Detik-detik Atap Kelas MTs Muhammadiyah di Sragen Ambruk Timpa Siswa dan Guru

Detik-detik Atap Kelas MTs Muhammadiyah di Sragen Ambruk Timpa Siswa dan Guru

Tara Wahyu NV - detikJateng
Selasa, 12 Mei 2026 11:33 WIB
Penampakan kelas di MTS Muhammadiyah 4 Bulu yang atapnya roboh, Selasa (12/5/2026)
Penampakan kelas di MTS Muhammadiyah 4 Bulu yang atapnya roboh, Selasa (12/5/2026). Foto: Tara Wahyu/detikJateng
Sragen -

Atap ruang kelas VII di MTs Muhammadiyah 4 Bulu (sebelumnya disebut MI), Sambungmacan ambruk dan menimpa sejumlah siswa dan guru. Ambrolnya atap itu, diketahui saat prosesi belajar mengajar Bahasa Inggris.

Wakil Kepala Sekolah MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Cipto Waluyo mengatakan bahwa saat kejadian sedang berlangsung pelajaran jam pertama Bahasa Inggris oleh guru bernama Nurul Eka Ismiyati. Di tengah pembelajaran, atap langsung roboh.

"Kronologi yang pertama, itu kan di waktu pembelajaran siswa. Karena itu jam pertama, gurunya Bu Nurul Eka Ismiyati, S.Pd., Bahasa Inggris. Waktu pembelajaran itu, tiba-tiba itu roboh," katanya ditemui detikJateng di MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Selasa (12/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cipto mengatakan tidak ada suara sebelum ruangan kelas tersebut roboh. Apalagi, saat jam pelajaran para siswa sedang fokus belajar.

ADVERTISEMENT

"Langsung roboh. Lha kita nggak tahu, karena ada anak yang di bawah fokus ke pembelajaran itu. Yang jelas, anak-anak juga ada yang luka-luka juga," ucapnya.

Penampakan kelas di MTS Muhammadiyah 4 Bulu yang atapnya roboh, Selasa (12/5/2026)Penampakan kelas di MTS Muhammadiyah 4 Bulu yang atapnya roboh, Selasa (12/5/2026) Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng

Lebih lanjut, Cipto mengatakan bahwa ada enam anak serta satu guru yang dibawa ke rumah sakit dan satu anak dibawa ke RS Amal Sehat.

"Guru dibawa ke RSUD dan enam anak lainnya. Satu anak dibawa ke Amal Sehat. Jadi keseluruhan jumlahnya itu ada tujuh, plus satu guru tadi,"jelasnya.

Diketahui peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Diduga kuat, atap bangunan sekolah tersebut roboh lantaran kondisi kayu penyangga yang sudah lapuk dimakan usia.

"Kejadian kurang lebih jam 08.00 tadi. Karena melihat itu atapnya kelihatannya sudah lapuk, jadi kayunya sudah lapuk. Pas proses belajar mengajar," ujar Camat Sambungmacan, Edi Purwanto, saat dimintai konfirmasi, Selasa (12/5/2026).

Berdasarkan data yang ia terima, terdapat 7 korban luka yang membutuhkan penanganan medis serius.

"Informasinya ada 7 korban. Itu terdiri dari satu orang guru dan enam orang murid," ucapnya.

Ia menyebut seluruh korban langsung dievakuasi menggunakan ambulans dari Puskesmas Sambungmacan, PDM, hingga Lazismu untuk mendapatkan perawatan intensif.

"Tadi dibawa ke rumah sakit semua, ke RSUD Sragen. Alhamdulillah sudah terkondisikan, yang penting diamankan dulu anak-anaknya," imbuh Edi.




(afn/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads