BNPB Bahas Relokasi Rumah Korban Banjir Imbas Tanggul Sungai Plumbon Jebol

BNPB Bahas Relokasi Rumah Korban Banjir Imbas Tanggul Sungai Plumbon Jebol

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Selasa, 19 Mei 2026 14:28 WIB
Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto, saat meninjau tanggul sungai yang jebol di Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Senin (19/5/2026).
Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto, saat meninjau tanggul sungai yang jebol di Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Senin (19/5/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng
Semarang -

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengunjungi lokasi tanggul jebol di Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Kota Semarang. BNPB juga membahas soal rencana relokasi rumah warga yang terdampak banjir akibat jebolnya tanggul itu.

Saat BNPB tiba di lokasi, banjirnya sudah surut. Hal itu disampaikan Kepala BNPB, Suharyanto, saat mengunjungi tanggul Kali Plumbon yang jebol di RT 1 RW 1 Kelurahan Mangkang Kulon. Pantauan detikJateng, banjir yang terjadi Jumat (16/5) sudah tak menyisakan air yang tergenang.

Tanah-tanah yang semula becek dan mengotori halaman rumah warga pun sudah mulai bersih. Warga sudah mulai merenovasi bangunan yang rusak terkena banjir bandang karena tanggul Sungai Plumbon jebol sepanjang 50 meter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya langsung mendapat perintah dari Bapak Presiden, Pak Prabowo Subianto untuk segera bertindak setiap terjadi bencana, termasuk ketika terjadi banjir di Kota Semarang," kata Suharyanto di lokasi, Senin (19/5/2026).

"Kalau tadi kita datang melihat kita berbesar hati ternyata setelah sampai di lapangan kondisinya sudah surut Bu Wali. Meskipun sampai tadi malam itu beritanya di media sosial masih tergenang luar biasa," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Meski banjir mulai surut, BNPB memastikan penanganan terhadap warga terdampak banjir di Mangkang Kulon itu tetap menjadi prioritas pemerintah.

"Tadi juga saya sempat tanya kepada Bu Wali, kondisi pengungsi informasinya sudah tidak banyak lagi, ada beberapa titik pengungsian, ada dapur umum, tentu saja itu menjadi prioritas kita pemerintah pusat dan pemerintah daerah," ujarnya.

"Kita sepakat bahwa masyarakat yang terdampak bencana mereka sudah mendapat kesusahan dengan terjadinya banjir jangan lagi ditambah dengan kesusahan lanjutan," lanjutnya.

BNPB pun memberikan bantuan logistik dan peralatan darurat banjir senilai Rp 324,2 juta kepada Gubernur Jateng. Para korban terdampak banjir juga mendapatkan bantuan berupa sembako.

"Nanti silakan Bu Wali berkoordinasi terus dengan kami. Biasanya setelah terjadi bencana mungkin saya sebagai kepala tidak lama di titik-titik itu, tapi anggota kami pasti ada di sini sampai situasi bisa kembali pulih," jelasnya.

Dalam kunjungan itu, BNPB juga membahas langkah penanganan lanjutan mulai dari perbaikan infrastruktur, pembangunan hunian sementara, hingga relokasi warga yang tinggal di kawasan rawan banjir.

"Tadi sebelum rapat koordinasi ini kita sudah berdiskusi untuk masyarakat yang terdampak banjir yang harus direlokasi, harus meninggalkan tempat semula," kata Suharyanto.

Menurutnya, jika warga tak dipindah dan tetap berada di lokasi tersebut, mereka bisa terkena banjir lagi. Terlebih, peristiwa tanggul jebol Kali Babon ini bukan hanya terjadi satu-dua kali.

"Karena kalau di situ lagi bisa terkena banjir lagi atau terkena bencana-bencana lain. Nah, untuk kecepatan, ya, untuk kecepatan kami tawarkan dibangun hunian sementara," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, tanggul Sungai Plumbon di Semarang jebol sepanjang sekitar 50 meter dan menyebabkan banjir di sejumlah wilayah permukiman.

"Kurang lebih 50 meter nggih untuk robohnya tanggul ini," kata Camat Tugu, Muhammad Mirzaq Effendi saat ditemui di titik tanggul jebol, Sabtu (16/5/2026).




(dil/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads