Seorang pekerja rumah tangga (PRT) tewas usai nekat terjun dari lantai 4 sebuah kamar kos di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat, pada Rabu (24/4). Korban diketahui berinisial D, warga Desa Ngoroto, Kecamatan Reban, Batang.
Kepala Desa Ngoroto, Siam Susanto, menjelaskan korban dikenal pekerja keras. Ia rela tidak melanjutkan ke SMA sejak lulus SMP, karena ingin membantu orang tuanya.
Usai Lebaran kemarin, dia merantau ke Jakarta menjadi ART. Namun nahas, niatnya berujung duka. Harapannya bisa membantu perekonomian keluarga pupus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Korban ini anak pertama dari dua bersaudara. Kedua orang tuanya memang bisa dibilang kurang mampu. Korban memilih tidak melanjutkan sekolah," kata Siam dihubungi detikJateng, Sabtu (25/4/2026).
Korban diketahui merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Adiknya masih berusia 7 tahun.
Meski usianya masih belia, ia memilih untuk tidak melanjutkan sekolah setelah lulus SMP. Keputusan itu diambil karena keinginannya untuk bekerja dan membantu orang tua yang hidup dalam keterbatasan ekonomi.
"Anaknya memang ingin mandiri. Sebelumnya juga membantu orang tua membuat emping mlinjo di rumah," tambah Siam.
Siam Susanto menjelaskan, kedua orang tua korban terbilang kurang mampu. Setiap hari bekerja serabutan atau juga menjadi buruh membuat emping mlinjo.
Baru sekitar sepekan setelah Lebaran, korban berangkat ke Jakarta untuk bekerja sebagai pekerja rumah tangga. Namun, menurut informasi yang diterima keluarga, korban tidak betah. Bahkan disebutkan, telepon genggamnya sempat ditahan oleh majikan, sehingga komunikasi dengan keluarga terhambat.
"Katanya HP ditahan majikan, korban tidak betah, ada niatan untuk pergi melalui lantai 4. Kalau pintu dikunci setiap harinya, kita tidak tahu. Tapi kalau hari kejadian memang informasinya pintu dikunci (dari luar)," ungkapnya.
Sampai saat ini pihak desa maupun keluarga korban di Jakarta, belum bisa ketemu majikan.
"Belum ketemu majikanya. Ini saya masih di rumah sakit," katanya.
Hingga kini, pihak keluarga mengaku belum dapat bertemu langsung dengan majikan korban untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut.
Sebelumnya, pihak keluarga di rumah, menerima kabar duka tersebut dari Polsek Tanah Abang.
"Kabar duka itu diterima orang tuanya dua hari yang lalu, langsung dari Polsek Tanah Abang. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada pihak desa untuk membantu pendampingan. Karena itu saya ke Jakarta ini," katanya.
Ia menambahkan untuk proses pemulangan jenazah diperkirakan baru bisa Minggu pagi (26/4).
"Proses autopsi direncanakan dilakukan nanti malam dan diperkirakan memakan waktu hingga lima setengah jam. Setelah itu, jenazah baru bisa diserahkan kepada keluarga," ungkapnya.
Jika seluruh proses berjalan lancar, jenazah diperkirakan tiba di kampung halaman pada siang hari.
Diberitakan BeritaKlik sebelumnya, dua orang pekerja rumah tangga (PRT) berinisial R dan M loncat dari lantai 4 sebuah bangunan kos di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Keduanya nekat terjun dari lantai 4 lantaran ingin kabur karena tidak betah bekerja di majikanya.
"Untuk informasi sementara, orang itu katanya enggak betah. Terus dia kabur sama saksi satu. Jadi berdua loncat dari lantai 4. Satu meninggal, satu patah tangan, gitu aja," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Saputra kepada wartawan, Kamis (23/4).
Akibat aksi nekatnya satu PRT meninggal dunia. "Benar (satu PRT tewas)," tambah Roby Saputra kepada wartawan, Kamis (23/4).
(aku/apl)