Seorang bocah perempuan berinisial T (15) diduga dibakar pamannya berinisial S (32) di depan rumah korban di Tambakmulyo, Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang. Kini, polisi tengah memburu terduga pelaku.
Diketahui, kejadian tersebut berlangsung pada Sabtu (18/4) di depan rumah korban. Sementara itu, polisi mendapat laporan dari warga pada Senin (20/4).
Hingga saat ini keberadaan terduga pelaku masih belum diketahui. Sebab itu, polisi tengah memburu terduga pelaku. Adapun alamat paman korban sama dengan korban, yakni di Tambakmulyo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah, ini lagi masih proses lidik untuk mencari keberadaan pelaku karena pelaku sampai sekarang belum diketemukan," jelas Kapolsek Semarang Utara, Kompol Heri Sumiarso, saat dihubungi detikJateng, Selasa (21/4/2026).
Lebih lanjut, Heri menerangkan laporan tersebut dibuat oleh warga. Meski begitu, pihaknya mendorong keluarga untuk membuat laporan polisi.
"Ada laporan dari masyarakat, kita tidak lanjutin. Kemudian, karena ini kan (korban) di bawah umur, kami minta untuk ibunya atau pihak korban itu untuk bikin laporan," katanya.
"Jadi statusnya pelaku ini kan adiknya (dari ibu korban)," lanjutnya.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan rangkaian penyelidikan atas kasus tersebut. Soal motif terduga pelaku membakar korban masih didalami oleh polisi
"Tapi kami pastikan proses penyelidikan masih jalan sampai nanti, ya, prosesnya mau gimana nanti akan kita serahkan ke PPA. Motifnya belum karena pelaku belum ketemu, masih kita cari ini sampai sekarang," terangnya.
Diberitakan sebelumnya, Heri menjelaskan kronologi kejadian tersebut. Dia mengatakan, mulanya S menyuruh T mandi. Namun, T menolak.
"Korban duduk di depan rumah. Kemudian oleh pamannya disuruh mandi, tapi korban tidak mau," jelas Heri saat dihubungi detikJateng, Selasa (21/4).
Lantas, paman korban masuk ke rumah koban untuk mengambil sebuah botol berukuran 500 mililiter atau setengah liter. Botol tersebut diduga berisi bensin.
"Kemudian paman korban ini masuk ngambil cairan dalam botol plastik botol dalam botol ukuran 500 mili yang diduga bensin," terang Heri.
Diduga pelaku kemudian menghampiri keponakannya yang berada di depan rumah dan menyiramkan cairan diduga bensin itu. Lalu, diduga pelaku membakar korban menggunakan korek api.
"Kemudian (cairan diduga bensin) disiramkan ke korban di depan rumahnya. Kemudian disulut pakai korek api," kata Heri.
Korban pun langsung meminta tolong. Para warga lantas menolong korban untuk memadamkan api tersebut.
"Kemudian korban minta tolong, teriak-teriak minta tolong. Kemudian sama tetangga dibantu untuk memadamkan api. Kemudian dibawa ke Rumah Sakit Panti Wilasa" jelas Heri.
Adapun bagian badan korban yang mengalami luka bakar yakni di punggung dan lengan kanan. Meski begitu, luka bakar yang dialami korban tidak begitu serius.
"Kondisi korban sampai saat ini sehat, luka bakarnya itu dari punggung sampai ke lengan. (Kondisi luka bakar korban parah?) Nggak begitu parah," sebutnya.
(apu/aku)
