Warga Sambat Rumahnya Rusak Imbas Proyek Perbaikan Turunan Gombel Semarang

Warga Sambat Rumahnya Rusak Imbas Proyek Perbaikan Turunan Gombel Semarang

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Sabtu, 30 Mei 2026 21:33 WIB
Kondisi perbaikan jalan di turunan Gombel, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Sabtu (30/5/2026).
Kondisi perbaikan jalan di turunan Gombel, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Sabtu (30/5/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng
Semarang -

Sejumlah warga di sekitar proyek perbaikan Turunan Gombel, Kota Semarang, mengeluhkan rumah mereka mengalami keretakan selama pekerjaan berlangsung. Bahkan ada rumah yang pintunya tak lagi bisa ditutup karena bangunan disebut mengalami pergeseran.

Pantauan detikJateng di turunan Gombel, Kecamatan Banyumanik, tampak ada beberapa ekskavator melakukan pekerjaan sejak pagi hingga malam hari. Terdapat pula pengerjaan pembangunan mall di barat jalan.

Salah seorang warga, Faris (35), mengaku rumahnya mengalami retakan yang bertambah lebar sejak proyek berjalan. Menurutnya, keretakan memang sudah ada sebelumnya, namun kondisinya kini semakin parah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebelumnya ada, tapi belum seberapa. Setelah ada perbaikan jalan ini tambah melebar," kata Faris kepada detikJateng di lokasi, Sabtu (30/5/2026).

ADVERTISEMENT


Ia menduga, getaran dari pekerjaan konstruksi dan alat berat menjadi salah satu penyebab kerusakan bertambah. Faris menyebut rumahnya kini seperti bergeser sehingga memengaruhi posisi pintu.

"Rumahnya kayak ketarik ke depan sama ke samping. Pintu sampai nggak bisa ditutup, jadi kayak kegeser gitu," ujarnya.

Akibatnya, ia terpaksa memodifikasi pintu rumahnya itu agar masih bisa digunakan sehari-hari.

"Pintunya seret. Akhirnya bagian bawah dipotong supaya bisa nutup. Tapi kalau tanahnya bergerak lagi ya bisa seret lagi," lanjutnya.

Faris mengatakan, sebelumnya petugas dari BBPJN telah mendata dan memotret kondisi rumah warga, untuk mengetahui jika ada keretakan. Namun, hingga kini belum ada kepastian mengenai bentuk pertanggungjawaban yang akan diberikan.

"Memang pernah difoto-foto. Katanya nanti ada kompensasi atau tanggung jawab, tapi bentuknya seperti apa belum dijelaskan," katanya.

Faris pun berharap, ada tindak lanjut yang jelas apabila kerusakan rumah warga terbukti bertambah akibat proyek tersebut.

"Harapannya ya ada pertanggungjawaban yang jelas. Karena yang retak bukan cuma rumah saya, banyak rumah di sekitar sini juga kena," ujarnya.

Ketua RT 5 Teguh Pramono mengatakan hal senada. Ia membenarkan bahwa keluhan terkait keretakan rumah memang muncul dari sejumlah warga yang tinggal dekat area pekerjaan proyek.

"Kalau masalah retak rumah memang ada, terutama yang dekat lokasi pekerjaan," kata Teguh.

Menurutnya, selain keretakan rumah, warga juga terdampak debu dan aktivitas kendaraan proyek yang keluar masuk kawasan permukiman.

"Kalau resah ya semua resah. Gara-gara debu, truk keluar masuk. Tapi ya kita berharap hasilnya nanti bagus untuk kampung sini," ujarnya.

Kendati demikian, Teguh menilai pembangunan tersebut memang diperlukan untuk memperbaiki kondisi jalan dan saluran yang selama ini kerap menimbulkan persoalan saat hujan.

"Kalau dulu hujan sering banjir karena salurannya bermasalah. Semoga setelah diperbaiki kondisinya lebih baik," harapnya.

detikJateng telah menghubungi BBPJN Jateng-DIY, tetapi hingga malam ini belum ada statement resmi terkait bentuk kompensasi yang diminta warga.




(afn/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads