15 Puisi tentang Kartini yang Singkat dan Mudah Dihafal, Cocok untuk Lomba

15 Puisi tentang Kartini yang Singkat dan Mudah Dihafal, Cocok untuk Lomba

Mardliyyah Hidayati - detikJateng
Senin, 20 Apr 2026 09:34 WIB
Ilustrasi Puisi Hari Kartini
Ilustrasi Puisi tentang Kartini (Foto: Gemini AI)
Solo -

Peringatan Hari Kartini selalu diisi dengan berbagai kegiatan menarik untuk mengenang jasa pejuang emansipasi wanita itu. Lomba pidato, fashion show kebaya, hingga lomba baca puisi menjadi cara yang populer untuk mengingat perjuangan Raden Ajeng Kartini.

Lomba baca puisi untuk anak-anak di Hari Kartini selalu jadi ajang yang seru dan sangat mendidik. Namun, akan sedikit kesulitan jika puisi yang digunakan terlalu panjang, atau diksinya kurang familiar dengan usianya. Oleh karena itu, puisi yang singkat dengan bahasa sederhana menjadi pilihan yang tepat agar mudah dihafal sebelum lomba nanti.

Nah, bagi kalian yang ingin mempersiapkan anak dalam lomba baca puisi, bisa cari referensinya di sini. Berikut ini kumpulan puisi tentang Kartini yang cocok untuk lomba, sebab baitnya pendek, singkat, dan mudah dihafal. Simak puisinya baik-baik ya!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

15 Puisi tentang Kartini yang Singkat dan Mudah Dihafal

Puisi tentang Kartini umumnya berisi ungkapan perjuangan, semangat belajar, hingga harapan perempuan Indonesia di masa kini. Tanpa menghilangkan makna tersebut, puisi bisa dikemas dengan singkat dan sederhana. Jadi, tidak hanya mudah dihafal, tetapi maknanya tersampaikan.

ADVERTISEMENT

Diambil dari buku Puisi untuk Ibu Kartini: Puisi Pilihan Even 2nd Anniversary Paper Ink oleh Clarisa dan kawan-kawan dan Antologi Puisi Jejak Langkah Kartini oleh Naela Qorry Aena dan kawan-kawan, berikut 15 puisi tentang Kartini yang singkat dan mudah dihafal.

1. Kartini Modern Karya Avif Saputra

Hadirmu dalam hatiku

Membangunkan semangat untuk terus maju

Mengobarkan semangat yang tak akan luluh

Dan terus menghadirkan kartini-kartini modern yang baru...

Lihat kartini-kartinimu...

Yang sedang berjuang dalam semangatmu

Walau kau tiada

Semangatmu yang membara

Akan selalu berkobar di hari para wanita Indonesia

Yang akan membawa namamu ketika keberhasilan menyapa

Ingin aku merasakan kehadiranmu

Ingin aku melihat semangat yang sesungguhnya darimu

Sangat disayangkan aku tak bisa melihat perjuanganmu secara langsung

Hanya bisa mendengar dari mulu mereka sedikit tentangmu

Namun, itu tak memadamkan kobaran semangatku untuk membangun Indonesia menjadi maju

Dan aku akan tetap mengobarkan semangatmu

Di dalam hatiku yang tetap utuh.

2. Jangan mengaku Kartini Karya Dean Perdana

Mereka berkata "Ibu kita Kartini."

Siapa kalian, yang berani berkata seperti itu

Jangan mengaku kalian ibu kita Kartini

Yang bersaksi kepada Nusantara yang tak berdosa itu

Mereka berlantang "Ibu kita Kartini."

Siapa kalian, yang sengaja menjadi ibu kita Kartini

Jangan sekali-kali menjadi ibu kita Kartini

Filosofi Nusantara saja tak mengerti

Mereka berikrar "Ibu kita Kartini."

Siapa kalian, yang sengaja berkata seenaknya

Masih saja membuang sampah di sungai

Tidak pantaslah mengaku ibu kita Kartini

Masih saja tidak cinta tanah air sendiri

Tidak pantaslah berikrar ibu kita kartini

3. Perjuangan Ibu Kartini Karya Lasmaria Sihotang

Kau korbankan jiwa ragamu

Hidup dan matimu

Hanya untuk emansipasi Wanita

Usaha semangatmu tidak pernah padam

Meski banyak rintangan yang datang silih berganti

Ibu Kartini...

Kau adalah teladan bagi kami

Kau sejajarkan kami di mata dunia

Karnamu kami mendapat kehormatan di negeri ini

Ibu Kartini...

Lihatlah kami para kartini-kartini

Yang kau tinggalkan

Kami berjanji kami akan berjuang

Untuk memajukan negeri ini

4. R.A. Kartini Karya Ahmad Maulana

Engkau adalah puteri yang berjiwa pahlawan

Rela mengorbankan jiwa, serta ragamu

Tak gentar melawan takdirmu

Untuk memajukan negara ini

Engkau adalah sosok srikandi

Yang rela mengorbankan harta, dan bendamu

Tidak pernah merasa letih dalam

Memperjuangkan negara ini

Engkau adalah pahlawan dari kaummu

Cita-citamu amatlah mulia

Demi mewujudkan tunas bangsa

Kebanggaan agama serta negara

5. Kasih Lembut Ibu Pertiwi karya Afiffia Wiraninda

Kartini...

Siapa yang tak mengenalmu, wahai Kartini.

Wanita yang Tangguh, Wanita yang tak pernah merasa takut

Untuk melawan kejinya dunia ini.

Lembut kasihmu

Ramah tutur katamu

Membuat dunia ini menangis bersimbah darah atas kepergianmu.

Kau adalah wanita terhebat bagiku

Kau adalah ibu dari milyaran wanita di dunia ini

Kau mampu mempertaruhkan nyawamu demi negri ini

Demi wanita Indonesia

Juga demi bangsa Indonesia.

Terima kasih Kartini.

6. Sang Pioner Emansipasi wanita Karya Dessy Kurniawati

Ibu Kartini

Sang pioneer emansipasi wanita

Sosokmu tak lekang oleh waktu

Dan akan tetap abadi selamanya

Semangat dan perjuanganmu

Melahirkan Kartini muda

Dengan segudang karya

Demi Indonesia tercinta

Meskipun kini kau telah berada di pusara

Semangatmu

Karya-karyamu

Akan terkenang abadi dalam sanubari wanita Indonesia

Terima kasih Ibu kartini

Doa kami akan selalu bersamamu

7. Ibu Kartini Karya Debyora Gristanta Charista Putri

Ibu Kartini bunga bangsa

Harum namamu sepanjang alam semesta

Meski kini engkau telah tiada

Harum jasa-jasamu telah engkau sematkan di bumi Indonesia

Seharum kebaikanmu yang telah engkau wariskan

Namamu tetap di hati

Jasamu tetap terukir abadi

Tak kan pudar oleh gerusan roda kehidupan

Kan kuteruskan tali estafet perjuangan

Yang kau wariskan

8. Senyum Kartini, Harum Bangsa Karya Safira Najwa Aulia Ghaisani

Wahai Kartini

Engkaulah pendekar wanita untuk Merdeka

Wahai Kartini

Engkaulah penyelamat kaummu

Sungguh elok dirimu

Dalam memperjuangkan wanita

Menunjukkan jati diri

Walau saat itu penuh gulita

Tapi dengan gigihnya kau berjuang

Dengan senyum cahyamu

Memajukan wanita Indonesia

9. Raden Ajeng Kartini karya Bunga Kusumaning Tias

Raden Ajeng Kartini

Setiap tanggal 21 April

Kita diingatkan pada seorang wanita

Wanita pejuang sejati

Waden Ajeng kartini

Namamu selalu dikenang

Itulah nama sejatimu

Dari semua orang yang mengagumimu

Raden Ajeng Kartini

Tuntunan semua wanita

Yang selalu mulia

Untuk itu mati kita ikuti jejak langkahnya

10. Pahlawan Wanita Karya Faridatus Solekhah

Kartini...

Engkaulah wanita tangguh wanita yang kuat

Wanita yang berpendidikan

Kartini...

Engkaulah wanita nasional

Wanita yang bersahaja

Wanita yang berwibawa

Kartini...

Engkaulah pahlawan wanita

Engkau yang menciptakan wanita tangguh

Karnamu kini wanita Indonesia menjadi kuat

Kartini...

Walau engkau telah tiada

Akan tetapi jasa-jasamu masih kukenang

Engkau pahlawan wanita

Terima kasih Kartini atas perjuanganmu

11. Jejak Langkah Kartini Karya Rahmawati Dwi Rahayu

Ibu Kartini...

Engkau memang sangat berani

Berjuang untuk kaum putri

Agar derajat kaum lelaki

Ibu Kartini

Namamu selalu mewangi

Tak bisa pudar sama sekali

Walau kau kini telah pergi

Ibu Kartini

Putri Indonesia sejati

Terbukti namnya mewangi

Mengharumkan tak bertepi

Terima kasih banyak Ibu Kartini

Putri Indonesia sejati

Karena jasamu agung terpuji

Mengangkat kami kaum wanita

12. Terima Kasih Kartini Karya Zuyyina Yasmin Salsabila

Kartini semangatmu dalam mengangkat

Derajat wanita tiada diragukan

Usahamu mengubah pandangan

Terhadap wanita tiada sia-sia

Menjadikan wanita setara dengan pria

Menjadikan wanita setara dengan pria

Menjadikan wanita agar mampu berkarya

Menjadikan wanita dapat dipercaya

Di semua kalangan manusia

Dan kini perjuanganmu akan kami lanjutkan

Tak kan lagi ada perbedaan

Karena semua keraguan

Telah engkau lawan

Kisahmu takkan kami lupakan

Dan hari ini kami ucapkan

Terima kasih Kartini...

13. Bidadari dalam Gelap Karya Difrika Aulia Wulan

Kala jajahan masih ada

Pada bumi Nusantara tercinta

Saat kesetaraan gender bukan hal biasa

Dan itulah, masa kelam para kaum hawa

Dilatih sebagai pelayan adam

Dibiarkan begitu saja tanpa ilmu pendidikan

Atau bahkan disayang lalu diduakan

Seolah takdir sangat menyedihkan

Hingga akhirnya, seorang hawa membuat perubahan

Menjadi Kawan pemberi ajaran

Dan menambah wawasan Perempuan

Betapa pentingnya sebuah pendidikan

Kartini, kau bidadari tak bersayap

Dau juga cahaya dalam gelap

Membuat perubahan bagi masa kelam hawa

Hingga terbit sebuah mentari kejayaan

"Habis Gelap, Terbitlah Terang"

14. Peri Negeri Karya Ahmad Burhanudin

Kau seorang wanita

Semangat keras Bagai baja

Segalapun kau kerahkan

Demi kaummu

Tiada bangsa menjadikannya Merdeka

Perjuangan separuh nyawa

Tal Lelah letih

Tak resah sedih

Kau pemotivasi jati diri

Pembangkit sukma

Pengharum negeri ini

Duhai Ibu Kartini

Asmamu sangat mulia

Akan kuukir di qolbu ini

15. Api Kartini yang Padam Karya Karel G. Wuysang

Telah berlalu 115 tahun

Sejak kau menyatu dengan bumi

Asa yang kau impi

Lenyap seirama kau terhilang

Keringatmu yang tercurah

Menguap kering senada masa

Lengkang dalam gemerlap dosa

Terhilang dalam angin kemalasan

Nara rusak tergilas waktu

Lengkuk tubuh hilang nilai

Salahkah mengharap hadir ragamu

Meniup awan kalut di hati?

Demikian itulah 15 puisi tentang Kartini yang singkat dan mudah dihafal, cocok untuk lomba. Semoga bermanfaat ya!

Artikel ini ditulis oleh Mardliyyah Hidayati peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik




(num/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads