Koper salah satu jemaah haji asal Indonesia terpaksa dibongkar saat tiba di Bandara Internasional Mohammad bin Abdulaziz (AMAA), Madinah. Petugas otoritas bandara sempat mencurigakan isi koper saat melewati pemindaian X-ray yang kemudian diketahui ternyata berisi petis.
Dikutip dari detikHikmah, petugas kemudian melakukan pengecekan manual. Baru setelah itu diketahui ternyata bungkusan yang dicurigai berisi bumbu dapur khas Indonesia, petis.
Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara, Abdul Basir, mengatakan pembongkaran itu dilakukan karena pengemasan yang dinilai petugas bandara tiak lazim sehingga muncul kecurigaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kondisi hari ini agak unik ya. Ada satu jemaah yang kopernya terpaksa dibongkar oleh petugas X-ray karena kedapatan membawa petis dalam jumlah yang banyak. Dikemas dalam kemasan yang menurut mereka (petugas) mungkin terlalu mencurigakan," ujar Abdul Basir saat ditemui di Bandara AMAA Madinah, Senin (27/4/2026).
Ia menjelaskan, kepadatan dan bentuk bahan organik seperti petis yang dibungkus berlapis-lapis dapat menimbulkan citra ambigu pada mesin X-ray. Hal ini memicu petugas untuk melakukan pemeriksaan manual guna memastikan keamanan.
Abdul Basir memastikan, meski sempat tertahan petugas bandara, petis tersebut tidak disita. Setelah dilakukan pemeriksaan fisik dan diberikan penjelasan oleh petugas haji Indonesia, barang tersebut akhirnya diizinkan untuk dibawa kembali oleh jemaah.
"Karena petis itu memang kategori makanan biasa, kategori makanan tradisional, oleh petugas X-ray diberikan (dikembalikan) setelah ada penjelasan dari kita," tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa faktor kemasan menjadi penyebab utama koper tersebut dibongkar, bukan semata karena jumlah barang yang dibawa.
Sementara itu, proses kedatangan jemaah haji Indonesia di Madinah terus berlangsung. Hingga saat ini tercatat sudah 89 kloter dengan total 34.652 jemaah tiba untuk menjalankan rangkaian ibadah haji 2026.
(alg/ahr)
