Suasana Rumah Duka PRT Tewas Jatuh dari Lantai 4 Kos di Benhil

Suasana Rumah Duka PRT Tewas Jatuh dari Lantai 4 Kos di Benhil

Robby Bernardi - detikJateng
Minggu, 26 Apr 2026 12:07 WIB
Suasana rumah duka PRT asal Batang yang tewas di Jakarta usai jatuh dari lantai 4 kos di Benhil. Foto diambil Minggu (26/4/2026).
Suasana rumah duka PRT asal Batang yang tewas di Jakarta usai jatuh dari lantai 4 kos di Benhil. Foto diambil Minggu (26/4/2026). Foto: Robby Bernardi/detikJateng
Batang -

Seorang pekerja rumah tangga (PRT) remaja bernama D (15) tewas usai jatuh dari lantai 4 sebuah kamar kos di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat. Rencananya jenazah akan dipulangkan ke daerah asalnya di Batang, Jawa Tengah.

Pantauan detikJateng di rumah duka yang berada di Desa Ngroto, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, warga sekitar terus berdatangan untuk melayat dan memberikan dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan. Warga juga menyiapkan penyambutan kedatangan jenazah korban.

Di halaman rumah, sejumlah warga tampak bergotong royong mempersiapkan penyambutan jenazah. Kursi-kursi ditata, sementara sebagian lainnya membantu kebutuhan keluarga di dalam rumah. Isak tangis sesekali pecah, menambah pilu suasana di lokasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ayah korban, Raudin (37), terlihat terpukul atas kepergian anak pertamanya. Ia lebih banyak terdiam, tak kuasa menceritakan perasaannya. Bibirnya terus bergetar, menahan tangis yang tak terbendung.

ADVERTISEMENT

Sekretaris Desa Ngroto, Suwandi mengatakan keluarga memang sangat terpukul dengan peristiwa tersebut.

"Di mata masyarakat dan teman-temannya, almarhumah ini anak yang baik, ramah, dan ceria. Kami tidak menyangka kejadian seperti ini bisa menimpa dia," ujar Suwandi, Minggu (26/4/2026).

Suwandi menjelaskan, motivasi Diva untuk bekerja diduga kuat dilatarbelakangi faktor ekonomi sekaligus keinginan untuk mandiri di usia muda. Di tengah kondisi keluarga yang terbatas, disebut memiliki keinginan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri, termasuk memiliki barang seperti telepon genggam sebagaimana teman-temannya.

"Motivasinya ekonomi, tapi juga ada keinginan mandiri. Kemungkinan dia ingin punya sesuatu sendiri tanpa membebani orang tua. Orangtuanya sebetulnya tifak meminta ia bekerja di usia remaja ini," katanya.

Meski begitu, Suwandi menegaskan bahwa keputusan untuk bekerja bukan atas paksaan orang tua. Ia meyakini hal tersebut murni inisiatif pribadi anaknya sendiri.

"Orang tuanya tidak menyuruh. Ini lebih ke kemauan anaknya sendiri," tambahnya.

Diberitakan BeritaKlik sebelumnya, dua orang pekerja rumah tangga (PRT) berinisial R dan M loncat dari lantai 4 sebuah bangunan kos di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Keduanya nekat terjun dari lantai 4 lantaran ingin kabur karena tidak betah bekerja di majikanya.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Saputra kepada wartawan, Kamis (23/4/2026), pada BeritaKlik, mengatakan hal senada.

"Untuk informasi sementara, orang itu katanya enggak betah. Terus dia kabur sama saksi satu. Jadi berdua loncat dari lantai 4. Satu meninggal, satu patah tangan, gitu aja," kata Roby Saputra.

Akibat aksi nekatnya satu ART meninggal dunia.

"Benar (satu PRT tewas)," tambah Roby Saputra kepada wartawan, Kamis (23/4).

Belum diketahui kronologi dan penyebab keduanya jatuh. Beredar kabar menyebutkan kedua ART tersebut dikurung di kamar kos, tapi Roby belum bisa memastikannya.

"Masih belum bisa disimpulkan demikian (kabar PRT dikurung). Korban dan saksi masih dirawat di RS," imbuhnya.




(ahr/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads