Wanita berinisial DR (30) warga Desa Ngaren, Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, tewas diduga dibunuh suaminya yang berinisial K. Begini BeritaKlik-BeritaKlik kejadiannya menurut keluarga korban.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu (17/5) siang tadi. Adik korban, Faza Ahmad (18) mengatakan saat itu dirinya sedang berada di kamar. Kemudian dia mendengar ibunya berteriak minta tolong.
"Pas di kamar dengar ibu saya itu teriak-teriak minta tolong. Aku keluar ada apa, nggak tahunya kakak sudah itu (terluka)," kata Faza kepada wartawan, Minggu (17/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terus saya sempat ngejar pelakunya, tapi nggak kena. Sudah keburu lari, lari ke arah timur pakai motor," imbuh dia.
Kepala Dusun Krajan, Desa Ngaren, Abdullah Syafi'i mengatakan pelaku awalnya datang ke rumah istrinya untuk mengambil dua anaknya.
"Semua (dua anaknya) dibawa ke Desa Traji. Terus pelakunya kembali lagi ke sini, melukai istrinya, membacok lehernya. Jatuh seperti itu," kata dia.
Abdullah menambahkan, korban dan pelaku saat ini sedang dalam proses cerai.
"Cekcok mungkin, sekitar satu tahun lebih kurang harmonis. Sudah proses cerai," ujar dia.
Diberitakan sebelumnya, korban tewas dengan luka bacok. Polisi menduga korban dibunuh oleh suaminya menggunakan sabit.
Kasat Reskrim Polres Temanggung Iptu Komang Mahendra Deputra mengatakan, kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menewaskan korban itu terjadi pada Minggu (17/5) sekitar pukul 12.30 WIB.
"Tindak pidana ini terjadi di rumah saudara R yang merupakan ayah korban di Desa Ngaren, Kecamatan Ngadirejo, Temanggung," kata Komang kepada wartawan di Polsek Ngadirejo, Minggu (17/5/2026).
"Korban istri terduga pelaku dengan inisial DR (30), ibu rumah tangga. Terduga pelaku yaitu suami korban," sambungnya.
Komang mengatakan pihaknya masih menyelidiki motif di balik pembunuhan tersebut.
"Tetapi, informasi awal kami dapatkan itu diduga karena tidak mau rujuk," ujarnya.
Komang menjelaskan, korban mengalami luka di leher belakang dan di pundak
"Sudah dikonfirmasi dari tim medis awal ketika mendatangi TKP, korban sudah meninggal dunia," kata dia.
"Dengan luka di leher bagian belakang sepanjang 12 cm dengan kedalaman 0,4 cm. Selain itu, ada juga di pundak sebelah kiri dengan diameter 10 cm dan kedalaman 0,5 cm. Itulah yang menyebabkan kemungkinan besar korban meninggal dunia," imbuh Komang.
Saat ini polisi masih memburu pelaku atau suami korban. Dia menambahkan, pelaku diduga membacok korban menggunakan sabit.
"Terduga pelaku pembunuhan dengan sebilah sabit yang dibawa pelaku saat menemui korban," jelasnya.
(dil/dil)