Kompaknya Siswi SMAN 1 Semarang Tampil Karawitan Sambut Hari Kartini

Kompaknya Siswi SMAN 1 Semarang Tampil Karawitan Sambut Hari Kartini

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Selasa, 21 Apr 2026 13:20 WIB
Perayaan Hari Kartini di SMAN 1 Semarang, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Selasa (21/4/2026).
Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng
Semarang -

Ada yang menarik dari peringatan Hari Kartini di SMAN 1 Semarang. Penampilan karawitan yang biasanya dibawakan siswa laki-laki, kini ditampilkan secara spesial karena seluruh pemainnya adalah siswi.

Pantauan detikJateng di SMAN 1 Semarang, Kecamatan Semarang Selatan, peringatan Hari Kartini digelar dengan meriah. Salah satunya yang menarik adalah penampilan karawitan yang dimainkan para siswi yang mengenakan kebaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karawitan itu membawakan sejumlah lagu, mulai dari Indonesia Raya, Ibu Kita Kartini, hingga lagu daerah seperti Gugur Gunung dan Suwe Ora Jamu. Alunan gamelan mengiringi musikalisasi puisi tentang sosok Raden Ajeng Kartini.

Salah satu siswa yang tampil, Salsabella (16), mengatakan karawitan kali ini memang dibuat berbeda karena seluruh pemainnya perempuan sebagai simbol kesetaraan.

ADVERTISEMENT

"Ini khusus Kartinian saja, untuk menggambarkan kesetaraan, bahwa perempuan juga bisa main musik, nggak cuma laki-laki," kata Bella kepada detikJateng di SMAN 1 Semarang, Selasa (21/4/2026).

Bella yang memainkan saron menjelaskan, biasanya karawitan diisi campuran laki-laki dan perempuan. Bahkan, alat musik seperti kendang umumnya dimainkan laki-laki.

"Ini istimewa banget karena biasanya yang main laki-laki. Makanya hari ini terasa istimewa karena full perempuan, termasuk yang main kendang. Ini bukti perempuan juga bisa melakukan semuanya," tambahnya.

"Jadi kayak alat musik dan profesi yang biasa dimainkan laki-laki ternyata juga bisa dimainkan perempuan. Saya merasa sangat istimewa dan terhormat," lanjutnya.

Hal senada disampaikan Ida Ayu (17) yang mencoba hal baru dengan memainkan kendang, meski sebelumnya belum pernah sama sekali memainkannya.

"Awalnya pasti sulit, tapi seiring berjalannya waktu dengan latihan terus lama-lama pasti bisa. Aku persiapan kemarin 2 minggu, sebelumnya belum pernah pegang kendang," ungkapnya.

Menurutnya, kendang memiliki teknik pukul tersendiri, dan seringkali dimainkan laki-laki. Ida sendiri biasanya memainkan demung atau peking.

"Tapi untuk Kartinian ini saya mencoba hal baru, kendang. Kalau kendang itu ada tekniknya, nggak bisa sembarangan nabuh," ujarnya.

Menurutnya, tampil dalam karawitan yang seluruh pemainnya perempuan, menjadi pengalaman berharga sekaligus bentuk penghormatan terhadap semangat Kartini.

"Ini spesial karena Hari Kartini, menunjukkan derajat perempuan dan laki-laki itu sama. Menggambarkan kesetaraan gender dan kita menghargai perempuan," ujarnya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Semarang, Budi Handoyo mengatakan, kegiatan Smansa Kartini's Day ini merupakan inisiatif siswa untuk memperingati Hari Kartini. Terdapat banyak kegiatan, mulai dari lomba, karawitan, tari, catwalk Kang Mas-Mbak Yu dan drama.

"Ini adalah bagian penting untuk ekspresi mereka memeriahkan Hari Kartini. Daei performance tari, karawitan, ada juga lagu Indonesia Raya diiringi musik gamelan," terangnya.

Ia menambahkan, penampilan karawitan sekaligus menjadi sarana mengenalkan budaya tradisional kepada generasi muda. Budi berharap, nilai-nilai Kartini bisa terus hidup di kalangan siswa, terutama keberanian untuk bermimpi besar.

"Kartini adalah seorang perempuan bermimpi besar, think big. Beliau juga berusaha keras mewujudkan mimpinya. Waktu itu tidak mudah untuk bermimpi besar," kata dia.

"Jadi untuk Smansa yang harus dimiliki adalah berpikir besar. Orang yang hebat dimulai dengan mimpi yang besar," lanjutnya.




(par/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads