Sebuah rumah di Desa Kalimati, Kecamatan/Kabupaten Brebes, kondisinya begitu mengenaskan. Pasalnya, hunian itu kondisinya hampir ambruk karena si pemilik tidak mempunyai uang untuk merenovasinya.
Pantauan detikJateng, rumah itu sudah roboh di bagian dinding. Atapnya juga turun, menyebabkan ratusan genting pecah.
Rumah ukuran 4×6 meter ini kondisinya sudah sangat lapuk. Dinding rumah tampak mengelupas dan sudah miring. Sedangkan lantai rumah masih berupa plesteran semen dan kondisinya sudah banyak lubang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bangunan ini adalah tempat berteduh Koriah (29) dan suami, Arief Durahman (37), serta dua anaknya. Koriah sudah menempati bangunan tersebut sejak ia kecil. Selama itu pula, rumah belum pernah direnovasi karena terkendala biaya.
Koriah mengungkapkan, kondisi ekonomi keluarganya yang menjadikan rumah itu tidak pernah direhab.
Koriah mengatakan, suami kerja sebagai buruh serabutan. Pendapatannya pun tidak menentu dan hanya cukup untuk makan sehari-hari.
"Dari mana uang untuk rehab. Tidak punya, jadi dibiarkan sampai roboh," ucap Koriah, Kamis (14/5/2026).
Akibat kejadian ini, Koriah dan keluarga kini tak lagi memiliki tempat berteduh. Ia menuturkan terpaksa menumpang menumpang di rumah kerabat.
"Terpaksa menumpang seadanya. Rumah sudah roboh tidak bisa ditempati," ujar Koriah ditemui di lokasi kejadian.
Meski tergolong miskin, Koriah mengaku tidak pernah mendapat bantuan bedah rumah. Wanita ini berharap ada bantuan untuk merehab rumahnya.
"Belum ada yang datang nanyai soal bantuan. Penginnya dapat RTLH supaya rumah direhab," harapnya.
Catatan di kantor desa, Koriah tercatat sebagai warga yang masuk dalam kategori keluarga tidak mampu desil 1. Kelompok desil 1 merupakan warga yang paling berhak dan menjadi prioritas utama untuk mendapatkan bantuan sosial maupun program perbaikan rumah dari pemerintah daerah.
Dimintai konfirmasi, Kepala Desa Kalimati Kecamatan Brebes, Lukman Hakim membenarkan Koriah tergolong warga miskin desil 1. Terkait soal usulan rehab rumah, kades mengaku sudah berkali-kali menawarkan bantuan rehab rumah.
"Sudah berkali-kali kita tawarkan untuk perbaikan rumah Ibu Koriah. Tapi bantuan kan bentuknya material, sedangkan Ibu Koriah tidak sanggup untuk swadaya membayar tukang bangunannya. Katanya tidak ada dana. Dari dulu-dulu begitu," tuturnya.
Terpisah, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Dinperwaskim) Brebes, Laode Aria Vindar berjanji akan mencari solusi terkait rumah Koriah.
"Akan kami tindaklanjuti bersama Baznas untuk diberi bantuan. Sudah saya intruksikan kepada Kabid PR (Perumahan Rakyat) dan jajaran Bidang PR untuk segera ditindaklanjuti bersama Baznas," kata Laode.
(apu/apu)