Keluarga mengungkap Bagas Amar Hakiki (21) yang tewas bersama ketiga keluarganya saat kamping di Temanggung menjadi fotografer di Keraton Jogja. Keluarga menyebut, Bagas juga sempat magang di salah satu stasiun televisi swasta.
Diketahui ketiga keluarga Bagas yang juga tewas masing-masing bernama Muhammad Ali Munawar (52), Maghfirah (43), dan Alvino Evan Hakim (16). Para korban merupakan warga asal Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Mereka dimakamkan di wilayah rumah orang tua Ali di Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Kamis (28/5/2026) sore.
Sepupu Maghfirah, Diana, mengatakan Bagas merupakan anak yang berbakat dalam bidang fotografi. Bahkan, Bagas menjadi fotografer di Keraton Jogja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Bagas) Fotografer di Keraton. Sudah agak lama, dua tahun (jadi fotografer Keraton)," sebut Diana saat ditemui di rumah duka, Kamis (28/5/2026).
Diana menyebut, orang Keraton Jogja sempat melayat ke rumah duka sore ini. Namun, pihak Keraton Jogja telah kembali saat detikJateng tiba di lokasi.
"Tadi pada ke sini yang dari Keraton," kata Diana.
Dia juga mengatakan, Bagas sempat magang di salah satu televisi swasta nasional di Jogja sebelum menjadi fotografer Keraton Jogja.
Sementara adiknya, Alvino juga dikenal berbakat. Alvino sering kali mewakili Kabupaten Semarang di ajang pertandingan taekwondo.
Alvino merupakan siswa SMA 1 Salatiga. Dia juga menjadi atlet taekwondo di sekolahnya.
"Atlet taekwondo Salatiga, sebelumnya di Semarang. Baru sebentar (menjadi atlet sekolah), baru setelah dia masuk SMA 1, sebelumnya dia mewakili kabupaten," pugkas Diana.
Sementara itu, dilansir detikJogja, pihak Keraton Jogja mengonfirmasi bahwa Bagas merupakan fotografer lepas di Keraton Jogja. Pengajeng Hudyanawara Kawedanan Tandha Yekti Keraton Jogja, Nyi RW. Kartiutami Guritno menyebut, Bagas sempat magang sebagai fotografer pada 2024 silam, hingga akhirnya menjadi fotografer lepas Keraton Jogja.
"Jadi Bagas ini sebenarnya awalnya salah satu peserta program magang di Kawedanan Tandha Yekti (KTY) tahun 2024. Lalu kemudian dari magang tersebut kami melihat keahlian fotografinya yang mumpuni, sehingga kemudian setelah masa magangnya 1 tahun selesai, Bagas bersama 2 orang teman lainnya menjadi bagian dari tim dokumentasi KTY sebagai fotografer lepas," ujar Kartiutami saat dihubungi wartawan, Kamis (28/5/2026).
"(Bagas) Fotografer lepas, tapi masuk dalam tim inti dokumentasi," lanjutnya.
Kartiutami juga mengenang sosok Bagas. Menurutnya, almarhum merupakan pribadi yang menyenangkan dan suka membantu.
"Bagas kami kenang sebagai pribadi yang senang membantu, bisa diandalkan, dan menyenangkan. Kami sangat kehilangan sekali, bukan hanya kehilangan salah satu fotografer terbaik kami, tapi juga kolega, rekan, adik, sahabat baik," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, keempat korban ini merupakan keluarga yang terdiri dari tiga laki-laki dan seorang perempuan.
"Pada hari ini, kami dari Sat Reskrim Polres Temanggung telah melaksanakan olah TKP terkait dengan ditemukannya 4 orang meninggal dunia. Yang merupakan satu keluarga yang sedang melaksanakan wisata di salah satu tempat wisata di Kabupaten Temanggung," kata Kasat Reskrim Polres Temanggung Iptu I Komang Mahendra Deputra kepada wartawan di RSUD Temanggung, Kamis (28/5/2026).
"Semuanya ini merupakan satu keluarga keempat korban ini yang berdomisili di Desa Panjang, Ambarawa, Semarang," sambung Komang.
Komang menyebut para korban tiba di objek wisata tersebut pada Selasa (26/5) sekitar pukul 22.00 WIB. Keempatnya disebut kamping di lokasi tersebut.
"Untuk menginap, melaksanakan kamping. Pada besok harinya, Rabu (27/5), kira-kira pada pukul 11.45 WIB, petugas yang bertugas di lokasi wisata tersebut memberitahu korban untuk segera check out, karena mereka akan melaksanakan pembersihan di lokasi," ujarnya.
Jasad keempat korban ditemukan petugas yang akan membersihkan lokasi kemping. Nahas, keempat korban ditemukan sudah terbujur kaku.
"Karena tidak ada jawaban dari korban, oleh sebab itu pada pukul 15.00 WIB,petugas kembali mendatangi, dan membuka pintu dari tempat kamping. Karena tidak ada jawaban tersebut, maka setelah dibuka pintu terlihatlah keempat korban sudah kaku di lokasi kejadian (meninggal)," ujarnya.
(ahr/ahr)
