Jalan Baturraden Barat Amblas hingga Ditutup Total, Ini Alternatifnya

Jalan Baturraden Barat Amblas hingga Ditutup Total, Ini Alternatifnya

Anang Firmansyah - detikJateng
Senin, 25 Mei 2026 14:23 WIB
Jalan ambles di Jalan Raya Baturraden Barat, Kabupaten Banyumas, Senin (25/5/2026).
Jalan ambles di Jalan Raya Baturraden Barat, Kabupaten Banyumas, Senin (25/5/2026). Foto: Anang Firmansyah/detikJateng
Banyumas -

Jalan Raya Baturraden Barat, Kabupaten Banyumas, amblas dengan kedalaman sekitar 5-6 meter. Jalur penghubung menuju kawasan wisata Baturraden itu pun ditutup total untuk perbaikan. Ini jalur alternatifnya.

Kasi Pengendalian dan Operasional Dinas Perhubungan Banyumas, Tomi Luqman Hakim mengatakan sebagian ruas jalan itu amblas pada Sabtu (23/5) petang. pada malam pertama setelah kejadian, jalur itu hanya ditutup sementara untuk mobil.

"Karena waktu itu belum asesmen, jadi ditutup untuk roda empat sementara. Dari Simpang Tugu Batu Prompong, Desa Kutasari, Kecamatan Baturraden, sampai simpang arah warung makan Mbak Mel. Tapi roda dua masih bisa melintas," kata Tomi saat dihubungi wartawan, Senin (25/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah dilakukan asesmen pada Minggu (24/5), kondisi jalan dinyatakan berbahaya baik untuk mobil maupun motor. Pemerintah memutuskan menutup total akses jalan tersebut.

Jalan ambles di Jalan Raya Baturraden Barat, Kabupaten Banyumas, Senin (25/5/2026).Jalan ambles di Jalan Raya Baturraden Barat, Kabupaten Banyumas, Senin (25/5/2026). Foto: Anang Firmansyah/detikJateng

ADVERTISEMENT

"Itu membahayakan ketika dilewati kendaraan, baik roda empat maupun roda dua. Jadi diminta ditutup total," ujarnya.

Meski demikian, hingga pagi tadi masih ada sebagian warga yang nekat melintas dengan sepeda motor.

Penyebab Jalan Amblas

Kabid Jalan dan Drainase DPU Banyumas, Rusli Kurnia menjelaskan amblasnya jalan dipicu kerusakan pada konstruksi jembatan lama yang berada di bawah badan jalan.

Menurut Rusli, struktur di lokasi tersebut merupakan jembatan segmental berusia tua dengan material utama berupa bata.

"Kalau dari sisi umur mungkin sebenarnya sudah di atas 50 tahun. Karena sudah lapuk, terus kemarin juga kebetulan ada air yang menggenang cukup besar, bangunan lamanya ambles," jelasnya.

Ia mengatakan konstruksi jembatan berbentuk lengkung di bagian bawah mengalami kerusakan terlebih dahulu sebelum akhirnya permukaan jalan ikut turun dan berlubang.

"Begitu lengkungannya yang di bawah ambles, yang di atas ikut turun. Nah ini berlubang sampai semuanya berlubang. Kedalamannya sekitar 5-6 meter," katanya.

Perbaikan Ditarget 20 Hari

DPU Banyumas mulai melakukan perbaikan dengan mengganti total konstruksi lama menggunakan bangunan baru yang lebih kuat dan sesuai kapasitas saluran air di wilayah tersebut.

"Secara usia dan kekuatan memang sudah jauh berkurang, jadi nantinya kami tangani sepenuhnya diganti dengan ukuran yang memadai untuk saluran air yang ada di situ," ujar Rusli.

Pemerintah menargetkan proses perbaikan selesai dalam waktu sekitar 20 hari atau paling lambat 13 Juni 2026.

"Kami harapkan nanti pekerjaannya sudah bisa selesai dan bisa dimanfaatkan lagi untuk pengguna jalan," pungkas dia.

Jalur Alternatif

Dishub Banyumas telah menyiapkan jalur alternatif bagi pengendara. Untuk pengendara dari arah selatan menuju wilayah utara Desa Kutasari diarahkan melewati Pasar Cermai. Sedangkan pengendara yang hendak menuju kawasan Baturraden atas diarahkan lewat jalan utama Baturraden.

"Jalur alternatif yang dari sisi selatan, kalau misalnya dia mau ke Kutasari, tapi Kutasari yang sebelah utara berarti lewatnya nanti Pasar Cermai, belok kiri. Nanti ada gang belok kanan utara jalan nanti belok kanan," kata Kasi Pengendalian dan Operasional Dinas Perhubungan Banyumas, Tomi Luqman Hakim.

"Tapi kalau yang arahnya mau ke Lokawisata Baturraden atas itu nanti lewatnya Jalan Muhammad Besar, jalan utamanya Baturaden," lanjut dia.




(dil/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads