Menjelang perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE, para umat Buddha dari berbagai daerah menabur bunga dan bersih-bersih di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Tunggal, Kota Semarang. Mereka mengenang jasa pahlawan dan mendoakan mereka.
Pantauan detikJateng di Makam Pahlawan, tampak umat Buddha yang tergabung dalam DPD Walubi (Perwakilan Umat Buddha Indonesia) Jawa Tengah (Jateng) kompak mengenakan pakaian putih dan bersiap membersihkan makam.
Kegiatan yang menjadi rangkaian awal dalam menyambut Waisak itu dimulai dengan upacara. Usai menyanyikan Indonesia Raya, umat yang dipimpin Bhikku itu mendoakan jasad para pahlawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu peserta asal Temanggung, Brui Mutamang (47), mengaku datang bersama rombongan menggunakan angkutan umum demi mengikuti kegiatan tersebut. Ia menyebut, kegiatan ini menjadi bentuk penghormatan kepada para pahlawan.
"Ini dalam rangka memeriahkan perayaan Tri Suci Waisak. Kami berpartisipasi membersihkan Taman Makam Pahlawan yang merupakan satu rangkaian Waisak," kata Brui kepada detikJateng, Minggu (3/5/2026).
"Kalau kami dulu tidak ikut berjuang, maka yang kami mampu sekarang adalah ikut membersihkan Taman Makam Pahlawan ini," lanjut Brui.
Ia yang baru menyapu sekitar makam mengatakan, sebelumnya juga telah mengikuti kegiatan donor darah sukarela yang menjadi bagian dari rangkaian Waisak. Ia menilai, kegiatan bersih makam dan ziarah merupakan bentuk sederhana untuk mengenang jasa para pahlawan.
"Kalau dulu para pahlawan tidak berjuang mati-matian membela negara, kita tidak mungkin bisa menikmati kemerdekaan seperti saat ini. Mungkin masih hidup dalam penderitaan seperti negara yang masih perang. Kami sangat berterima kasih banyak atas perjuangan para pahlawan," ucapnya.
Ia pun berharap perayaan Waisak tahun ini bisa berjalan lancar dan membawa kedamaian bagi seluruh umat.
"Semoga Waisak berjalan lancar, rukun, dan damai, semua umat bersatu. Kemudian kita bisa mengembangkan kebajikan semampu kita masing-masing," harapnya.
Ketua DPD Walubi Jateng, Tanto Harsono, menuturkan kegiatan tabur bunga ini merupakan agenda rutin yang telah berlangsung lebih dari 30 tahun dan selalu digelar menjelang Waisak.
"Hari ini kita melaksanakan rangkaian pertama Waisak, yaitu tabur bunga di Taman Makam Pahlawan secara serentak di seluruh Indonesia," kata Tanto.
Ia menyebut, peserta kegiatan tabur bunga di Semarang mencapai sekitar 200 orang. Mereka datang dari Boyolali, Kabupaten Semarang, Kota Semaranh, hingga Temanggung.
"Ini bentuk penghormatan kepada jasa para pahlawan. Tanpa mereka, kita tidak ada," ujarnya.
Sementara itu, Pembimas Buddha Jawa Tengah, Karbono, menambahkan kegiatan tabur bunga dan karya bakti ini dilaksanakan serentak di 10 titik di Jawa Tengah, antara lain di Semarang, Kabupaten Semarang, Temanggung, Boyolali, Jepara, Kebumen, Wonogiri, hingga Purwokerto.
"Ini bagian dari rangkaian Waisak sebulan penuh. Setelah ini akan ada kegiatan sosial di beberapa daerah," jelas Karbono.
Ia lantas mengimbau umat Buddha merayakan Waisak di tempat ibadah masing-masing. Namun, bagi yang berkesempatan, dipersilakan mengikuti perayaan di Candi Borobudur maupun Candi Sewu.
"Intinya Waisak adalah perayaan bersama, bisa dilakukan di mana saja," pungkasnya.
(apu/apu)
