Balita dan Busui Juga Jadi Korban Keracunan Nasi Goreng MBG di Demak

Balita dan Busui Juga Jadi Korban Keracunan Nasi Goreng MBG di Demak

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Senin, 20 Apr 2026 18:46 WIB
Kantor Dinkes Demak
Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Demak, Senin (20/4/2026). Foto: Ardian Dwi Kurnia/detikJateng
Demak -

Menu nasi goreng makan bergizi gratis (MBG) dari SPPG Yayasan Khidmatul Ummah Madani, Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak membuat seratusan santri mengalami dugaan keracunan. Selain santri, balita dan ibu menyusui (busui) ternyata juga mengalami gejala keracunan.

Menu nasi goreng, telur ceplok, tahu, acar, jeruk, dan susu kotak tersebut diberikan pada Sabtu (18/4). Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Demak, Heri Winarno mengatakan setidaknya ada 6 orang golongan B3 yang dirawat di sejumlah faskes.

"Balita 2 anak, ibu dengan anak 3 orang di RS PKU Gubug, dan satu ibu menyusui di RS Getas Pendowo," kata Heri saat dimintai konfirmasi detikJateng, Senin (20/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk ibu dengan anak di PKU Gubug itu detailnya seperti apa, apakah bumil atau busui atau ibu dengan anaknya, kami belum mengetahui. Kami hanya mendapat laporannya seperti itu," tambahnya.

Menurut Heri, menu yang diberikan kepada balita juga nasi goreng. Namun nasi goreng yang diberikan kepada balita itu tidak pedas.

ADVERTISEMENT

"(Untuk balita menunya juga nasi goreng?) menunya sama semua, hanya (untuk balita) disesuaikan tidak pedas sama sekali," ungkap Heri.

Terpisah, Kepala Dinkesda Demak, Ali Maimun mengatakan pihaknya juga telah melakukan inspeksi ke SPPG yang diduga menyebabkan ratusan orang tersebut keracunan. Ada sejumlah catatan perbaikan yang diberikan ke dapur MBG itu.

"(Rekomendasi perbaikan untuk SPPG) mulai dari sarana prasarana, alat-alat yang dipakai, kemudian patuhan terhadap SOP," ucap Ali.

"Untuk air juga menggunakan yang untuk masak dan untuk minumnya juga menggunakan air Gunung Ungaran, standar. Bahan bakunya tadi juga harian, misalnya besok masak nasi goreng, bahan bakunya sore ini datang, enggak ada lebih stok yang disimpan," lanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Demak mencatat saat ini masih ada 68 orang yang dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan akibat diduga keracunan menu makan bergizi gratis (MBG) dari SPPG Yayasan Khidmatul Ummah Madani, Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak.

Kepala Dinkesda Demak, Ali Maimun mengatakan hingga kini total ada 134 orang yang sudah ditangani oleh sejumlah fasilitas kesehatan (faskes). Korban paling banyak berasal dari kalangan santri di sejumlah pondok pesantren (ponpes) wilayah Pilangwetan.

"Untuk rawat inapnya ada 68 pasien dan rawat jalannya 66 pasien, sehingga ada 134 (orang). (Selain dari Desa Pilangwetan, ada tambahan korban) dari Solowire sama Prigi," kata Ali saat ditemui awak media di kantornya, Senin (20/4/2026).

"Paling banyak itu di Pesantren Asnawiyyah, kemudian Pesantren Bustanul Quran, kemudian yang satu Hidayatul Mubtadiin," lanjutnya.

Ratusan pasien baik rawat inap maupun rawat jalan itu tersebar di sejumlah rumah sakit dan puskesmas di wilayah Demak dan Grobogan. Menurut Ali, kondisi pasien yang dirawat inap masih bisa tertangani dengan baik.

"Alhamdulillah enggak ada yang serius (kondisi pasiennya), belum ada info yang serius yang kami terima. Jadi masih masih bisa dikondisikan, bisa dikelola dengan baik," ujar Ali.




(afn/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads