Fakta-fakta Pengakuan DC Pinjol Pelaku Prank Damkar Semarang

Round-Up

Fakta-fakta Pengakuan DC Pinjol Pelaku Prank Damkar Semarang

Tim detikJateng - detikJateng
Minggu, 26 Apr 2026 07:30 WIB
DC pinjol saat mendatangi kantor Damkar Kota Semarang.
DC pinjol saat mendatangi kantor Damkar Kota Semarang. Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJogja.
Semarang -

Teka-teki sosok debt collector (DC) pinjol pelaku prank kebakaran warung nasi goreng di Kecamatan Semarang Barat akhirnya terungkap. Pelaku bernama Bonefentura Soa (29) mengaku nekat melakukan aksinya lantaran susah menghubungi nasabah. Berikut fakta-faktanya.


Datangi Mako Damkar Semarang


Pria yang akrab disapa Fenan itu mendatangi Mako Damkar Kota Semarang di Kecamatan Semarang Barat. Kedatangannya untuk menyampaikan permintaan maaf.

Pantauan detikJateng pada Sabtu (25/4/2026), DC pinjol yang diketahui bernama Bonefentura Soa (29) datang bersama sejumlah orang lainnya menggunakan dua mobil pada pukul 16.33 WIB. Selain DC tersebut, pemilik warung nasi goreng juga telah berada di Mako Damkar Kota semarang sejak sore tadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

DC tersebut dan sejumlah orang lain yang datang bersama dia langsung menyalami sejumlah petugas Damkar. Tampak pula Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang Tantri Pradono dan Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang Ade Bhakti Ariawan menyambut kedatangan DC tersebut.

Selanjutnya, DC bersama pemilik warung nasi goreng, Ade, dan Tantri, masuk ke ruang rapat Mako Damkar Kota Semarang.

ADVERTISEMENT

DC tersebut bernama Bonefentura Soa (29) atau akrab disapa Fenan. Fenan pun meminta maaf atas kelakuannya.

"Meminta maaf sebesar-besarnya kepada tim Damkar Semarang, kepada masyarakat Semarang semuanya," ungkap Fenan kepada wartawan.

Dia mengakui perbuatannya merugikan banyak pihak.

"Saya mengakui perbuatan saya merugikan bukan hanya satu pihak, banyak pihak," ungkapnya.

Susah Hubungi Nasabah

Fenan mengaku perbutannya dilakukan lantaran susah saat menghubungi nasabah. Dia pun akhirnya nekat membuat panggilan fiktif ke Damkar Kota Semarang.

"(Mengapa membuat laporan fiktif ke Damkar?) Kalau untuk itu mungkin karena ya di sini saya bekerja, Pak, ya. Saya bekerja ini karena mungkin ada rasa kesalahan juga karena kita hubungi (pengutang) juga agak susah ya. Jadi mungkin saya membuat hal seperti itu," kata Fenan di Mako Damkar Kota Semarang, Kecamatan Semarang Barat, Sabtu (25/4/2026).

Saat ditanya soal mengapa tidak meminta tolong langsung ke Damkar untuk menghubungi pengutang, Fenan menyebut, dirinya sempat terpikir hal tersebut. Namun, dia langsung membuat laporan fiktif tersebut.

"Kenapa menelepon Damkar untuk mendatangi pengutang?) Kalau itu, tim perwakilan di sini (Damkar) mungkin ada (niat meminta tolong). Cuma memang saat itu saya pikirannya langsung ke situ (membuat laporan fiktif)," ungkapnya.

Dia mengaku baru kali ini membuat laporan fiktif. Dia mengatakan, dirinya baru menjadi DC pada awal tahun ini.

"Kalau untuk telepon fiktif, order fiktif, ini baru pertama kalinya," sebutnya.

Tak Terkait Prank Ambulans Sleman

Fenan menegaskan dirinya baru sekali membuat laporan fiktif dan tidak terkait dengan laporan palsu pada ambulans di Sleman, DIY.

"Nah, untuk yang di Sleman saya mau sampaikan juga sama tim teman-teman media atau semua masyarakat Indonesia. Untuk yang di Sleman itu saya tidak tidak ada keterkaitan sama sekali," kata Fenan di Mako Damkar Kota Semarang, Kecamatan Semarang Barat, Sabtu (25/4/2026).

Dia pun mengaku tidak tahu siapa DC yang membuat laporan fiktif di Sleman. Dia mengaku baru tahu adanya kabar tersebut.

"Saya tidak tahu itu siapa," sebutnya.

Respons Damkar Kota Semarang

Damkar Kota Semarang sempat membuat aduan ke Polrestabes Semarang terkait laporan fiktif dari Bonefentura Soa (29), debt collector (DC) pinjaman online (pinjol), meski yang diadukan hanya nomor handphone. Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Ade Bhakti Ariawan, menyebut pihaknya masih menunggu atasannya untuk menentukan apakah aduan tersebut masih berlanjut atau tidak.

"Jadi menurut kami kami akan laporkan ke pimpinan karena memang yang kemarin yang kami laporkan kan nomor handphone," kata Ade di Mako Damkar Kota Semarang, Kecamatan Semarang Barat, Sabtu (25/4/2026).

Mulanya, Damkar Kota Semarang berencana melanjutkan pengaduan tersebut jika Bonefentura atau Fenan tidak datang ke Mako Damkar Kota Semarang hingga pukul 17.00 WIB hari ini.

"Tapi hari ini sebenarnya kalau jam 5 sore Mas Fnan ini nggak datang, kami akan melakukan pelaporan ke personal," ungkap Ade.

Soal permintaan maaf Fenan atas laporan fiktif tersebut, Damkar Kota Semarang meminta DC pinjol tersebut untuk mengenakan alat pelindung diri (APD).

"(Permintaan maaf diterima?) Ya, di situ dulu tuh dan pakai APD," kata Ade.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: 36 Biksu Thudong yang Jalan Kaki dari Thailand Telah Sampai di Borobudur"
[Gambas:Video 20detik]
(apl/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads