Geger Pria Purwokerto Naik Atap Diduga Depresi, Turun Usai Istri Datang

Geger Pria Purwokerto Naik Atap Diduga Depresi, Turun Usai Istri Datang

Anang Firmansyah - detikJateng
Senin, 11 Mei 2026 14:02 WIB
Kondisi S usai dievakuasi petugas di Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Senin (11/5/2026).
Kondisi S usai dievakuasi petugas di Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Senin (11/5/2026). (Foto: Anang Firmansyah/detikJateng)
Banyumas -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Warga Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, digegerkan oleh aksi seorang pria lanjut usia yang nekat naik ke atap bangunan rumah lantai dua. Pria yang diduga mengalami depresi itu akhirnya mau turun usai dibujuk istri.

Pria tersebut diketahui berinisial S (61), warga setempat yang sehari-hari bekerja sebagai penarik sampah keliling. Peristiwa itu berlangsung cukup lama, mulai sekitar pukul 07.30 WIB hingga akhirnya korban berhasil dievakuasi petugas sekitar pukul 10.00 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Warga yang melihat kejadian itu sempat panik lantaran S beberapa kali terlihat gelisah sambil membawa senjata tajam di atas bangunan. Tetangga S, Siti Zaenah, mengaku sempat mendengar ucapan S sebelum pria tersebut naik ke atap rumah.

"Mbak, mbok (kalau) saya mati makamkan saya, saya mau bunuh diri," ujar Siti menirukan ucapan S saat ditemui wartawan, Senin (11/5/2026).

ADVERTISEMENT

Mengetahui situasi tersebut, Siti langsung menghubungi istri korban melalui WhatsApp. Tak lama kemudian warga berdatangan dan lokasi kejadian dipenuhi masyarakat yang penasaran.

Menurut dia, S diduga mengalami tekanan batin karena persoalan rumah tangga. Istrinya disebut telah meninggalkan rumah sekitar sepekan terakhir dan mengajukan permintaan cerai.

"Informasinya sih katanya karena sudah ribut sama istrinya, katanya mau diceraikan tapi tidak mau," terangnya.

Sementara itu, Kapolresta Banyumas, Kombes Petrus Silalahi, mengatakan pihaknya menerima laporan warga sekitar pukul 08.05 WIB terkait seorang pria yang mengancam bunuh diri.

"Begitu menerima laporan, kami segera bergerak ke tempat kejadian perkara dan berkoordinasi dengan tim gabungan untuk melakukan penanganan secara cepat dan terukur," ujarnya.

Polisi kemudian menerjunkan tim patroli Quick Response bersama personel gabungan dari Satbrimob, Damkar, tenaga medis, hingga Basarnas untuk melakukan proses penyelamatan.

Kapolsek Purwokerto Selatan, Puji Nurochman, menambahkan petugas juga melakukan pendekatan persuasif dengan menghadirkan istri korban ke lokasi.

"Selanjutnya kami konsolidasi untuk tindakan evakuasi dan juga membawa istri yang bersangkutan untuk mengajak agar bisa turun dan bisa kita selamatkan," katanya.

Setelah hampir dua jam negosiasi, korban akhirnya luluh dan bersedia melepaskan pisau yang dibawanya sekitar pukul 09.50 WIB.

"Alhamdulillah, korban berhasil kami selamatkan. Selanjutnya langsung dibawa ke RS Banyumas untuk mendapatkan penanganan medis dan pendampingan lebih lanjut," kata Puji.

Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan barang bukti berupa satu bilah pisau dapur. Tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil dalam insiden tersebut.




(aku/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads