Di Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten terdapat nama dukuh yang unik, Dukuh Tombol. Dukuh Tombol masuk wilayah administrasi Desa Dalangan.
Tombol merupakan dukuh yang subur tanahnya dan melimpah airnya. Perkampungan tersebut dikepung sawah padi sepanjang tahun karena air yang melimpah.
Letak dukuh itu hanya setengah kilometer ke barat dari Umbul Ponggok, objek wisata air yang sudah tersohor. Di utara dukuh itu deretan objek wisata air berkembang pesat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menelusuri asal-usul Dukuh Tombol tidak mudah. Beberapa warga yang dijumpai detikJateng mengaku tidak mengetahui asal-usul nama Tombol yang unik.
"Setahu saya dari cerita orang tua, nama Tombol itu berasal dari nama tanaman. Namanya pohon tom (tarum)," ungkap Kades Dalangan, Agung Pramana kepada detikJateng, Senin (4/5/2026).
Tumbuhan tom itu, kata Agung, banyak ditemukan di dukuh tersebut yang dulunya sawah. Pohon tom akhirnya dibudidayakan warga untuk pewarna kain.
"Tumbuhan tom itu digunakan untuk bahan wedel (pewarnaan kain alami). Bentuk pohon seperti tanaman jahe yang bergerombol," terang Agung.
Pewarna dari tanaman tom asal desanya itu, lanjut Agung, terkenal sejak zaman dahulu. Sebab, pohonnya bergerombol maka masyarakat menyebut daerah tersebut dengan julukan tombol.
"Karena pohonnya bergerombol maka disebut tombol. Sekarang tanamannya sudah tidak ada, tidak ada warga yang mewarnai kain lagi," lanjut Agung.
"Dukuh Tombol dibagi empat RT. Pekerjaan warganya banyak buruh dan wiraswasta," imbuh Agung.
Warga setempat, Sri Sarmini (60), mengaku tidak mengetahui asal-usul nama dukuh asalnya.
"Ya tidak tahu, sejak dulu namanya juga itu. Orang tua juga tidak cerita," ungkap warga setempat Sri Sarmini kepada detikJateng.
Warga lain, Wahono (50), juga mengaku tidak mengetahui asal-usul nama dukuh asalnya. Sempat diduga nama itu berasal dari kata tombol yang artinya sakelar.
"Ya tombol setahu saya ya sakelar lampu. Apa begitu juga tidak tahu, mungkin zaman dulu," katanya.
Menurut sesepuh desa, Jasmanto (76), nama Dukuh Tombol sudah ada sejak zaman dulu. Dukuh itu bukan dukuh baru.
"Bukan baru, sejak dulu sudah ada. Zaman Belanda memang ada pabrik di Ponggok tapi pabrik gula," ungkap Jasmanto kepada detikJateng.
"Ya namanya Tombol sejak dulu, tidak pernah diganti," imbuhnya.
(aku/ams)
