57 Biksu Thudong Sambangi Pura Mangkunegaran, Disambut Tarian Gambyong

57 Biksu Thudong Sambangi Pura Mangkunegaran, Disambut Tarian Gambyong

Tara Wahyu NV - detikJateng
Sabtu, 23 Mei 2026 17:07 WIB
Biksu Thudong menyambangi Pura Mangkunegaran, Sabtu (23/5/2026)
Biksu Thudong menyambangi Pura Mangkunegaran, Sabtu (23/5/2026) (Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng)
Solo -

Puluhan biksu thudong tiba di Pura Mangkunegaran dalam rangkaian perjalanan mereka menuju Candi Borobudur, Magelang. Sebanyak 57 biksu tiba di Pura Mangkunegaran pukul 15.34 WIB.

Dari pantauan detikJateng di lokasi, para biksu ada yang berjalan kaki dan juga ada yang menaiki bus. Mereka berjalan dari Vihara Dhamma Sundara, Pucangsawit, Jebres menuju Pura Mangkunegaran.

Selanjutnya, mereka berbaris satu per satu dan berjalan masuk ke Pura Mangkunegaran. Di Pendopo Ageng, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara X sudah menyambut di dalam dengan memakai beskap warna hijau.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para biksu lalu duduk di kursi yang sudah disediakan. Mengawali acara, para biksu disambut dengan tarian Gambyong oleh lima orang penari.

Perwakilan biksu dari Indonesia, Bante Tejapunno Mahathera mengucapkan terima kasih atas sambutan dari Pura Mangkunegaran dan Pemkot Solo. Dirinya mengatakan, ada 57 Biksu yang hadir dalam perjalanan.

ADVERTISEMENT

"Terima kasih untuk semua sarana fasilitas yang diberikan semenjak kami memasuki area Keraton, dan juga tentunya harapan kami semua para biksu yang hadir juga membawa manfaat bagi semuanya," katanya dalam sambutannya di Pura Mangkunegaran, Sabtu (23/5/2026).

Dirinya juga memohon doa agar perjalanannya menuju Candi Borobudur bisa berjalan dengan selamat dan dalam kondisi sehat. Ia juga mengucapkan terimakasih atas sambutan pemerintah Republik Indonesia.

"Kami juga memohon doanya supaya perjalanan nanti dari tempat ini untuk melanjutkan sampai di Candi Agung Borobudur bisa berjalan dengan selamat, dengan kondisi yang sehat. Sekali lagi kami sampaikan banyak terima kasih juga yang tidak terhingga kepada Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Agama, juga TNI-Polri yang telah mengawal perjalanan ini dengan baik, dengan aman," ungkapnya.

Pihaknya juga menyerukan agar senantiasa berfikir jernih, berfikir positif dan berkata bijak. Selain itu, ia berharap bisa membawa manfaat bagi perdamaian dunia.

"Kami selalu juga menyerukan supaya kita semuanya senantiasa berpikir jernih, berpikir dengan positif, bertutur kata dengan bijak, berperilaku dengan bajik, untuk manfaat kebaikan, kebahagiaan yang menjadi harapan kita semua. Semoga kebajikan yang kita lakukan ini juga selain membawa manfaat bagi diri sendiri, juga membawa manfaat bagi lingkungan, bagi masyarakat, bagi bangsa, negara, dan bahkan bagi perdamaian dunia," pungkasnya.

Sementara itu, KGPAA Mangkunegara X, merasa terhormat dengan kedatangan para Biksu dari empat negara.

"Yang Mulia para bhante, para tamu yang kami hormati dari Malaysia, Laos, Thailand, dan Indonesia. Merupakan suatu kehormatan bagi kami untuk menyambut Anda sekalian di kota kami, Kota Solo, di Pura Mangkunegaran, dalam rangkaian perjalanan suci ini sebagai persiapan menyambut perayaan Waisak," terangnya.

Mewakili masyarakat Kota Solo, Mangkuengara X merasa terhomat para Biksu bisa mampir di Kota Solo. Apalagi, sebelumnya berjalan dari Bali melintasi kota hingga desa.

"Atas nama masyarakat Solo, kami menyampaikan rasa hormat dan takzim yang setinggi-tingginya kepada para biksu yang terhormat atas dedikasi dan keteguhan yang tak tergoyahkan dalam menjalankan perjalanan spiritual yang panjang ini. Mulai dari Denpasar, melintasi pulau, kota-kota, dan desa-desa, hingga akhirnya tiba di Surakarta hari ini," pungkasnya.

KGPAA Mangkunegara X mengatakan para biksu berkeliling area dalam Pura Mangkunegaran. Mengingat banyak biksu yang berasal dari Thailand, Gusti Bhre secara khusus memperlihatkan berbagai benda peninggalan bersejarah yang menjadi bukti kedekatan hubungan antara Mangkunegaran dengan Kerajaan Thailand di masa lampau.

"Tadi ada kebetulan karena banyak yang juga dari Thailand, jadi tadi juga melihat beberapa peninggalan-peninggalan dari hubungan Mangkunegaran dulu dengan Kerajaan Thailand," jelasnya usai menyambut para Biksu, Sabtu (23/5).

Napak tilas sejarah ini, kata dia, mempererat kembali tali silaturahmi kebudayaan yang telah terjalin sejak lama. Mangkunegara X menilai pertemuan ini terasa sangat luar biasa karena dipenuhi dengan semangat persaudaraan.

"Jadi di sini juga mempertemukan tali silaturahmi juga, dari hubungan yang sudah sangat lama. Jadi, ya ini hari ini penuh dengan persaudaraan, dengan hubungan kebudayaan, dan dari itu semua ya ini suatu bentuk keharmonisan yang untuk saya sangat luar biasa," pungkasnya.

Dirinya bersama seluruh keluarga besar Mangkunegaran serta para abdi dalem turut mendoakan agar sisa perjalanan spiritual para biksu menuju Candi Borobudur dapat berjalan aman dan lancar dalam rangka memperingati Hari Tri Suci Waisak.

"Kami merasa sangat bangga, terhormat, dan bahagia juga tentunya. Dan tentunya saya dan seluruh keluarga Mangkunegaran, abdi dalem, mendoakan agar perjalanan menuju Borobudur juga disertai dengan aman, lancar, dan terlebih dari itu semua membawa berkat bagi seluruh umat dan masyarakat," ucapnya.




(aku/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads