Kata Polda Jateng soal Penyebab Sekeluarga Tewas Dalam Tenda di Temanggung

Kata Polda Jateng soal Penyebab Sekeluarga Tewas Dalam Tenda di Temanggung

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Jumat, 29 Mei 2026 11:11 WIB
Suasana di kamar mayat RSUD Temanggung, tempat empat orang sekeluarga diautopsi, Kamis (28/5/2026).
Suasana di kamar mayat RSUD Temanggung, tempat empat orang sekeluarga diautopsi, Kamis (28/5/2026). Foto: Dok. detikJateng
Semarang -

Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik terkait kasus sekeluarga yang ditemukan tewas di dalam tenda kamping di kawasan wisata Kledung, Kabupaten Temanggung. Hasil pemeriksaan disebut bisa keluar dalam seminggu atau lebih.

Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto. Ia mengatakan, proses penyelidikan masih berjalan dan kepolisian belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kematian para korban.

"Masih menunggu hasil VER (visum et refertum) mayat dan pemeriksaan olah TKP oleh Bid Labfor Polda Jateng," kata Artanto melalui pesan singkat kepada detikJateng, Jumat (29/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, hasil pemeriksaan kemungkinan baru keluar dalam waktu sekitar sepekan atau lebih karena tim forensik masih memeriksa sampel organ tubuh dan melakukan toksikologi forensik.

"(Kapan hasil pemeriksaan keluar?) Bisa semingguan atau lebih," kata Artanto.

ADVERTISEMENT

"Karena pemeriksaan sampel organ tubuh dan toksikologi forensik butuh waktu dan harus cermat," lanjutnya.

Saat ditanya apakah terdapat kendala dalam pemeriksaan kasus tersebut, Artanto mengatakan penyelidikan masih berjalan lancar.

"(Ada kendala di pemeriksaan?) Masih berjalan dengan baik penyelidikannya," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, empat anggota keluarga ditemukan meninggal dunia di dalam tenda kamping di kawasan wisata Posong, Kledung, Temanggung, Rabu (27/5). Mereka adalah Muhammad Ali Munawar (52), Maghfirah (43), serta dua anak mereka yaitu Alvino Evan Hakim (16) dan Bagas Amar Hakiki (21).

Polisi sempat menduga korban mengalami keracunan dari perlengkapan barbeque yang dibawa sendiri oleh keluarga tersebut. Sampel makanan kemudian dibawa ke Laboratorium Forensik Polda Jateng untuk diperiksa lebih lanjut.




(apl/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads