Seorang pemuda yang disebut-sebut sebagai anak punk mengalami luka tusuk usai terlibat duel bermotif asmara di jalanan wilayah Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan.
Kasat Reskrim Polres Pekalongan Kota, AKP Setyanto mengatakan peristiwa itu terjadi di Jalan Budi Bakti, tepatnya di depan sebuah warung di Kelurahan Noyontaansari, Kecamatan Pekalongan Timur, pada Sabtu (16/5) pukul 19.30 WIB.
Korban diketahui berinisial ARH (19) warga Desa Tumbrep, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang. Korban mengalami luka tusuk di punggung dan di pinggang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Korban mengalami luka tusuk di bagian punggung sebanyak dua kali dan satu luka di bagian pinggang kiri," kata Setyanto saat dihubungi detikJateng lewat telepon, Senin (18/5/2026).
Pelaku penusukan diamankan polisi malam pada itu juga. Pelaku berinisial YA (16) warga Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang.
Setyanto mengatakan peristiwa itu bermula saat korban bersama seorang teman wanita datang dari arah Batang menuju Pekalongan dengan menumpang truk. Mereka turun di lampu merah Ramayana. Keduanya lalu menghampiri teman-temannya.
Saat itu pelaku bersama seorang rekannya sedang nongkrong di depan Mall Ramayana. Diduga pelaku merasa cemburu melihat korban bersama teman wanitanya.
"Saat melihat korban turun dari truk, pelaku langsung menghampiri sehingga terjadi perkelahian antara keduanya," ujar Setyanto.
Karena kalah perawakannya, pelaku kemudian mengambil badik yang terselip di pinggangnya. Pelaku kemudian menusukkan senjata tajam itu ke tubuh korban.
"Setelah terjadi pergumulan, terlapor mengambil badik dan menusukkan ke tubuh korban," ungkap Setyanto.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung melerai dan menghubungi kepolisian. Polisi pun langsung mendatangi lokasi kejadian. Korban kemudian dilarikan ke RS ARO Kota Pekalongan untuk mendapatkan perawatan medis.
Sementara itu pelaku beserta barang bukti berupa satu bilah badik langsung diamankan ke Polres Pekalongan Kota guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
"Kalau masalahnya karena dendam pribadi, karena asmara," pungkas Setyanto.
(dil/ams)