Kucing terkenal sebagai hewan peliharaan yang aktif sehingga memiliki nafsu makan tinggi. Bahkan, tak jarang saat kucing merasa lapar atau haus, mereka mengeluarkan suara nyaring hingga keinginannya dituruti. Namun, pernahkah kamu penasaran, berapa hari kucing bisa tahan tanpa makan dan minum?
Sebelum membedah jawabannya, detikers perlu tahu bahwa meski nafsu makannya tinggi, ada kalanya kucing tampak tak selera makan sama sekali. Kondisi ini sering membuat pemilik merasa khawatir, terutama jika terjadi selama beberapa hari berturut-turut.
Karena itu, banyak orang bertanya-tanya, sebenarnya berapa lama kucing dapat bertahan hidup tanpa makan dan minum. Pasalnya, kebutuhan cairan dan nutrisi pada kucing sangat penting untuk menjaga kondisi tubuh, energi, hingga fungsi organ kucing agar selalu bekerja dengan baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langsung saja, simak pembahasannya di bawah ini, yuk!
Berapa Kali Kucing Makan dan Minum Sehari?
Dilansir laman College Veterinary Medicine, waktu pemberian makan kucing sebaiknya dilakukan secara teratur setiap hari agar pola makan dan kesehatannya terjaga. Frekuensi makan biasanya disesuaikan dengan usia kucing karena kebutuhan nutrisi tiap fase pertumbuhan berbeda-beda.
Berikut jadwal makan kucing yang dapat diterapkan untuk menjaga kesehatan kucing:
- Anak kucing usia di bawah 6 bulan: 3 kali sehari.
- Kucing usia 6 bulan hingga 1 tahun: 2 kali sehari.
- Kucing dewasa: 1-2 kali sehari.
- Kucing senior: mengikuti pola makan dewasa kecuali ada anjuran dokter hewan.
Tak hanya makanan, kucing juga harus selalu memiliki akses air minum selama 24 jam. Dikutip dari laman Daily Paws, kebutuhan air kucing rata-rata sekitar 40 hingga 60 ml per kilogram berat badan per hari. Selain itu, kucing yang mengonsumsi makanan kering lebih butuh banyak air dari pada kucing yang makan makanan basah.
Apa Alasan Kucing Tidak Mau Makan dan Minum?
Kucing yang tidak mau makan dan minum bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari stres hingga gangguan kesehatan. Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele, terutama jika berlangsung lebih dari 24 jam.
Dirangkum dari laman Southern Living dan Daily Paws, terdapat beberapa penyebab umum yang menjadi alasan kucing kehilangan nafsu makan dan minum, antara lain:
- Stres akibat perubahan lingkungan atau rutinitas.
- Gangguan kesehatan seperti sakit gigi, demam, gangguan pencernaan, atau penyakit ginjal, dan penyakit lainnya.
- Tempat makan dan minum yang kotor.
- Makanan dan minuman yang tidak lagi segar.
- Pergantian makanan secara mendadak.
- Depresi, kecemasan, atau kelelahan setelah perjalanan jauh.
- Tempat makan dan minumnya terlalu dekat dengan litter box
Karena itu, jika kucing terlihat lemas, muntah, atau sama sekali tidak mau makan dan minum selama lebih dari satu hari, pemilik disarankan segera memeriksakan hewan peliharaan ke dokter hewan.
Berapa Lama Kucing Bisa Bertahan Tanpa Makan dan Minum?
Kucing diketahui dapat bertahan hidup tanpa makanan hingga sekitar dua minggu tergantung usia dan kondisi kesehatannya. Sementara itu, tanpa air minum, kucing umumnya hanya mampu bertahan selama dua hingga tiga hari. Bahkan, dehidrasi bisa mulai terjadi setelah 24 jam tanpa asupan cairan.
Kondisi ini sangat berbahaya karena tubuh kucing akan kehilangan nutrisi penting yang dibutuhkan organ tubuh. Jika terlalu lama tidak makan, kucing berisiko mengalami hepatic lipidosis atau penumpukan lemak pada hati yang dapat mengancam nyawa.
Risiko dehidrasi juga lebih tinggi pada kucing yang sedang sakit, muntah, atau diare. Adapun tanda-tanda kucing mengalami dehidrasi adalah sebagai berikut:
- Tubuh lemas.
- Mata terlihat cekung.
- Mulut terasa kering.
- Kulit tidak cepat kembali saat dicubit perlahan.
- Nafsu makan semakin menurun.
Bagaimana Tips Mengembalikan Nafsu Makan dan Minum Kucing?
Saat kucing kehilangan nafsu makan, pemilik dapat mencoba beberapa cara sederhana untuk membantu meningkatkan nafsu makan dan minumnya. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan:
- Berikan wet food atau makanan basah. Pada dry food atau makanan kering, dapat mencampurkan sedikit air hangat ke makanan.
- Ganti air minum setiap hari agar tetap segar.
- Bersihkan tempat makan dan minum secara rutin.
- Gunakan water fountain khusus kucing.
- Letakkan tempat makan di area tenang dan jauh dari litter box.
- Menambahkan sedikit kaldu ayam rendah garam atau air rebusan tuna pada air minum kucing.
Apa Makanan dan Minuman Terbaik untuk Kucing?
Dikutip dari laman College of Veterinary Medicine, makanan terbaik bagi kucing adalah makanan yang memiliki nutrisi lengkap dan seimbang sesuai dengan usia dan kondisi kesehatannya, Sebagai hewan karnivora, kucing memerlukan protein hewani sebagai nutrisi utama untuk menjaga energi dan kesehatan tubuh.
Secara umum, terdapat dua jenis makanan kucing, yakni wet dan dry food. Keduanya makanan yang aman untuk diberikan pada kucing, selama makanan yang diberikan sesuai dengan porsinya. Hindari memberikan makanan kepada kucing dengan porsi besar dan sering untuk menghindari obesitas.
Selain memastikan makanan kucing yang berkualitas dengan nutrisi yang lengkap, pastikan juga bahwa makanan selalu segar. Selanjutnya, untuk menjaga nafsu makan kucing stabil, disarankan untuk memberikan variasi makanan yang berbeda dalam kurun waktu tertentu.
Sementara itu, menurut laman Hills Pet Nutrition, minuman yang baik bagi kucing adalah air yang bersih, segar, dan jernih, seperti air kemasan atau air sumur yang memang aman untuk diminum. Kendati demikian, kucing tak selalu meminum air yang disediakan oleh pemilik dan justru memilih minum dari air toilet.
Selain itu, ketika kucing berada di luar rumah, ia akan meminum sumber air dari mana saja, seperti air genangan, air kolam, atau air sungai. Meski terlihat bersih, kucing akan memiliki resiko terserang penyakit.
Pasalnya, air-air tersebut bisa saja terkontaminasi bakteri, kuman, atau virus yang mengendap di air tersebut. Karena itu, penting bagi pemilik untuk memperhatikan sumber air yang diminum kucing untuk menghindari resiko penyakit yang berasal dari air-air tersebut.
Demikianlah fakta tentang berapa lama kucing dapat bertahan tanpa makan dan minum, lengkap dengan waktu terbaik memberi makan, tips mengembalikan nafsu makan, hingga makanan dan minuman terbaik untuk makhluk berkaki empat ini. Semoga bermanfaat, detikers!
Artikel ini ditulis oleh Khofifah Azzahro peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik
(num/ahr)
