Portal pembatas jalan di pertigaan Pasar Jrakah, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, roboh akibat terkena truk tronton. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang mengungkap portal tersebut telah dibuka hingga ketinggian maksimal 4,2 meter.
Kabar tersebut turut dibagikan oleh akun Instagram @informasi.semarang pada Sabtu (2/4/2026). Dijelaskan akun tersebut portal ditabrak truk hingga roboh pada pukul 00.50 WIB tadi.
Akun tersebut juga menuliskan portal tidak terbuka berdasarkan video yang diunggah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Portal pembatas di Simpang Tugu samping Pasar Krapyak kembali ketabrak truck tronton yang hendak masuk ke arah JI. Prof Hamka Kec. Ngaliyan. Padahal jelas aturan main pembukaan portal pada jam 23.00 -05.00 setiap harinya, portal tertabrak sekitar pukul 00.50. Bahkan terlihat dalam video tersebut bahwa portal tidak terbuka," tulis akun tersebut seperti dilihat detikJateng hari ini.
Dalam video tersebut, tampak portal tersangkut di truk kontainer tersebut. Belum terlihat jelas apakah portal tersebut dibuka atau tidak.
Portal yang seharusnya berdiri tegak tetapi tampak roboh. Terlihat pula truk tersebut berhenti di tengah jalan dan menyalakan lampu hazard.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Semarang, Mulyadi, mengatakan pihaknya masih belum bisa memastikan apakah portal tersebut roboh akibat ditabrak atau tersangkut truk tersebut.
"Nek niki dereng saget merumuske nggih (perihal penyebab portal roboh belum bisa merumuskan), itu kesangkut (truk) atau manuvernya yang nabrak tiangnya juga masih belum tahu," kata Mulyadi saat menghubungi detikJateng siang ini.
Mulyadi mengklaim, pihaknya telah menaikkan portal tersebut hingga ketinggian maksimal pada Jumat (1/5/2026) pukul 23.00 WIB. Dia mengatakan pada waktu tersebut telah banyak kendaraan yang melintasi portal itu.
"Itu sudah di dinaikkan ke maksimal 4,2. Pas waktu dilepas itu juga banyak kendaraan-kendaraan yang lain yang sudah mulai masuk pas jam 11-an nggih," jelasnya.
"Itu banyak kendaraan-kendaraan tronton juga masuk dengan ketinggiannya nggih mboten ngoten (juga tidak ada) permasalahan," lanjutnya.
Hingga kini, pihak Dishub masih menunggu hasil pemeriksaan dari polsek setempat terkait kejadian tersebut.
"Nanti nunggu informasi atau pemeriksaan dari polsek," sebutnya.
Terkait nasib portal tersebut, Mulyadi menjelaskan, pihaknya bakal meminta arahan dari pimpinannya. Dia menegaskan, pihaknya sementara ini menyiagakan personel di lokasi tersebut untuk melakukan pembatasan jalan.
"Nanti kami coba minta petunjuk arahan. Yang jelas itu harus dilakukan pembatasan dan yang lainnya sebagai pengendalian keamanan, keselamatan lalu lintas. (Personel Dishub) masih tetap disiagakan," terangnya.
Nantinya, Dishub bakal mengkaji apakah portal tersebut bakal dipasang di titik yang sama atau dipindah ke titik lainnya. Dishub juga bakal meminta pertanggungjawaban kepada pihak truk.
"Pasti (portal) ditanam lagi, dikaji lagi titiknya tetap di situ atau di mana. Nanti kami info lebih lanjut pendirian, pasti butuh konstruksi baru lagi, atau bergeser dari titiknya itu cuma bergeser berapa sentimeter," bebernya.
"Terkait ganti rugi harus ada tanggung jawab dari pihak itu. Masih dirapikan kerusakan-kerusakan itu," pungkasnya.
(afn/dil)