- Apa Itu Kutu Buku?
- Masalah yang Disebabkan oleh Kutu Buku 1. Kerusakan Buku atau Dokumen Berbahan Kertas 2. Kerusakan Pakaian atau Perabot Berbahan Kain 3. Reaksi Alergi hingga Gangguan Pernapasan
- Apakah Kutu Buku Berbahaya untuk Manusia?
- 10 Cara Mengatasi Kutu Buku atau Gegat 1. Gunakan Perangkap Sederhana 2. Manfaatkan Koran Basah sebagai Umpan 3. Pasang Perangkap Lengket atau Lem 4. Manfaatkan Daun Salam 5. Taburkan Tanah Diatom atau Boraks 6. Gunakan Semprotan Pengusir Serangga 7. Kurangi Kelembapan 8. Jaga Kebersihan dan Kerapian 9. Simpan Barang dan Makanan dengan Benar 10. Tutup Celah dan Rawat Lingkungan Sekitar Rumah
Kutu buku atau gegat sering kali dianggap sepele, padahal keberadaannya bisa menjadi ancaman serius bagi berbagai perabotan di rumah. Serangga kecil ini dikenal gemar merusak buku, dokumen penting, hingga pakaian. Tak hanya itu, kehadirannya juga bisa memicu alergi pada sebagian orang.
Gegat biasanya muncul di tempat-tempat yang lembap dan jarang terjangkau, seperti gudang, atau sudut lemari. Sebagai hewan nokturnal atau aktif pada malam hari, serangga ini sering luput dari perhatian hingga akhirnya berkembang biak dengan cepat. Jika dibiarkan, infestasi gegat bisa semakin parah dan merusak lebih banyak barang di dalam rumah.
Lantas, bagaimana cara efektif untuk mengusir sekaligus mencegah kutu buku agar tidak kembali lagi? Tenang, detikJateng akan bagikan 10 cara mengatasi kutu buku alias gegat yang hobi merusak barang dan bikin alergi. Kalau begitu, yuk simak dan ikuti caranya di bawah!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa Itu Kutu Buku?
Kutu buku atau gegat (silverfish) merupakan serangga kecil yang sering ditemukan di area lembap dalam rumah. Serangga ini memiliki tubuh berwarna perak mengilap dengan bentuk menyerupai tetesan air. Menurut keterangan di laman Wondercide, nama silverfish berasal dari sisik mengilap serta gerakannya yang mirip ikan.
Berdasarkan buku Mengenal Kehidupan Serangga karya Wahyudi Wijayanto, kutu buku memiliki tubuh yang lembut. Panjang tubuhnya kurang dari 6 milimeter (mm) dan sebagian besar hanya memiliki panjang tubuh 1 hingga 2 mm. Umumnya, serangga ini berwarna kuning. Kutu buku yang telah dewasa lazimnya memiliki sayap.
Kemudian, bagian ujung tubuh kutu buku terdapat tiga bulu panjang yang menjadi ciri khasnya. Bersumber dari laman Medical News Today, ciri ini membuatnya juga dikenal sebagai bristletails. Menariknya, serangga ini juga dilengkapi dengan enam kaki dan dua antena.
Gegat termasuk hewan nokturnal yang aktif pada malam hari dan bersembunyi di siang hari. Mereka mudah ditemukan di kamar mandi, gudang, atau sudut rumah yang lembap. Serangga ini mampu berkembang biak dengan cepat dan bahkan bisa bertahan lama tanpa makanan.
Dari segi makanan, kutu buku dikenal merusak karena memakan bahan yang mengandung gula dan pati. Buku, kertas, pakaian, hingga sisa-sisa organik seperti rambut dan debu bisa menjadi santapannya. Tak hanya itu, mereka juga dapat memakan debu, rambut, lem, hingga makanan kering seperti tepung dan gula.
Masalah yang Disebabkan oleh Kutu Buku
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, beberapa makanan kutu buku di antaranya adalah kertas dan kain. Hal ini tentu akan menimbulkan masalah ketika serangga satu ini hidup di rumah kita. Benda-benda dengan bahan dasar tersebut bisa rusak. Belum lagi risiko masalah lain yang disebabkan oleh serangga kecil satu ini.
Berikut beberapa masalah yang sering disebabkan oleh kutu buku:
1. Kerusakan Buku atau Dokumen Berbahan Kertas
Gegat dikenal gemar memakan bahan yang mengandung gula dan pati, termasuk kertas pada buku dan dokumen penting. Akibatnya, permukaan kertas bisa berlubang, tergores, atau bahkan hancur secara perlahan. Tanda-tandanya dapat berupa bekas gigitan, noda kuning, hingga serpihan sisik di area yang terdampak.
2. Kerusakan Pakaian atau Perabot Berbahan Kain
Tak hanya kertas, kutu buku juga menyerang bahan lain seperti pakaian, kain, hingga perabot rumah tangga berbahan tekstil. Mereka dapat merusak serat kain sehingga menyebabkan lubang kecil yang sulit diperbaiki. Hal ini tentu merugikan, terutama jika menyerang barang-barang yang jarang digunakan atau disimpan lama.
3. Reaksi Alergi hingga Gangguan Pernapasan
Selain merusak barang, gegat juga bisa memicu alergi pada sebagian orang. Sisik yang mereka lepaskan mengandung protein tropomiosin yang dapat memicu reaksi alergi, bahkan gangguan pernapasan. Protein tersebut juga dapat bercampur dengan alergen lain di dalam rumah dan memperparah gejala seperti gatal, batuk, atau bersin.
Apakah Kutu Buku Berbahaya untuk Manusia?
Jika dilihat dari poin sebelumnya, kutu buku memang dapat memicu reaksi alergi hingga gangguan pernapasan pada sebagian orang. Namun, apakah gegat benar-benar berbahaya bagi manusia? Secara umum, serangga ini tidak tergolong berbahaya secara langsung karena tidak menggigit, tidak menyengat, dan tidak membawa penyakit.
Kendati demikian, dampak tidak langsung dari keberadaan kutu buku tetap perlu diwaspadai. Sisik halusnya yang mengandung protein dapat memicu alergi, terutama jika bercampur dengan debu dan alergen lain di dalam rumah. Akibatnya, seseorang bisa mengalami gejala seperti gatal, bersin, batuk, bahkan hingga gangguan pernapasan.
Dengan kata lain, kutu buku mungkin tidak berbahaya dalam arti menyerang manusia secara fisik, tetapi keberadaannya tetap bisa mengganggu kesehatan dan kenyamanan. Oleh karena itu, penting untuk segera mengatasi 'serangan' gegat agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas.
10 Cara Mengatasi Kutu Buku atau Gegat
Melihat berbagai masalah yang ditimbulkan, keberadaan kutu buku tidak bisa dibiarkan begitu saja. Apalagi, serangga ini dapat berkembang biak dengan cepat dan bersembunyi di berbagai sudut rumah tanpa disadari. Oleh karena itu, diperlukan langkah tepat yang tidak hanya membasmi, tetapi juga mencegah agar gegat tidak kembali lagi.
Di bawah ini 10 cara mengatasi kutu buku alias gegat yang bisa detikers ikuti di rumah:
1. Gunakan Perangkap Sederhana
detikers bisa membuat perangkap sendiri dengan memasukkan makanan bertepung seperti roti ke dalam toples kaca yang dilapisi selotip di bagian luar. Gegat dapat memanjat permukaan kasar, tetapi tidak bisa keluar dari kaca yang licin. Cara ini cukup efektif untuk mengurangi jumlahnya secara alami.
2. Manfaatkan Koran Basah sebagai Umpan
Gulung koran yang telah dibasahi lalu letakkan di area yang sering didatangi kutu buku. Setelah beberapa hari, buang atau musnahkan koran tersebut bersama gegat yang terperangkap di dalamnya. Metode ini sederhana namun cukup ampuh.
3. Pasang Perangkap Lengket atau Lem
Perangkap lem bisa menjadi solusi praktis, terutama di dapur atau tempat penyimpanan makanan. Meski tidak terlalu menarik perhatian serangga, alat ini tetap efektif untuk menangkap gegat yang melintas. Namun, pastikan diletakkan di tempat aman dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
4. Manfaatkan Daun Salam
Aroma daun salam ternyata tidak disukai oleh kutu buku. Kalian bisa menghancurkan daun salam kering dan menaburkannya di area rawan. Namun, hindari penggunaan jika memiliki hewan peliharaan karena berpotensi berbahaya akibat tertelan.
5. Taburkan Tanah Diatom atau Boraks
Tanah diatom dan boraks dapat membantu membasmi gegat dengan merusak lapisan tubuhnya. Taburkan tipis di area yang sering dilewati kutu buku untuk hasil maksimal. Meski efektif, gunakan dengan hati-hati agar tidak terhirup.
6. Gunakan Semprotan Pengusir Serangga
Semprotan berbahan minyak esensial seperti cedarwood terbukti mampu mengusir sekaligus membasmi kutu buku. Selain itu, semprotan khusus serangga seperti semut dan kecoa juga bisa digunakan untuk penanganan cepat pada area tertentu.
7. Kurangi Kelembapan
Kutu buku sangat menyukai tempat lembap seperti kamar mandi atau gudang. Oleh karena itu, penting untuk menjaga sirkulasi udara tetap baik dan mengurangi kelembapan, misalnya dengan membuka jendela atau menggunakan dehumidifier.
8. Jaga Kebersihan dan Kerapian
Membersihkan debu secara rutin serta mengurangi barang menumpuk dapat mencegah gegat berkembang biak. Gunakan vakum, terutama yang memiliki filter HEPA, untuk membersihkan telur yang mungkin tidak terlihat.
9. Simpan Barang dan Makanan dengan Benar
Simpan buku, dokumen, pakaian, serta makanan kering dalam wadah tertutup rapat agar tidak menjadi sumber makanan bagi kutu buku. Cara ini juga membantu mencegah kerusakan pada barang-barang penting.
10. Tutup Celah dan Rawat Lingkungan Sekitar Rumah
Pastikan tidak ada celah atau retakan yang bisa menjadi tempat masuknya gegat ke dalam rumah. Selain itu, jaga kebersihan halaman dengan rutin memangkas tanaman dan membersihkan area lembap agar tidak menjadi tempat berkembang biak.
Itulah 10 cara mengatasi kutu buku alias gegat yang hobi merusak barang hingga bikin alergi. Semoga bermanfaat ya, Lur!
Artikel ini ditulis oleh Mardliyyah Hidayati peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik
(num/afn)