Aksi konvoi pelajar dengan membawa senjata tajam berujung tawuran terjadi di Pekalongan. Aksi bentrok para siswa itu terekam kamera CCTV dan viral di sosial media.
Dari rekaman CCTV terlihat BeritaKlik-BeritaKlik kedatangan belasan motor dan puluhan pelajar dengan membawa senjata tajam. Rombongan pelajar itu berhenti di ruas jalan di Dukuh Api Api Selatan, Desa Api Api, Kecamatan Wonokerto, Selasa (19/5), sekitar pukul 17.18 WIB.
Rombongan tersebut berhenti lantas menyerang sekelompok pelajar lainnya yang berada di lokasi tersebut. Saat dikonfirmasi atas peristiwa itu, Kepala Desa Api Api, Qomarudin, mengatakan awalnya para pelajar tengah merayakan kelulusan sekolah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Cerita pastinya saya kurang begitu paham, soalnya kejadiannya itu cepat. Pokoknya itu anak-anak sepertinya sedang merayakan kelulusan, namun berakhir bentrok antarkelompok pelajar," ungkapnya saat dikonfirmasi detikJateng, Rabu (20/5/2026).
Awalnya, rombongan pelajar tersebut datang dari arah pantai sebelum akhirnya bentrok dengan kelompok lain yang diduga sudah menghadang di wilayah Api Api.
"Itu kan dari arah pantai, terus ke selatan pada pulang. Loh kok di sebelah selatan ada anak gerombolan juga yang memang sepertinya sudah menghadang di Api-Api itu. Hingga akhirnya terjadi bentrokan," katanya.
Kelompok yang terlibat bentrokan tersebut tidak hanya pelajar SMP saja, namun juga pelajar SMK di wilayah Pekalongan.
"Sepertinya campuran, ada yang anak SMK, ada yang anak SMP Wiradesa, ada SMP Wonokerto juga," ungkapnya.
"Untuk sementara ini belum ada laporan (kerusakan). Bentrok langsung bubar sendiri-sendiri," imbuhnya.
Dikatakanya adanya aksi tersebut membuat warga geram dan khawatir. Warga bersama kepolisian bersama-sama patroli untuk mengantisipasi bentrokan susulan.
"Ya tentu warga sangat resah. Semalam juga dipatroli sama Pak Kapolsek sampai dini hari antisipasi bentrokan susulan. Warga juga berjaga-jaga," katanya.
Sementara itu, mendapatkan laporan adanya aksi tersebut, polisi langsung ke lokasi kejadian. Sejumlah pelajar berhasil diamankan dan dimintai keterangan.
Pada detikJateng, Kapolsek Wiradesa, Iptu Maman Sugiarto, mengatakan pihaknya telah meminta kerangan sejumlah pelajar dan masih melakukan identifikasi pada para pelajar bersenjata tajam yang melakukan aksi tawuran.
"Saat ini masih profiling anak-anak yang terlibat dari SMP 1 Wiradesa, SMP 2 Wonokerto, SMP 3 Wonokerto, Al Bayan dan lainnya. Rencana saat itu menyerang SMP 1 Wonokerto," ujarnya.
Aksi tersebut dipicu dendam lama antarkelompok alumni sekolah.
"Pemicunya dendam alumni," kata Maman.
Sebagai langkah antisipasi hal serupa, selain meningkatkan patroli, pihaknya melakukan koordinasi dengan pihak sekolah, pemerintah tingkat desa, RW maupun RT.
"Langkah-langkahnya koordinasi dengan pemerintah desa, sekolah dan orang tua. Kemudian dilakukan pembinaan dan penekanan agar tidak mengulang perbuatan," jelasnya.
(apl/afn)