebut juga sempat marah dan mengancam karyawan saat permintaannya tidak langsung dipenuhi, sebab April harus melapor ke atasannya.

"Dia sempat maki-maki karena barangnya enggak langsung dikasih. Terus ada ancaman katanya mau ngebom toko sini, mau ngeledakkin toko sini," kata April.

Karena merasa terancam, April kemudian melapor ke Polsek Banyumanik. SR juga telah dimintai keterangan di Mapolsek Banyumanik.

"Saya juga diminta ke Polsek, terus dikasih informasi ternyata bapaknya memang ada gangguan kejiwaan. Namun waktu saya sampai sana, dari pihak polisi bilangnya (pelaku) sudah dijemput pihak keluarga. Jadi saya tidak bisa ketemu bapaknya itu," jelasnya.

Sementara itu seorang pedagang bakso di dekat minimarket tersebut, Dedi (28), juga mengaku menjadi korban dari ulah pria tersebut. Ia mengatakan pria itu sempat makan di warungnya namun tidak membayar.

"Tiba-tiba datang pesan ayam sama bakso, habis itu bilang mau ke ATM. Saya tunggu lama nggak balik-balik," kata Dedi.

"Saya tengok masih di Alfa ngobrol sama kasir, terus keluar katanya pergi dibonceng. Sampai sekarang belum bayar, totalnya Rp 37 ribu," lanjutnya.




(dil/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads