WNA Komplotan Pencuri Modus Tukar Uang Sikat Perhiasan Rp 11 Juta di Klaten

WNA Komplotan Pencuri Modus Tukar Uang Sikat Perhiasan Rp 11 Juta di Klaten

Achmad Hussein Syauqi - detikJateng
Jumat, 15 Mei 2026 16:24 WIB
Jalan depan toko di Desa Jambu Kidul, Kecamatan Ceper, Klaten lokasi pencurian.
Jalan depan toko di Desa Jambu Kidul, Kecamatan Ceper, Klaten lokasi pencurian. Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng
Klaten -

Aksi pencurian dengan modus gendam yang dilakukan komplotan mengaku warga negara asing (WNA) kembali terjadi di Klaten. Kejadian menimpa keluarga pemilik toko di Desa Jambu Kidul, Kecamatan Ceper, Klaten.

Kejadian tersebut terungkap setelah diunggah di akun Facebook info cegatan Klaten hari ini. Dalam postingan rekaman CCTV tersebut terlihat seorang pria berbaju putih lengan panjang, celana panjang hitam, bersepatu datang bersama seorang wanita berbaju dan bercelana ketat serba hitam.

Kedua orang yang memakai masker itu mendatangi toko kelontong di tepi jalan depan kantor desa. Pelaku pria masuk dan berbincang dengan pemilik toko, sedang pelaku wanita mendampingi di luar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak berapa lama, pemilik toko masuk rumah diikuti kedua pelaku yang memakai topi. Pemilik toko, Janah (36) menceritakan kejadian kemarin siang. Saat itu dirinya menjemur pakaian di belakang.

"Saya di belakang dipanggil anak saya nomor satu, katanya ada orang Turki mau tukar uang sama mbah uti (ibunya). Saya lari, ternyata sudah ada yang masuk rumah satu orang, yang masuk sama ibu itu yang cowok, yang di kamar tamu ketemu saya ceweknya," ungkap Janah kepada detikJateng, Jumat (15/5/2026) siang.

ADVERTISEMENT

Merasa ada sesuatu yang aneh, terang Janah, dirinya mulai curiga dengan pelaku cewek sehingga tidak begitu digubris. Setelah itu keduanya pergi dan ternyata modusnya menukar uang.

"Dia minta tukar uang sama mbah uti tapi yang diminta ditukar itu sama seperti yang di dompetnya. Dilihatkan dompet, minta ditukar seperti yang di dompet, minta diambilkan yang di sana (dalam rumah)," lanjut Janah.

Saat pelaku mengajak masuk ke kamar rumah, kata Janah, ibunya seperti tidak sadar. Ternyata pelaku mengambil perhiasan ibunya berupa gelang.

"Yang diambil gelang, nilainya sekitar Rp 11 juta. Setelah saya datang, pelaku langsung pergi, semua cepat dan kita seperti tidak sadar," jelas Janah.

Menurut Janah, kejadian itu terekam CCTV di rumahnya dengan jelas. Namun keluarganya belum melapor ke Polsek karena wajah pelaku tidak jelas.

"Tidak jelas karena pakai masker dan topi, mobilnya Expander warna silver tapi pelat tidak terlihat. Mobil diparkir agak jauh dan tadi Polsek sudah cek ke sini," sambung Janah.

"Kita viralkan agar warga yang lain waspada, jika ada modus dan ciri pelaku seperti ini hati-hati dan jangan ada korban lagi," imbuhnya.

Kapolsek Ceper, AKP Nahrowi, menyatakan piket Polsek dan Kanit Reskrim sudah ke lokasi. Meskipun belum ada laporan tetap dilakukan penyelidikan.

"Kita tetap lakukan penyelidikan karena mirip kejadian sebelumnya di beberapa lokasi," jelas Nahrowi kepada detikJateng.

Sebelumnya, aksi pencurian dengan cara hipnotis bermodus tukar uang oleh warga negara asing (WNA) pernah terjadi di Klaten. Kali ini sasarannya toko bangunan di Jalan Ceper-Besole, Desa/ Kecamatan Ceper, Klaten.

"Kejadiannya hujan habis Zuhur kemarin. Logatnya bahasa Inggris tapi kaya orang India atau Pakistan itu," ungkap Ais, anak pemilik toko kepada detikJateng, Rabu (11/3) siang.

Dijelaskan Ais, pelaku seorang pria dan datang sendirian. Pelaku memakai topi dan masker di mulutnya.

"Pakai topi dan masker. Uang dipegang dan kita seperti tidak sadar, modusnya tukar uang, kerugian Rp 1,6 juta," lanjut Ais.

Kejadian serupa juga pernah terjadi di Desa Sribit, Kecamatan Delanggu. Tiga orang berwajah warga negara asing (WNA) mencuri dengan modus gendam di toko Desa Sribit, Kecamatan Delanggu, Klaten. Korban diduga terkena hipnotis sehingga tidak sadar membiarkan pelaku masuk ke kamar mengambil uang Rp 4 juta.

Taufik Hidayat (30) pemilik toko menceritakan kejadiannya hari Minggu (8/3) petang. Satu pria dan dua wanita turun dari mobil lalu masuk ke toko membeli telur.

"Mereka datang pakai mobil silver diparkir sekitar 50 meter dari toko. Tiga orang masuk toko memberi salam," kata Taufik kepada detikJateng, Senin (9/3) siang.




(apl/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads