Mayat terkubur di dapur rumah Desa Pakel, Kecamatan Andong, Boyolali teridentifikasi sebagai orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Korban, Mbah Pariman (77), tinggal dengan dua anaknya yang juga ODGJ yakni inisial D dan C. Begini kondisi sehari-hari keluarga ODGJ tersebut.
"Kondisi dari korban tersebut beserta kedua putranya itu memang sudah lama mengalami, berstatus ODGJ ataupun orang dalam gangguan jiwa," kata Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra usai pers rilis di Mapolres Boyolali Selasa (19/5/2026).
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dan terkubur di ruang dapur bagian belakang rumahnya pada Rabu (13/5) sekitar pukul 21.00 WIB. Petugas Polres Boyolali yang mendapat laporan langsung mendatangi lokasi kejadian dan membongkar makam itu. Jenazah korban selanjutnya dibawa ke RSUD Moewardi Solo untuk diautopsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di rumah tersebut, selain korban juga ada dua anak laki-lakinya berinisial D dan C. Kapolres mengatakan, ketiganya memang sudah lama diketahui berstatus ODGJ.
Menurut Indra, untuk kebutuhan hidup sehari-hari, keluarga itu banyak mendapat bantuan dari warga sekitar. Selain itu, dua anaknya yakni D dan C, meski dalam kondisi ODGJ tapi juga bekerja serabutan.
"Keluarga ini dari mulai korban, kemudian kedua putranya, memang selama ini banyak mendapatkan bantuan dari warga sekitar. Kemudian juga anaknya berdua ini memang juga bekerja, tapi bekerja serabutan," kata Indra
"Karena dengan melihat terkait dengan kondisinya tentunya dan banyak dibantu oleh para tetangga, perangkat RT, RW, dan Desa di sekitar untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya," sambungnya.
Atas kejadian ini, salah satu anaknya yang berinisial C, yang diketahui sering mengamuk, dibawa ke rumah sakit oleh Polres Boyolali untuk observasi kondisi kejiwaannya.
(dil/afn)
