Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) buka suara terkait puluhan siswa SD di Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, diduga keracunan usai menyantap makan bergizi gratis (MBG) saat acara Kartinian. Pihak SPPG mengaku mendapat informasi siswa-siswa itu merasakan gejala sebelum memakan menu MBG.
Ketua SPPG Karangharjo Kragan 002, Wahyu Hadi (39), mengatakan berdasarkan informasi yang diterimanya dari pihak sekolah, para siswa belum sempat mengonsumsi makanan MBG secara lengkap.
"Anak-anak belum makan makanan MBG. Info dari sekolahan itu baru minum susu. Setelah minum susu ada yang mengeluh mual, muntah, lalu dibawa ke Puskesmas," ujar Wahyu saat diwawancarai detikJateng, Selasa (21/4/2026.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wahyu menyebut, hingga saat ini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari Puskesmas terkait penyebab pasti kejadian tersebut. Pasalnya, uji sampel baik dari muntahan siswa maupun makanan masih dalam proses penelitian.
"Kami belum tahu penyebab pastinya apa, karena dari Puskesmas belum memberikan penjelasan secara detail. Uji sampel masih diteliti, jadi kami menunggu kepastian," jelasnya.
Terkait susu yang dikonsumsi siswa, Wahyu memastikan kondisi produk masih dalam keadaan layak konsumsi dan belum melewati masa kedaluwarsa.
"Susunya itu dari MBG, tapi masa expired-nya masih lama, sampai November 2026. Dari sekian ribu penerima manfaat, alhamdulillah kondisinya masih bagus dan aman," tegasnya.
Ia menambahkan, program MBG yang dikelola pihaknya menjangkau 24 sekolah dengan total 3.238 penerima manfaat. Dari jumlah tersebut, laporan siswa yang mengalami keluhan kesehatan hanya berasal dari satu sekolah.
"Ada 24 sekolah dengan 3.238 penerima manfaat. Yang mengeluh sakit tadi hanya dari SDN Balongmulyo saja," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, puluhan siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi MBG saat mengikuti rangkaian acara peringatan Hari Kartini. Akibatnya, mereka harus mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Kragan II.
Pantauan detikJateng di Puskesmas Kragan II, puluhan anak-anak sedang dirawat. Mereka terlihat masih mengenakan kostum kebaya dan didampingi orang tuanya masing-masing.
Kebanyakan dari mereka mengaku sedang dirawat karena mengalami mual-mual, sakit perut dan pusing usai mengonsumsi susu dari Program Makan Bergizi Gratis atau MBG di sekolahnya, SDN Balongmulyo, Kragan, Rembang.
Kepala Puskesmas Kragan II, dr. Arif Rahman Hakim, mengatakan total ada 22 siswa yang sempat mendapatkan penanganan medis.
"Total ada 22 yang kami tangani, 5 sudah dipulangkan, dan 17 masih menjalani perawatan lanjutan," jelasnya.
Ia menyebut, mayoritas pasien mengalami gejala muntah dan sakit perut yang muncul setelah mengonsumsi makanan dari MBG.
"Gejalanya mengarah ke keracunan makanan, tapi kami masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut," imbuhnya.
(apu/afn)
