Detik-detik Pelaku Teror Bakar Mobil Kades Hoho Pakai Molotov

Detik-detik Pelaku Teror Bakar Mobil Kades Hoho Pakai Molotov

Tim detikJateng - detikJateng
Jumat, 24 Apr 2026 09:31 WIB
Mobil civic putih miliknya yang terbakar di rumahnya, Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Kamis (23/4/2026).
Mobil civic putih miliknya yang terbakar di rumahnya, Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Kamis (23/4/2026). Foto: Dok. Hoho Alkaf
Solo -

Satu unit mobil Honda Civic Turbo milik Kepala Desa (Kades) Purwasaba, Kabupaten Banjarnegara, Hoho Alkaf, terbakar saat diparkir di rumahnya. Hoho menyebut mobilnya dibakar oleh pelaku teror yang aksinya terekam CCTV. Begini BeritaKlik-BeritaKlik kejadiannya.

Kabar ini viral usai diunggah akun Instagram @infobanyumas. "Rumah Kades Hoho di daerah Purwasaba Banjarnegara di teror orang tak dikenal pada Kamis Subuh 23 April 2026 sekitar pukul 04.00 WIB. Pelaku melempar api kedalam garasi dan mengenai mobil Honda Civic milik Kades Hoho," tulis keterangan akun tersebut, Kamis (23/4/2026).

Dalam unggahan itu terlihat mobil polisi dan Inafis berjajar di rumah Hoho. Sejumlah polisi juga tampak berada di lokasi. Hoho mengatakan insiden itu terjadi sekitar pukul 04.10 WIB, Kamis (23/4).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jam 04.00 WIB lewat sedikit, sekitar 04.10 WIB atau 04.15 WIB. Saya sempat lihat CCTV, terus tidak lama kemudian terdengar suara dan api sudah besar," kata Hoho saat dihubungi detikJateng, Kamis (23/4/2026).

Saat itu Hoho belum tidur setelah begadang bersama beberapa warga di rumahnya hingga dini hari. Sesaat sebelum kejadian, ia sempat masuk ke kamar anaknya. Tak lama kemudian, tampak api membesar di area parkir rumahnya.

ADVERTISEMENT

"Saya lari keluar, api sudah sampai atas, besar sekali. Mobil itu sudah terbakar. Itu mobil Civic Turbo saya, habis terbakar. Tidak bisa dipakai lagi," ujar dia.

Menurut Hoho, pelaku menggunakan bahan bakar jenis tiner untuk memicu kebakaran. Ia juga menduga adanya penggunaan botol berisi bahan bakar yang dilempar ke arah mobilnya. Kobaran api itu juga berdampak pada atap garasi.

"Sepertinya mobil sudah disiram tiner dulu, terus dilempar seperti bom molotov. Jadi apinya langsung besar. Soalnya saya lihat itu mobil sudah berlumur tiner," ucap dia.

Terekam CCTV

Setelah mengecek rekaman CCTV, Hoho sempat melihat seseorang yang diduga sebagai pelaku melarikan diri menggunakan sepeda listrik.

"Saya lihat orangnya itu naik sepeda listrik. (Satu orang?) Iya satu orang. Dia lewat samping rumah, lalu kabur ke arah gang," kata dia.

"Saya mau ngejar. Saya sempat buka gerbang mau ngejar, tapi takutnya kan istri saya sama anak di dalam rumah, pada nggak bangun. Akhirnya saya teriak-teriak baru pada keluar," sambungnya.

Kemudian Hoho bersama istrinya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.

"Saya sama istri padamkan pakai air seadanya. Belum ada warga karena (kejadian) pas mau subuh. Habis salat subuh baru pada ke sini," ujarnya.

Hoho juga menyebut ada warga sekitar yang mengaku sempat melihat seseorang menggunakan sepeda listrik melintas dari arah rumah Hoho.

"Saya yakin, karena saya begadang, pasti dia muter-muter dan saya yakin dia itu ada yang mbayarin, yang nyuruh orang sini, atau bahkan pelakunya orang sini," kata Hoho.

"Saya berani ngomong tapi belum berani mengungkap nama, karena yang berani melakukan kayak gini pasti residivis plus mafia, pinter ngilang, karena dia pengecut dan pecundang," imbuhnya.

Menurut Hoho, pelaku sudah mengamati situasi rumahnya. Terlebih, karena rumahnya ramai orang hingga dini hari, sementara aksi pembakaran itu terjadi setelah rumahnya sepi.

Lapor Polisi

Kasus ini telah dilaporkan ke Polres Banjarnegara. Kepolisian juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hoho berharap Polres Banjarnegara mengusut kasus ini hingga tuntas.

Dia menduga peristiwa ini berkaitan dengan konflik penjaringan perangkat desa yang sempat menimbulkan konflik sebelumnya. Meski demikian, ia menyatakan tetap kukuh menjalankan proses sesuai aturan meski mendapat tekanan.

"Saya kekeh tetap pada aturan. Apapun bentuknya, jangankan perintah dari bupati, bahkan perintah atasnya bupati, kalau itu kewenangan saya, saya nggak wajib nurut," kata Hoho.

"Saya kan ngomong, alangkah baiknya kalau upaya hukum itu PTUN, ini kaitannya administrasi. Ngapain audit-audit emangnya ada suap? Buktiin, kalau nggak ada katakan nggak ada," pungkas dia.




(dil/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads