Temuan Stupa di Nepen Boyolali Diperkirakan dari Abad 8-10 Masehi

Temuan Stupa di Nepen Boyolali Diperkirakan dari Abad 8-10 Masehi

Jarmaji - detikJateng
Jumat, 29 Mei 2026 17:03 WIB
Pamong Budaya dari Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah, mengecek temuan stupa di Desa Nepen, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, Jumat (29/5/2026).
Pamong Budaya dari Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah, mengecek temuan stupa di Desa Nepen, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, Jumat (29/5/2026). (Foto: Jarmaji/detikJateng)
Boyolali -

Balai Pelestarian Kebudayaan (BP Kebudayaan) Jawa Tengah, mengecek temuan objek diduga cagar budaya (ODCB) di Desa Nepen, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali. ODCB berupa stupa itu diperkirakan dari zaman klasik atau sekitar abad 8-10 Masehi.

"Hasil sementara ya, saya tidak bisa menyampaikan yang lebih besar, tapi untuk sekedar teman-teman tahu, memang objek yang dilaporkan itu bisa kita nyatakan memang adalah stupa," kata Pamong Budaya BP Kebudayaan Jawa Tengah, Wardiyah, ditemui di sela-sela mengecek temuan diduga ODCB di Desa Nepen, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, Jumat (29/5/2026).

Dijelaskan, benda berukuran besar mirip lonceng itu dinyatakan merupakan stupa, diketahui dari bentuknya. Stupa beberapa bagian. Yang besar di bagian paling bawah adalah prasada, kemudian Andah, Harmika dan Yashti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun pihaknya belum bisa memastikan, apakah bagian-bagian stupa yang ditemukan di Nepen ini, merupakan satu kesatuan atau bukan. Hal tersebut masih memerlukan kajian lebih lanjut untuk memastikannya.

"Karena kita juga belum pernah melihat langsung ya, tadi hanya informasi dari pelapor atau penemu, bahwa itu adalah satu kesatuan, karena jaraknya tidak terlalu jauh hanya 50 cm. Tapi untuk memastikan apakah antara Prasada dan Andah itu menjadi satu, itu nanti perlu kajian lebih lanjut. Karena tadi kita belum menemukan posisinya lebih stabil. Kan itu ada takiannya itu," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Dikemukakan dia, di wilayah Desa Nepen ini sudah ditemukan 5 objek yang sama, yaitu stupa. Meskipun ada yang hanya bagian Prasada saja. Yang ditemukan utuh dari Prasada, Andah, Harmika baru 2 objek. Yaitu yang temuan terakhir ini, dengan yang berlokasi di pinggir sungai dekat makam Nepen.

Secara arsitektur, lanjut dia, temuan stupa di Desa Nepen ini berbeda dengan temuan di daerah lain. Yang di Nepen ini sudah memiliki ragam hias yang lebih lengkap. Ada hiasan sabuk pada bagian Andah (bagian yang mirip lonceng).

"Cuma sepertinya kalau kita lihat di bagian Harmikanya itu belum selesai. Unfinished, jadi baru sebagian sudah ditata, sudah dipahat," imbuh Wardiyah.

Menurut dia, untuk menemukan angka pasti ODCB tersebut sulit dilakukan. Karena belum menemukan bukti tulisanya. Namun diperkirakan dari periode klasik, Hindu Buddha. Yaitu di sekitar abad 8-10 Masehi.

"Dan itu jelas latar belakangnya agama Buddha," tegasnya.

Ragam hias bagian Andah berupa sabuk tersebut bermotif sulur-suluran. Kemudian di bagian Harmika dihias dengan antefik yang sebagian sudah dihias dengan ragam sulur-suluran flora. Dari 2 stupa yang memiliki bagian Anda, temuan terakhir ini disebut yang paling estetik

"Tapi sejauh ini kita belum menemukan yang agak luar biasa, belum. Tapi secara bentuk, secara estetika itu (temuan terakhir) memang paling bagus di antara 5 yang kita temukan. Karena baru 2 Anda yang kita temukan," tambah Wardiyah.

Fungsi stupa sebagai tempat peribadatan umat Buddha. Dari sejumlah temuan ODCB yang tersebar di beberapa titik di Desa Nepen ini, lanjut Wardiyah, kemungkinan besar pada zaman itu daerah ini juga merupakan pemukiman penduduk dengan latar belakang agama Buddha.

Karena banyaknya temuan ODCB di Desa Nepen ini, pihaknya mengimbau kepada masyarakat jika menemukan batu yang diduga ODCB untuk segera melapor. Walaupun baru kelihatan sedikit, agar segera menghentikan dan segera melapor ke petugas. Bisa ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Boyolali atau ke Kepolisian.

"Karena daerah ini kaya (temuan ODCB)," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, tiga benda diduga stupa candi Buddha ditemukan di Desa Nepen, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali. Objek diduga cagar budaya (ODCB) itu ditemukan oleh warga yang hendak membuka lahan untuk jalan.

Penemuan benda diduga stupa itu terjadi pada Kamis (14/5) lalu, sekitar pukul 11.00 WIB oleh warga bernama Sopan. Ia mengungkap, awalnya hendak membuka lahan untuk dijadikan jalan.

Ketika tanah tengah dikeruk, alat berat yang dikerahkan tiba-tiba membentur batu besar. Ketika dilihat, ternyata berbentuk bulat dan berukuran besar.

"Untuk menjaga agar struktur benda tidak rusak, saya berinisiatif mencari tambang untuk mengangkatnya secara manual dan hati-hati," ujar Sopan Selasa (26/5).




(aku/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads