Besok, Rabu, 27 Mei 2026, umat Islam serentak berangkat ke lapangan atau masjid untuk mendirikan sholat Idul Adha. Setelah sholat dua rakaat itu rampung beserta rangkaiannya, penyembelihan hewan kurban dimulai.
Dirujuk dari buku Fikih Sholat Hari Raya tulisan Sofyan Chalid bin Idham Ruray, sholat Id, yakni Idul Fitri dan Idul Adha, dimulai saat Matahari naik seukuran satu tombak. Batas akhirnya adalah Matahari tergelincir.
Namun, khusus sholat Idul Adha, pelaksanaannya sunnah disegerakan, berbanding terbalik dengan sholat Idul Fitri yang justru diakhirkan. Tempat paling utama adalah lapangan, tetapi diperkenankan di masjid jika kondisi tidak memungkinkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti halnya ibadah-ibadah lain, sholat Idul Adha harus dilandasi niat. Bacaannya berbeda-beda untuk makmum, imam, maupun munfarid. Belum tahu? Cek lafalnya yang telah detikJateng siapkan berikut, yuk!
Niat Sholat Idul Adha: Arab, Latin, dan Artinya
Dirujuk dari Buku Panduan Sholat Lengkap (Wajib & Sunah) oleh Saiful Hadi el Sutha dan buku Membentuk Akhlakul Karimah Peserta Didik tulisan Titi Suwarni, niat sholat Idul Adha adalah:
Niat Sholat Idul Adha Sebagai Makmum
أُصَلِّي سُنَةً لِعِيدِ الْأَصْحَى رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى
Arab Latin: Ushalli sunnatan li'iidil-adhaa rak'ataini ma'muuman lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku berniat mengerjakan sholat sunnah Idul Adha sebanyak 2 rakaat, sebagai makmum karena Allah Ta'ala."
Niat Sholat Idul Adha Sebagai Imam
أُصَلِّي سُنَةً لِعِيدِ الْأَصْحَى رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى
Arab Latin: Ushalli sunnatan li'iidil-adhaa rak'ataini imaaman lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku berniat mengerjakan sholat sunnah Idul Adha sebanyak 2 rakaat, sebagai imam karena Allah Ta'ala."
Niat Sholat Idul Adha Munfarid/Sendiri
أُصَلَّى سُنَّةً عِيْدِ الْأَصْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اللَّهِ تَعَالَى
Arab Latin: Ushalli sunnatan li'iidil-adhaa rak'ataini mustaqbilal qiblati lilaahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku berniat sholat sunnah Idul Adha dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala."
Sebagai catatan, niat yang wajib adalah di hati. Mengucapkannya bukanlah sebuah syarat. Pun, ulama berselisih pendapat mengenai kesunnahan mengucapkannya.
Menurut keterangan dari laman Muhammadiyah, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam diketahui tidak pernah membaca niat ketika sholat. Begitu pula dengan para sahabat dan generasi awal Islam.
Dan sebaik-baik sholat adalah yang dikerjakan seperti halnya Rasulullah SAW ajarkan. Dalam Shahih Bukhari, tercantum hadits:
"Sholatlah sebagaimana kamu melihat aku mengerjakan sholat." (HR Bukhari)
Wallahu a'lam bish-shawab.
Surat yang Sunnah Dibaca di Sholat Idul Adha
Selain bacaan niat, para imam sholat Idul Adha harus tahu deretan surat yang lazim dibaca Nabi SAW. Dengan demikian, kita bisa mencontoh perbuatan sang Khatamul Anbiya'.
Pasangan surat yang pertama adalah Qaf (rakaat pertama) dan al-Qamar (rakaat kedua). Dasarnya adalah pertanyaan Umar bin Khattab RA kepada Abu Waqid al-Laitsi RA:
"Apa yang dibaca Rasulullah SAW saat sholat Idul Adha dan Idul Fitri? Beliau menjawab, 'Rasulullah SAW membaca pada sholat hari raya, surat Qaf dan al-Qamar.'" (HR Muslim)
Selain surat Qaf dan al-Qamar, sholat Idul Adha juga bisa dikerjakan dengan kombinasi surat al-A'la (rakaat pertama) dan al-Ghasyiyah (rakaat kedua). An-Nu'man bin Basyir RA meriwayatkan:
"Rasulullah SAW membaca pada sholat dua hari raya dan Jumat, surat al-A'la dan al-Ghasyiyah. Beliau juga berkata, 'Dan apabila berkumpul hari raya dan Jumat di hari yang sama, Rasulullah SAW juga membaca dua surat ini dalam sholat hari raya dan Jumat.'" (HR Muslim)
Ringkasnya, surat yang sunnah dibaca untuk sholat Idul Adha adalah:
- Qaf dan al-Qamar
- Al-A'la dan al-Ghasyiyah
Demikian pembahasan ringkas mengenai niat sholat Idul Adha untuk makmum, imam, maupun munfarid/sendiri. Semoga bemanfaat, ya, detikers!
(num/ahr)